Yakin Belum Tua?

Satu tahun belakangan ini mungkin satu tahun yang paling cepat dari tiga puluh delapan tahun hidup saya. Tak terasa 2017 ini tahu-tahu hampir menginjakkan kaki di paruh pertamanya.

Banyak hal terjadi di satu tahun belakang ini ; saya berhenti kerja, memulai pekerjaan-pekerjaan freelance yang kadang menyenangkan kadang nyebelin, mengisi hari-hari saya dengan antar mengantar Biyan les ini itu, kadang yang dianternya cemberut karena lagi capek pulang sekolah kok ya disuruh les katanya. Kadang mamanya sabar hanya mengelus kepala “yang semangat Nak, kan les nanti yang pinter kamu-kamu juga”. Kadang cuma pengen diem trus turunin anak rewel di pinggir jalan. Ini beneran. Tapi tentu saja tak pernah terjadi,

Beberapa hari setelah ulang tahun saya yang ke 38 bulan Februari kemarin, saya terbang ke Bali sendirian. Di pesawat bersebalahan dengan sepasang pemuda pemudi yang kalau dilihat-lihat, ukuran mahasiswa lah umurnya. Kemudian mereka makan dan menawari saya “makan, Tante”. Begitu katanya.

Tante.

Saya udah dipanggil tante sama pantaran anak mahasiswa.

Kemudian pas nyampe bandara Bali ada juga pemuda lain yang tak sengaja menyenggol saya dan katanya “maaf Bu”.

Ibu katanya.

Saya pernah menulis kalau saya nggak takut dibilang tua. Umur bukanlah sesuatu yang bisa kamu sangkal. Saya justru takut kalau dibilang dandanan tak tahu diri, pengennya kelihatan muda terus padahal umur tak lagi sedikit. Reflek saya kemudian melirik dandanan saya : kaos hitam, rok batik dan thong. Dalam hati membatin “untung nggak pakai sepatu keds”.

Yang kemudian membuat saya berpikir emangnya kenapa kalau pake sepatu keds? Dengan punya anak lelaki yang bawaannya masih doyan lari-lari, keds adalah sepatu paling masuk akal buat saya. Gara-gara khawatir terlihat maksa pengen keliatan muda melulu, saya jadi mikir berulang-ulang kalau mau pake sepatu keds.

Kemudian saya curhat sama ibu saya. Perihal dipanggil tante itu tadi. “perasaan dandanan nggak beda jauh lho mam. Dan saya kan nggak dandan menor, masa sih dipanggil tante, emang ibu mereka itu umur berapa sih coba”

Agak emosi memang curhatnya 😀

Untung ibu saya lagi cukup tidur dan nggak lagi laper sehingga jawabannya cukup masuk akal “bukan dandanannya, tapi pembawaannya”

Oh

Mulai agak tenang dong ya haha yang penting saya nggak terlihat tua karena dandanan yang berlebihan sehingga menyerupai tante-tante : )))

Tapi emang sih. Beberapa waktu ke belakang saya sempat curhat dengan beberapa teman bahwa sekarang ini saya merasa tua. Ketambahan lagi awal Januari kemarin saya mengalami cedera lutut yang ringan-ringan nyusahin. Jadi ceritanya kelamaan treadmill. Hampir 2 jam, saking keasikan sambil nonton kan ya. Emang sih bukannya lari terus, kadang-kadang jalan cepat kadang-kadang jalan pelan tapi total-total 2 jam lah saya di atas treadmill.

Kemudian lutut sakit luar biasa, akhirnya ke dokter. Dokternya bilang gini,

“ya emang sih treadmill bagus buat anak-anak muda Bu”

Saya dalam hati membatin “ya makanya saya treadmill dok”

Tapi kemudian katanya “tapi kalau di umur-umur kita ya sebaiknya jangan terlalu lama, 15 menitan lah cukup”

Eh wait. What? Maksudnya saya udah ketuaan nih untuk treadmill-treadmillan?

“Lho ibu udah mau 40 lho Bu, yakan?”

Menunduk lemas “ya iya sih”

 

9 Comments

Filed under Cantik, Family, Friends, Just a Thought, Kesehatan, life, Plurk, Saya, Saya, dan Saya

9 responses to “Yakin Belum Tua?

  1. Ini aku bacanya antara senyum2 tapi ya ngangguk juga. Tapi ya gimana donk ya kita belum rela dipanggil tante. Hihi masuh denial nih.

    Btw mba seriusan di treadmill 2 jam? Wiihhh hebat..tp emang bahaya jugalah ya sampe lutut sakit gitu

  2. saya juga udah tua, bentar lagi 32 tahun kak 😀

  3. R

    Selamat datang di dunia pra-manula, di mana onderdil2 badan mulai ngadat 🙂

  4. Nita Sellya

    You. Speak. My. Mind. Hahahahaha. Gue suka lupa ama umur. Untungnya belum ada yang (tega/berani) bilang dandanan gue kemudaan sih. And don’t worry, lo ngaku 29 juga masih pada percaya :*

  5. Aku klo boleh saran, buat fitnessnya kurangin cardio dan banyakin weight lifting mulai dari yg ringan2 dulu. Soalnya emang makin rentan cidera sih makin “dewasa”. :p

  6. jokeray

    saya yang masih 17 lewat dikit ini aja, udah resmi dipanggil PAK, OM dan PAMAN. jadi….

    *malah curhat*

  7. Dipanggil “bu” biasanya untuk alasan kesopanan, mbak. Saya aja yang 20 tahunan beberapakali dipanggil ibu. Ya nggak papa berarti orang itu berusaha menghormati kita. Tapi wanita emang biasanya sensitif masalah usia dan berat badan ya. 🙂

  8. Beberapa bulan terakhir saya sempat gelisah karena akan memasuki kepala 4. Ya kurang lebih seperti tulisan ini. Tapi begitu masuk, ternyata santai aja. Merasa gak ada bedanya. Tapi memang udah mulai suka sakit lutut juga 😀

  9. Pingback: Instagram Live-an Dari Bromo | Kata Shasy.......

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s