Category Archives: Saya, Saya, dan Saya

Situasi : Survival Mode

Pernah nggak bertanya-tanya kenapa di masa (mestinya) sulit berjualan makanan karena banyaknya regulasi yang berkaitan dengan protokol kesehatan ini (yes yes those magic words) kok masih ada aja teman-teman pengusaha makanan yang buka usaha baru? Usaha baru ini bukan dalam bentuk berjualan makanan frozen ya, tapi usaha buka tempat makan baru, buka tempat ngopi baru. Entah kalau di kota-kota lain, kalau di Bandung sih adanya drama pandemik ini nampaknya tidak (terlalu) menyurutkan hasrat para pengusaha untuk membuka tempat makan baru.

Continue reading

7 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Apa Yang Normal Dari New Normal?

Waktu pertama tau bahwa harus diam di rumah untuk 2 minggu kemudian jadi 1 bulan kemudian jadi 2 bulan, saya pikir saya akan menghasilkan beberapa tulisan di blog. Baik tulisan baru maupun tulisan-tulisan perjalanan yang tertunda. Nyatanya waktu saya habis untuk berjualan frozen food-nya Cici Claypot, untuk Netflix-an, untuk video call-an dengan teman-teman dekat, untuk tidur siang berlama-lama, juga untuk meratapi situasi kok begini-begini amat.

Tapi gapapa, katanya pandemi ini nggak membuat kita harus produktif terus-terusan. Udah bisa survive aja udah bagus.

Saya pernah ngetweet ini beberapa hari sebelum Lebaran ;

5 Comments

Filed under Just a Thought, Saya, Saya, Saya, dan Saya

Pesan Untuk Rayes Mahendra yang Tak Centang Dua

Rayes,

Pagi itu aku terbangun dan langsung ingat kamu. Tumben-tumbennya di tengah wabah yang melanda dan situasi yang kian ajaib ini aku tak mendengar sedikit pun pesanmu di handphone-ku. Tapi begitu message whatsapp ku bahkan tak centang dua dan last seen whatsapp mu 19 Maret 2020 lalu kakiku udah lemes duluan. Ditelpon pun nggak nyambung sama sekali, di SMS apa lagi.

Continue reading

1 Comment

Filed under Friends, life, Mellow, Sahabat, Saya, Saya, dan Saya

1001 Sudut Pandang

Seperti biasa judul postingan harus lebay agar supaya mengandug click bait seperti media-media nasional. Padahal maksud saya bukan harus punya 1001 sudut pandang, yang penting lebih dari 1 aja. Karena orang yang punya sudut pandang cuma satu itu artinya miskin.

Kenapa sih biasanya ngomongin jalan-jalan dan makanan enak kok sekarang jadi ngomongin sudut pandang?

Continue reading

3 Comments

Filed under Cinta, Just a Thought, life, Saya, Saya, dan Saya

Menengok Gili (dan Lombok) Setelah Gempa 7SR

Gempa berkekuatan 5-7 SR yang menimpa Lombok akhir Juli dan Agustus 2018 lalu memang meluluhlantakkan kehidupan pariwisata Lombok. Termasuk juga area Gili Trawangan, Meno dan Air yang biasanya ramai dikunjungi turis. Ya gimana engga, mau berlibur ke pulau kan jadi ekstra khawatir, ngeri gempa, ngeri tsunami, dan ngeri kalau keduanya terjadi, evakuasinya gimana?

Continue reading

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Terbang ke Yogyakarta Lewat Yogyakarta International Airport di Kulon Progo

Dibukanya bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo rasanya seperti mendapatkan ‘jawaban’ atas keluhan-keluhan yang sering saya dengar (bahkan saya alami sendiri) mengenai Bandara Adi Sucipto yang rasanya semakin tidak memadai. Landasan mendarat yang terlalu pendek jaraknya, ruang tunggu bandara yang kurang besar, sampai cukup seringnya delay terbang atau delay mendarat karena satu dan dua dan tiga dan masih banyak alasan lainnya.

Saya kemudian berkesempatan mencoba terbang dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Kulon Progo. Maskapai yang pertama kali terbang dari dan ke Yogyakarta International Airport tentunya adalah Citilink. Sama seperti waktu bandara Kertajati di Majalengka baru dibuka dulu. Kalau kamu beruntung, kamu bisa mendapatkan pesawat dengan fasilitas wifi onboard gratis dari Citilink. Bisa terbang tanpa ketinggalan update gosip!

Ada 1x penerbangan dari Halim ke Kulon Progo yaitu jam 11.00 dan kemudian jam 13.10 dari Kulon Progo ke Halim. Silakan dicatat mana tau lain kali perlu terbang ke sana. Pembelian tiket Citilink melalui aplikasi mobile-nya lebih mudah dan suka ada diskon untuk pembelian makanan dan bagasi tambahan.

Reaksi pertama yang saya dapatkan ketika ‘bercerita’ soal bandara baru ini adalah “berapa jauh Kulon Progo ke tengah kota Yogyakarta?”. Ya memang nggak dekat, diperkirakan 1.5 jam waktu yang diperlukan. Tapi kalau beruntung seperti saya kemarin, 1 jam 20 menit saya udah nyampe Kabupaten Sleman. Wah jauh ya, iya karena untuk membangun bandara internasional yang memadai kan tentunya diperlukan lahan yang cukup besar, dan lahan seperti ini tentu adanya di pinggiran kota. Selain itu, saya rasa pembangunan bandara di pinggir kota juga akan membantu meningkatkan nilai jual di area tersebut. Pemerataan pendapatan kan jadinya. Iyain aja biar cepet 🙂

Lalu bagaimana dengan transportasi publik yang tersedia? Karena waktu itu saya menggunakan mobil milik Citilink jadi tak berkesempatan menggunakan transportasi umum. Tapi dari artikel Kumparan berikut ini kabarnya kereta bandara sudah beroperasional sejak Senin, 6 Mei 2019 lalu, artinya bertepatan dengan inaugural flight Citilink dari Halim.

Kereta bandara ini melayani rute PP dari Maguwo menuju Wojo dan akan berhenti di 4 stasiun yaitu Maguwo, Yogyakarta, Wates dan Wojo. Total perjalanan dari stasiun Maguwo sampai Wojo adalah sekitar 50 menit. Saat ini penumpang memang belum bisa langsung turun di bandara tapi bisa melanjutkan perjalanan ke YIA (Yogyakarta International Airport) dengan Bis Damri. Dari Stasiun Wojo ke YIA jaraknya 10 menitan dengan harga 10ribu per penumpang. Sementara harga tiket keretanya sendiri adalah berkisar 30-40ribu tergantung naik dari stasiun mana. Cukup ekonomis lah ya?

Kabarnya, Citilink juga akan menyediakan shuttle khusus dari YIA ke tengah kota Yogyakarta bagi penumpangnya. Baguslah, semakin banyak pilihan semakin oke kan?

Lalu bagaimana kesiapan YIA sendiri? Sepenglihatan saya kemarin, bandaranya sudah ready, check in counter, tempat pengambilan bagasi, x-ray checking, ruang tunggu penumpang semua sudah tertata dengan baik. Bangunannya tidak mewah tapi cukup memadai.

Yang belum terlihat hanya penjual makanan, ya maklumlah hari itu adalah hari pertama puasa dan baru satu hari bandara beroperasional. Kesian juga kan kalau ada yang jualan makanan tapi ga ada yang beli? Tapi waktu saya akan terbang kembali ke Halim, di ruang tunggu sudah ada kedai yang berjualan pastry sih. Pssst! Sudah ada kedai bertuliskan Gudeg Yu Djum lho di area bandara, pasti akan segera buka, semoga 🙂

Kabarnya, semua penerbangan dari dan ke Adi Sucipto akan dipindahkan ke YIA di akhir tahun 2019 ini. Semoga saat itu pilihan transportasi publiknya sudah semakin baik ya. Oiya kemarin iseng-iseng cek harga dari tengah kota Yogyakarta ke YIA kalau kita menggunakan moda taxi online, sekitar 200-250rb. Jadi kalau terbangnya berempat, taxi online ini bisalah jadi pilihan ya, kan 50-60rb aja seorangnya

Jadi yang berencana mudik Lebaran ke area Jawa Tengah tahun ini, bolehlah melirik rute #BetterFlyCitilink dari Halim menuju YIA Kulon Progo, karena baru Citilink yang punya #RuteBaruKulonProgo dengan #TerbangKeBandaraBaruYIA.

Eh sebelum mulai browsing tiket, bolehlah nonton video pendek ini dulu. Disclaimer : maaf lipstick sudah pudar

3 Comments

Filed under jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Hongkong 10 Tahun Kemudian

10 tahun yang lalu waktu pertama kali saya menginjakkan kaki di Disneyland Hongkong, dan melihat tulisan besar “Hong Kong Disneyland Resort” saya langsung inget Biyan yang waktu itu nggak ikut saya pergi. Waktu itu juga saya janji sama diri sendiri untuk mengajak dia ke Hong Kong Disneyland satu hari ini. Hampir kejadian tahun 2016, namun di detik-detik terakhir beli tiket kami malah membelokkan diri ke Myanmar.

Akhirnya saya berhasil juga mengajak Biyan ke Hong Kong Disneyland akhir tahun 2018 lalu. Mengejar waktu sebelum libur Natal dan akhir tahun karena malas berdesak-desakan kalau pas hari libur begitu. Jadi kami pergi sekitar seminggu sebelum Natal dan sungguh keputusan yang tepat karena saat itu Disneyland sudah siap menyambut Natal, alias dekor Natal yang cantik ada di mana-mana.

Snapseed_1

Snapseed

Snapseed_2

Continue reading

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Hotel di Bali Dengan Lokasi Terbaik : Harris Seminyak

Kalau lokasi menjadi pertimbangan kamu memilih hotel di Bali, maka Harris Seminyak memang perlu jadi pertimbangan, bahkan jadi pilihan utama. Lokasinya di Jl. Drupadi yang super strategis dekat ke mana-mana itu, tapi nggak juga di daerah berisik yang sering terdengar klakson mobil, dan persis di sebrang hotel ada Alfamart dan Circle K yang lengkap dengan ATM BCA, sungguh sebuah peradaban yang selalu diperlukan di mana-mana.

org_dsc09045

img_3546

Continue reading

3 Comments

Filed under hotel review, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Hadiah Buat Diri Sendiri

Bukan hanya karena suka posting #gerakankakidiatasmejatiapjumat saya jadi suka jajan sepatu baru. Bukan juga karena suka jajan sepatu baru saya jadi suka posting #gerakankakidiatasmejatiapjumat. Tapi setidaknya dua hal ini memang saling mendukung, nggak tau tepatnya yang mana yang datang duluan. Yang pasti, jajan sepatu memang sangat Shasya Pashatama.

Continue reading

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Bukan Sekedar Jalan-jalan, tapi….

Di kuartal terakhir tahun ini kebetulan jadwal saya untuk jalan-jalan agak padat. Ya jalan-jalan dalam rangka kerjaan maupun jalan-jalan dalam rangka kepengen jalan-jalan aja. Di satu waktu setelah dua perjalanan yang berderet saya merasa cukup lelah. Mau unpacking dan packing lagi aja rasanya berat banget. Kemudian saya berpikir, kayaknya 2019 saya mau mengurangi jalan-jalan deh. Walau masih banyak (banget) tempat yang belum saya datangi, rasanya sudah cukup. Maklumlah ya, kalau mau akhir tahun suka mendadak pengen bikin resolusi menyambut tahun baru.

Kemudian saya kembali teringat rencana awal saya waktu berhenti kerja dulu, yaitu buka tempat makan. Kalaupun buka restoran, setidaknya warung makan yang bisa saya tungguin setiap hari. Yang mana sudah tertunda selama dua tahun karena ya sayanya pergi-pergian melulu.

Continue reading

2 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya