Category Archives: traveling

Memanjakan Mata Sebelum Tidur di Yats Colony

Mengunjungi Yogyakarta saat weekday mungkin adalah keputusan paling pintar yang saya lakukan baru-baru ini. Menginap di Yats Colony adalah keputusan paling pintar nomor dua yang kemudian saya lakukan juga.

Dua tahun lalu saya menginap di salah satu boutique hotel yang katanya paling hipster se-Yogyakarta. Saat itu, seorang teman baik membisiki katanya akan ada hotel yang jauh lebih asik daripada yang saya inapi waktu itu. Setahun kemudian saya mendengar soal hotel bernama Yats Colony. Rupanya ini hotel yang dimaksud 🙂

Attachment-1

Continue reading

4 Comments

Filed under Friends, hotel review, jalan-jalan, life, Makan Minum, Sahabat, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Tempat Instagramable Baru di Yogyakarta : Pesanggrahan Rejowinangun atau Situs Warungboto

Kalau saja siang itu kami menyerah setelah google map dan waze mengarahkan kami ke Warung Boto yang lain, jelas saya nggak akan punya foto ini,

FullSizeRender

Sudah beberapa kali saya mendengar yang namanya Situs Warungboto. Baru belakangan saya tahu bahwa Warungboto adalah nama daerah. Jadi google map dan waze sih nggak salah-salah amat, tapi mereka mengarahkan saya dan teman-teman ke Warungboto yang lain.

Untung saja Kang Motulz punya ide cemerlang untuk mencari jalan dengan satellite view di google map dengan perhitungan, kan namanya situs bentuknya pasti beda ama rumah biasa ya. Eh bener aja, langsung ketemu. Dari pinggir jalan Veteran (area Umbulharjo) terlihat situs ini dari arah atas. Tanya punya tanya, ternyata pintu masuknya nggak dari situ, arahan dari seorang bapak-bapak yang siang itu sedang asik ngopi di warung kopi begini “lurus aja, nanti ada belokan ke kiri, setelah belok ada gapura hijau, masuk situ, ada tulisan Situs Warungboto sekalian tempat parkirnya”

DSC04660

Baiklah pendek kata akhirnya ketemu juga pintu masuknya. Memang harus lewat-lewat rumah penduduk sih. Belum ada loket tiket di situs ini. Sampai di sana saya baru tahu bahwa yang sekarang disebut Situs Warungboto ini, dulu bernama Pesanggrahan Rejowinangun. Ada seorang bapak yang duduk di halaman rumah, meminta kami mengisi buku tamu di mana ada beberapa lembar uang sebagai donasi dari yang mengunjungi pesanggrahan ini.

Pesanggrahan Rejowinangun dibangun di masa pemerintahan Hamengkubuwono I dan diselesaikan di masa pemerintahan Hamengkubuwono II. Keseluruhan bangunannya dari bata tanpa unsur kayu, sama seperti yang kita lihat di Taman Sari. Ada foto-foto saat Pesanggrahan Rejowinangun ini belum dipugar. Setelah lama terbengkalai, tentu saja bangunannya mulai rusak. Gempa besar yang menimpa Yogyakarta tahun 2009 juga memperparah kerusakannya. Renovasi kemudian dimulai tahun 2015-216 dan saat ini kita bisa melihat beberapa bagian pesanggrahan yang masih utuh misalnya bagian kolam, pendopo dan masjid.

DSC04665

DSC04766.JPGDSC04702.JPGDSC04679.JPG

Di salah satu bagian ada sebuah kompleks pemakaman keluarga, waktu Mbak Eny Fiersa bilang “eh di sini ada pasarean”, ternyata maksudnya makam. Sementara saya yang Sunda lahir batin menyangka maksudnya “pasarean” itu tempat tidur 🙂

Waktu saya kesana, hanya ada 4 orang lain yang sedang berfoto-foto. Iya, di musim Instagram begini, Pesanggarahan Rejowinangun sungguhlah Instagramable, Instagram-material, apalah-apalah pokoknya asik buat foto-foto. Lagipula saat ini belum ada guide atau pemandu yang bercerita mengenai sejarah situs ini. Jadi satu-satunya kegiatan yang bisa dilakukan di sana yang memang foto-foto.

DSC04760

Ya bisa juga mengambil footage untuk vlog seperti yang dilakukan Kang Motulz. Silakan intip videonya di sini dan jangan lupa subscribe youtube channelnya, pesannya.

Berkeliling di Pesanggrahan Rejowinangun, mau tak mau saya teringat akan Taman Sari. Karena bentuk bangunannya agak mirip, ya toh fungsinya juga sama, sebagai tempat peristirahatan raja dan keluarganya masa itu.

Kelihatannya sih beberapa waktu ke depan Pesanggrahan Rejowinangun ini akan ramai dikunjungi orang. Baik pecinta sejarah maupun pecinta foto-foto. Semoga segera disediakan pemandu yang bisa bercerita dengan fasih perihal sejarah situs ini. Semoga juga nggak ada yang iseng coret-coret dinding dan juga buang sampah sembarangan.

DSC04668

2 Comments

Filed under Cinta, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Glamping. Camping Tapi Mewah di Trizara

Berlibur atau sekedar berakhir pekan di Bandung memang selalu menarik. Ngopi, belanja, makan enak, jalan-jalan, ngangon anak, semuanya bisa dilakukan dengan mudah (dan murah) di Bandung. Murah apa engganya sebenernya ya tergantung pilihan kamu juga sih ya 🙂

Dan asiknya, selalu ada yang baru di Bandung. Dari makanan, tempat ngopi, sampai tempat menginap. Belakangan ini lagi ngetrend yang namanya Glamping, atau Glamour Camping. Udah tau dong maksudnya apa. Iya, camping tapi minus kerepotan-kerepotan yang biasa kamu temui saat camping beneran. Misalnya urusan kamar mandi, urusan tempat tidur dan urusan-urusan lain.

Ada beberapa pilihan tempat untuk Glamping di Bandung. Salah satunya adalah Trizara Resort yang berlokasi di area Lembang. Tempatnya pas karena dingin-dingin ala campingnya dapet banget!

FullSizeRender

Continue reading

Leave a comment

Filed under Family, Friends, hotel review, jalan-jalan, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Menginap di Lumbung, di Hotel Vila Lumbung

foll

Tak banyak hotel yang mengingatkan saya akan masa kecil dulu. Soalnya, hotel-hotel sekarang rata-rata bergaya minimalis, atau chic, atau hipster, atau edgy-edgy gimana gitu. Sementara hotel-hotel jaman saya kecil dulu banyaknya berbentuk bungalow, yang satu unit bisa buat berbanyakan, yang kamar mandinya bessaaaaaaar dan satu hal yang selalu saya ingat adalah ada meja+kursi di teras kamarnya. Waktu saya kecil dulu, almarhum ayah saya sering banget mengajak kami ke Pangandaran, dan di meja yang ada di teras kamar kami selalu ada suguhan teh manis hangat + kue-kue menjelang sore.

Selepas Trip of Wonders kemarin-kemarin, saya menyempatkan diri extend di Bali dan menginap di Hotel Vila Lumbung. Sudah cukup malam waktu saya tiba di sana. melalui proses check in yang cepet dan nggak pake lama, saya diantar ke kamar melewati kebun besar. Yes, nginepnya beneran di lumbung, persis seperti namanya.

Persis seperti hotel-hotel dari masa kecil saya dulu, ada satu set meja kursi di teras kamar saya. Kamarnya besar, bahkan ada satu kamar ekstra berisi satu daybed besar plus meja kerja.

DSC03282

(pssst kusuka size ranjangnya yang gede banget itu)

Continue reading

2 Comments

Filed under hotel review, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Bermewah-mewah Menjelang Bromo

Sebelum pergi ke Bromo sama Telkomsel sebelum Lebaran kemarin dalam rangka #TripBikinKeren #BikinKerenIndonesia kemarin, saya tak menduga kalau pergi piknik ke Bromo bisa juga tidur di tempat yang nyaman malahan cenderung mewah.

Sampai kemudian saya sampai ke Jiwa Jawa. Sebuah resort yang berlokasi di Probolinggo, Jawa Timur. Cuma selemparan botol air mineral dari Bromo (kalau yang ngelemparnya Hercules)

FullSizeRender(2)

Continue reading

4 Comments

Filed under Friends, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Berry Glee : Hotel Gemes Buat Liburan Keluarga

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyain pada saya soal Bali salah satunya adalah “Kalau bawa anak, enaknya kemana, makan apa dan nginep di mana”. Yes, ke Bali bawa anak dan tanpa anak memang bisa jadi beda banget pilihan destinasi dan itinerari nya. Katanya sih banyak juga yang terbantu dengan artikel yang pernah saya tulis bersama TripCanvas di sini.

Sebelum Lebaran kemaren, saya sudah curi start liburan duluan ke Bali. Soalnya kalau pas liburan kan pasti penuh banget ya. Kabarnya pas libur Lebaran kemaren lewat Kuta penuh perjuangan banget. Kabayang sih, teman-teman yang saya kenal aja ada berapa banyak yang ke Bali. Belom lagi yang ga kenal yakan?

(iyain aja biar cepet)

Berry Glee Hotel yang ada di jalan Raya Kuta jadi pilihan saya buat liburan kemarin karena alasan-alasan sebagai berikut

Continue reading

Leave a comment

Filed under Family, Info Aja, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Instagram Live-an Dari Bromo

Menunggu bukan lagi kegiatan yang membosankan buat saya. Apalagi bikin kesal, nggak sama sekali. Sudah 2-3 bulan ini saya menghabiskan cukup banyak waktu menunggu giliran fisioterapi demi memperbaiki lutut cedera saya yang pernah saya ceritakan di sini. Nggak tanggung-tanggung, nunggunya bisa sejam aja. Diam-diam saya juga suka berharap lampu merah di jalan sedikit lebih lama. Lalu tanpa terasa saya juga menghabiskan waktu lebih banyak di kamar mandi.

Ngapain coba?

Kuncinya cuma satu : koneksi.

Continue reading

2 Comments

Filed under jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya, traveling