Ke Batam : Enaknya Ngapain Ya?

Ada beberapa alasan kenapa Batam sesekali perlu dikunjungi :

Continue reading

3 Comments

Filed under hotel review, jalan-jalan, Musik, traveling

Kelapa Sawit si Primadona

Mengunjungi Pangkalan Kerinci membuat saya mengingat sebuah pelajaran jaman SD dulu: transmigrasi. Kalau umur kamu nggak jauh-jauh dari umur saya, kamu tentu ingat bagaimana di sekolah belajar soal program pemerataan penduduk dari pemerintah; karena Pulau Jawa semakin padat maka warga ditawari untuk pindah ke luar pulau dan diberi tanah untuk dijadikan ladang usaha mereka.

Continue reading

1 Comment

Filed under jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Menengok si APRIL ke Pangkalan Kerinci

Pergi ke tempat baru selalu jadi hal yang menyenangkan buat saya. Apalagi kalau tempatnya membuat muncul pertanyaan semacam “mau ngapain sih ke sana?” “apa sih yang mau dikerjain di sana?”. Karena artinya, tempatnya nggak pasaran dan ada hal menarik yang memang bisa dikerjakan di sana.

Karenanya saat saya mendapat undangan untuk berkunjung ke Pangkalan Kerinci di Riau, saya langsung mengiyakan dengan rasa penasaran “apa sih yang bisa dilihat di sana?”

Continue reading

1 Comment

Filed under jalan-jalan, Kerja, kerjaan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Solo : Tumurun – Private Museum yang Bikin Berdecak

Berkunjung ke museum seni tadinya tak pernah ada dalam list saya. Tapi belakangan, anak saya, Biyan lagi senang menggambar dan saya ingin mengajak dia melihat lukisan/gambar/instalasi seni apapun supaya dia lebih banyak referensinya. Karenanya ketika kami liburan ke Solo baru-baru ini, saya memasukkan Tumurun Private Museum dalam list tempat yang perlu kami kunjungi.

Mungkin belum banyak yang pernah mendengar soal Tumurun. Museum ini memang baru dibuka April 2018. Promonya dari media yang pernah diundang ke acara soft opening pertama mereka dan dari pengunjung yang kemudian posting di akun social media. Pertanyaan yang paling banyak saya terima waktu saya post di Instagram Story soal Tumurun adalah “berapa harga tiket masuknya?”

Continue reading

12 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya

Menginap di Umalas : Aliya Boutique Hotel

Ada beberapa hotel yang begitu selesai proses check in dan masuk kamar membuat saya otomatis mengeluarkan perlengkapan perang berupa toiletries dan menatanya di kamar mandi dengan rapi seperti di kamar mandi sendiri di rumah. Aliya Boutique Hotel adalah salah satunya. Hotel kecil manis ini terletak di Jl Umalas II. Akses dan carinya gampang aja kok, dari perempatan Kerobokan-Petitenget tinggal lurus aja dari arah Kerobokan sampai nemu Jl. Umalas lalu belok kiri. Ah sekarang kan ada google map dan waze, nggak ada lagi alasan susah cari tempat mestinya. Yang belum pake google map atau waze, ayo di-install dulu di henponnya 🙂

Hanya ada 8 bungalow di Aliya, masing-masing bungalow terdiri dari dua lantai. Lantai atas buat kamar, lantai bawah ada living room yang juga dilengkapi sama pantry kecil bisa buat masak-masak dikit kalau kamu memutuskan untuk spend the day di hotel saat liburan. Kamarnya sendiri bukan yang spacious-spacious amat tapi cukup aja, saya dan Biyan tidur nyenyak pulas selama 3 malam stay di sana. Book-nya cuma 2 malam tadinya tapi kemudian extend semalam lagi karena terlalu betah :))

DSC03793

DSC03701

Continue reading

1 Comment

Filed under hotel review, jalan-jalan

Owa-owa, Primata Romantis yang Nyaris Punah

Kata orang, kunjungilah tempat baru setidaknya setahun sekali. Tahun lalu, tempat yang saya kunjungi untuk pertama kali adalah Sumba dan Xiamen. Sumba karena pergi main sama Vira dan @t_ourjourneys, Xiamen karena #XiamenFamTrip bersama Xiamen Air.

Tahun ini, undangan pergi ke tempat baru datang dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement). Tak tanggung-tanggung, kami diajak ke komplek pabrik mereka yang ada di Tarjun. Kalau boleh jujur, pertama kali saya mendengar tempat bernama Tarjun ya dari Indocement. Desa kecil di wilayah Kelumpang Hilir ini terletak di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Ada dua pabrik besar di lokasi ini, yaitu Indocement, dan pabrik pengolahan minyak sawit yang cukup terkenal.

Lalu ngapain ke Tarjun?, – begitu pertanyaan yang saya terima dari teman-teman. “nengok bekantan”, begitu jawab saya sambil ketawa.

Continue reading

2 Comments

Filed under jalan-jalan, Kerja, kerjaan, traveling

Local Hero = Super Hero

Bukan pertama kali saya mengikuti kegiatan menengok area di mana PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement”) melaksanakan kegiatan CSR-nya. Saya bersama teman-teman blogger lain pernah diajak ke objek wisata Bayu Panas dan menengok Kampung Batik Ciwaringin di Cirebon. Di objek wisata Bayu Panas, Indocement membantu melengkapi fasilitas di sana agar dapat mengundang lebih banyak wisatawan dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi kas pendapatan daerah. Kemudian Indocement juga membantu pengembangan Batik Ciwaringin agar lebih banyak dikenal masyarakat. Dari penyediaan modal, pelatihan, pembentukan koperasi sampai pembuatan patennya. Kemudian di Citeureup, kami diajak melihat bagaimana Indocement berupaya menjaga kelestarian alam di area eks tambang, juga membantu pengelolaan sampah rumah tangga sehingga menjadi aneka barang yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Kalau boleh jujur, kunjungan terakhir ke Desa Jati Endah Kecamatan Cilengkrang beberapa hari lalu adalah kunjungan paling menarik dan membuat decak kagum. Bukan karena lokasinya yang nggak bikin saya harus menyetir jauh-jauh ke Citeureup atau berkereta ke Cirebon kok, tapi lebih ke semangat penduduk Desa Jati Endah yang menyambut kami dengan senyum hangat dan segudang cerita. Juga pastel, pisang molen, kue mangkok, tahu bulat dan lain-lain. 

IMG_5527.JPG

Continue reading

5 Comments

Filed under jalan-jalan, kerjaan, Saya, Saya, dan Saya