Category Archives: Saya, Saya, dan Saya

Bermewah-mewah Menjelang Bromo

Sebelum pergi ke Bromo sama Telkomsel sebelum Lebaran kemarin dalam rangka #TripBikinKeren #BikinKerenIndonesia kemarin, saya tak menduga kalau pergi piknik ke Bromo bisa juga tidur di tempat yang nyaman malahan cenderung mewah.

Sampai kemudian saya sampai ke Jiwa Jawa. Sebuah resort yang berlokasi di Probolinggo, Jawa Timur. Cuma selemparan botol air mineral dari Bromo (kalau yang ngelemparnya Hercules)

FullSizeRender(2)

Continue reading

2 Comments

Filed under Friends, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Berry Glee : Hotel Gemes Buat Liburan Keluarga

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyain pada saya soal Bali salah satunya adalah “Kalau bawa anak, enaknya kemana, makan apa dan nginep di mana”. Yes, ke Bali bawa anak dan tanpa anak memang bisa jadi beda banget pilihan destinasi dan itinerari nya. Katanya sih banyak juga yang terbantu dengan artikel yang pernah saya tulis bersama TripCanvas di sini.

Sebelum Lebaran kemaren, saya sudah curi start liburan duluan ke Bali. Soalnya kalau pas liburan kan pasti penuh banget ya. Kabarnya pas libur Lebaran kemaren lewat Kuta penuh perjuangan banget. Kabayang sih, teman-teman yang saya kenal aja ada berapa banyak yang ke Bali. Belom lagi yang ga kenal yakan?

(iyain aja biar cepet)

Berry Glee Hotel yang ada di jalan Raya Kuta jadi pilihan saya buat liburan kemarin karena alasan-alasan sebagai berikut

Continue reading

Leave a comment

Filed under Family, Info Aja, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Generasi Coca Cola Hangat

Budaya ngopi di coffee shop memang tambah merebak. Kadang kala, rasa kopi jadi urusan kedua setelah “tempatnya bagus ga? instagramable ga?” dan kemudian “wifi nya kenceng ngga? colokan listriknya banyak ngga?”. Iya, ujung-ujungnya kebutuhan akan adanya coffee shop sebenernya bukan buat ngopi-ngopi amat tapi buat nongkrong. Ini pada umumnya lho ya, bukan semuanya. Saya tau persis kok masih ada pecinta kopi yang nggak peduli tempatnya nggak instagramable dan wifinya ga kenceng tetap dateng hanya untuk kopinya.

Kemudian nongkrong berlama-lama di coffee shop jadi hal yang biasa. Ada yang duduk sendirian asik dengan laptop dan earphone (ini saya), ada juga yang asik bersama teman-teman ngobrol ketawa-ketawa (ini saya juga sih). Yang duduk mojok sambil bisik-bisik juga ada (ini masih saya).

Duduk di coffee shop memang jadi kebutuhan buat banyak orang (baca : saya). Secara pribadi, ketimbang tempat yang instagramable dan wifinya kenceng, kalau duduk sendirian dan berniat buka laptop atau buka buku saya lebih suka pilih coffee shop yang suasananya sangat coffee shop : lagunya ga kenceng-kenceng amat, tempatnya ga berdesakan, dan ada colokan listrik. Untuk Bandung, tempat yang memenuhi syarat-syarat ini adalah Yumaju Coffee, Blue Doors, Kozi 1.0 dan Cottonwood. Untuk menulis artikel-artikel ringan saya suka duduk di sana. Kalau artikelnya berat dan perlu banyak browsing, saya duduknya di rumah, yang koneksi internetnya lebih reliable. Buat saya, kalau kerja sebaiknya memang ga menggantungkan diri sama wifi gratisan kan ya. Ngopi di tempat yang enak aja udah enak, wifi itu buat saya bonus aja.

Continue reading

20 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Instagram Live-an Dari Bromo

Menunggu bukan lagi kegiatan yang membosankan buat saya. Apalagi bikin kesal, nggak sama sekali. Sudah 2-3 bulan ini saya menghabiskan cukup banyak waktu menunggu giliran fisioterapi demi memperbaiki lutut cedera saya yang pernah saya ceritakan di sini. Nggak tanggung-tanggung, nunggunya bisa sejam aja. Diam-diam saya juga suka berharap lampu merah di jalan sedikit lebih lama. Lalu tanpa terasa saya juga menghabiskan waktu lebih banyak di kamar mandi.

Ngapain coba?

Kuncinya cuma satu : koneksi.

Continue reading

2 Comments

Filed under jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Yakin Belum Tua?

Satu tahun belakangan ini mungkin satu tahun yang paling cepat dari tiga puluh delapan tahun hidup saya. Tak terasa 2017 ini tahu-tahu hampir menginjakkan kaki di paruh pertamanya.

Banyak hal terjadi di satu tahun belakang ini ; saya berhenti kerja, memulai pekerjaan-pekerjaan freelance yang kadang menyenangkan kadang nyebelin, mengisi hari-hari saya dengan antar mengantar Biyan les ini itu, kadang yang dianternya cemberut karena lagi capek pulang sekolah kok ya disuruh les katanya. Kadang mamanya sabar hanya mengelus kepala “yang semangat Nak, kan les nanti yang pinter kamu-kamu juga”. Kadang cuma pengen diem trus turunin anak rewel di pinggir jalan. Ini beneran. Tapi tentu saja tak pernah terjadi,

Continue reading

9 Comments

Filed under Cantik, Family, Friends, Just a Thought, Kesehatan, life, Plurk, Saya, Saya, dan Saya

Malam Jumatan di Budaraa, Bandung

Ini adalah cerita menginap di area Dago Atas pas malem Jumat. Area tepatnya di dekat-dekat Dago Tea Huis itu lho, iya yang banyak rumah tua dan banyak pohonnya itu.

Continue reading

Leave a comment

Filed under Friends, jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Kembali Lagi ke Tijili Seminyak

“Kalau ada sumur di ladang…”

Pepatah ini nampaknya lumayan tepat untuk saya dan Tijili Seminyak. Sejak menginap pertama kali di sana waktu hotel ini belum lama buka setahun lalu, saya selalu menyimpan rencana untuk suatu hari akan mnginap di sana lagi. Padahal biasanya saya jarang sekali menginap di hotel yang sama di Bali, saking banyak pilihan dan inginnya sih mencoba satu demi satu.

Tapi Tijili Seminyak memang lain.

Continue reading

4 Comments

Filed under Film, jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya, traveling