Category Archives: Family

Tijili Tanjung Benoa : Ide Bagus Untuk Liburan di Bali

Segitu sering bolak-bali ke Bali, sudah cukup lama saya nggak pergi ke area Tanjung Benoa. Pernah sekali karena nyasar, kemudian belum ada kesempatan untuk kembali ke sana lagi. Padahal pantai di Tanjung Benoa lumayan menyenangkan untuk berjemur, main air, dan tentu saja watersport kan ya. Kata orang, begitu mendengar kata “Benoa”, yang teringat pasti watersport.

Akhirnya kemarin saya memutuskan untuk menghabiskan malam di Tanjung Benoa. Kebetulan ke Balinya bawa Biyan pula, dia pasti senang kalau diajak menginap di hotel yang beach front.

Karena kadung jatuh cinta dengan Tijili Seminyak yang beberapa kali saya inapi, maka pas mau ke Tanjung Benoa, Tiji Benoa tentu saja jadi pilihan utama saya. Selain suka dengan konsep hotel dan designnya, saya suka kehangatan yang selalu saya rasakan di Tijili. Begitu sampai, langsung hasrat foto-foto dong ya

SAMSUNG CSC

Continue reading

2 Comments

Filed under Family, hotel review, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Glamping. Camping Tapi Mewah di Trizara

Berlibur atau sekedar berakhir pekan di Bandung memang selalu menarik. Ngopi, belanja, makan enak, jalan-jalan, ngangon anak, semuanya bisa dilakukan dengan mudah (dan murah) di Bandung. Murah apa engganya sebenernya ya tergantung pilihan kamu juga sih ya 🙂

Dan asiknya, selalu ada yang baru di Bandung. Dari makanan, tempat ngopi, sampai tempat menginap. Belakangan ini lagi ngetrend yang namanya Glamping, atau Glamour Camping. Udah tau dong maksudnya apa. Iya, camping tapi minus kerepotan-kerepotan yang biasa kamu temui saat camping beneran. Misalnya urusan kamar mandi, urusan tempat tidur dan urusan-urusan lain.

Ada beberapa pilihan tempat untuk Glamping di Bandung. Salah satunya adalah Trizara Resort yang berlokasi di area Lembang. Tempatnya pas karena dingin-dingin ala campingnya dapet banget!

FullSizeRender

Continue reading

Leave a comment

Filed under Family, Friends, hotel review, jalan-jalan, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Berry Glee : Hotel Gemes Buat Liburan Keluarga

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyain pada saya soal Bali salah satunya adalah “Kalau bawa anak, enaknya kemana, makan apa dan nginep di mana”. Yes, ke Bali bawa anak dan tanpa anak memang bisa jadi beda banget pilihan destinasi dan itinerari nya. Katanya sih banyak juga yang terbantu dengan artikel yang pernah saya tulis bersama TripCanvas di sini.

Sebelum Lebaran kemaren, saya sudah curi start liburan duluan ke Bali. Soalnya kalau pas liburan kan pasti penuh banget ya. Kabarnya pas libur Lebaran kemaren lewat Kuta penuh perjuangan banget. Kabayang sih, teman-teman yang saya kenal aja ada berapa banyak yang ke Bali. Belom lagi yang ga kenal yakan?

(iyain aja biar cepet)

Berry Glee Hotel yang ada di jalan Raya Kuta jadi pilihan saya buat liburan kemarin karena alasan-alasan sebagai berikut

Continue reading

Leave a comment

Filed under Family, Info Aja, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Yakin Belum Tua?

Satu tahun belakangan ini mungkin satu tahun yang paling cepat dari tiga puluh delapan tahun hidup saya. Tak terasa 2017 ini tahu-tahu hampir menginjakkan kaki di paruh pertamanya.

Banyak hal terjadi di satu tahun belakang ini ; saya berhenti kerja, memulai pekerjaan-pekerjaan freelance yang kadang menyenangkan kadang nyebelin, mengisi hari-hari saya dengan antar mengantar Biyan les ini itu, kadang yang dianternya cemberut karena lagi capek pulang sekolah kok ya disuruh les katanya. Kadang mamanya sabar hanya mengelus kepala “yang semangat Nak, kan les nanti yang pinter kamu-kamu juga”. Kadang cuma pengen diem trus turunin anak rewel di pinggir jalan. Ini beneran. Tapi tentu saja tak pernah terjadi,

Continue reading

9 Comments

Filed under Cantik, Family, Friends, Just a Thought, Kesehatan, life, Plurk, Saya, Saya, dan Saya

2016, Kamu Brengsek!

Begitulah yang terus menerus saya dengar terutama menjelang akhir tahun ini. Selain brengsek, 2016 juga dianggap banyak bawa sial, bawa susah dan banyak yang tak sabar agar dia segera berakhir. Meninggalnya Carrie Fisher yang membuat nyaris semua orang di timeline (path & twitter terutama) sedih ternyata nggak cukup untuk membuat 2016 menjadi beneran brengsek. Karena tak lama kemudian Debbie Reynolds, ibunya Carrie meninggal pula karena katanya saking sedihnya.

Nggak cukup, George Michael, penyanyi kesukaan saya sejak kecil juga meninggal di 2016. Mendengar Careless Whisper dan Faith tak lagi terasa sama. Nggak tanggung-tanggung, meninggalnya pas Natal pula, lagu Last Christmas ternyata beneran Last Christmas untuknya.

Nggak cuma yang meninggal-meninggal, timeline Twitter super nyebelin pula di taun 2016. Pilkada DKI yang kemudian beritanya diteruskan dengan berita-berita sentimen agama, sentimen ras, intoleransi, kekerasan, pembunuhan, perampokan. You name it. Apa yang 2016 nggak punya? Semua ada. Gempa, banjir, Aleppo, Dian Sastro potong rambut pendek tapi tetep cantik aja, Keenan Pearce punya pacar baru. Apalagi?

Continue reading

18 Comments

Filed under Buku, Cinta, Family, Just a Thought, life, Saya, Saya, dan Saya

Toleransi yang Teori Bukan yang Praktek

Malam itu, 4 November 2016 saya sedang ada di Bali, dan anak saya satu-satunya si Biyan ada di rumah, di Bandung. Suasana berlibur saya diwarnai dengan intip-intip timeline twitter dan berita-berita seputar aksi (katanya) damai yang terjadi di Jakarta selepas salat Jumat. Lepas maghrib, berita-berita  mulai mencekam. Aksi (katanya) damai kemudian dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan dan tindakan kriminal di jalanan dan sempat terlintas kabar bahwa sayangnya (lagi-lagi) bawa-bawa urusan etnis Cina.

Continue reading

33 Comments

Filed under Cinta, Family, Friends, Saya, Saya, dan Saya

Starter Kit Anti Kecewa Buat Anak 9 Tahun

Yang saya mau tulis sekarang ternyata pernah saya tulis kurang lebih satu setengah tahun yang lalu. Artinya, dalam kurun waktu satu tahun setengah saya ternyata belum punya solusi ampuh untuk mengatasi kekecewaan pada anak.

Kalau bisa – kalau bisa nih – rasanya ingin membekali Biyan, anak saya satu-satunya itu dengan sebuah gelembung besar di sekelilingnya di mana dia aman dari segala macam kekecewaan, dari orang-orang yang tidak baik, dari perkataan-perkataan buruk yang mungkin didengarnya suatu hari nanti. Tapi kan nggak mungkin ya, satu waktu nanti dia akan keluar dari pelukan aman saya dan menghadapi begitu banyak masalah, menghadapi banyak macam orang yang tentu saja nggak semuanya baik.

fullsizerender

difotoin Teppy

Continue reading

2 Comments

Filed under Cinta, Family, Saya, Saya, dan Saya