Xiamen : Kota Paling Romantis di China

Kalau boleh jujur, Xiamen tak ada di daftar tempat yang ingin saya kunjungi di negeri China. Guilin yang terkenal dengan keindahan alamnya ada di posisi nomer satu dan Shanghai yang terkenal vibrant itu ada di nomer dua. Maka waktu saya menerima undangan dai Xiamen Air dan Xiamen Municipal Bureau of Tourism untuk berkunjung ke sana, saya langsung sibuk browsing dan rasanya ingin langsung packing dan pergi. Padahal waktu itu visa aja belum jadi. Melihat Xiamen dari layar laptop membuat saya jadi tak sabar untuk melihatnya langsung.

Snapseed

Xiamen adalah sebuah kota pelabuhan yang terletak di bagian tenggara negeri China. Sebelum dikenal dengan nama Xiamen, kota ini dulu disebut Amoy. This explains kenapa banyak magnet kulkas dan souvenir lainnya bertuliskan “I love Amoy”. Xiamen sendiri artinya “pintu masuk” karena fungsinya sebagai kota pelabuhan dan juga sebagai kota pertama di China yang terbuka untuk investasi dan perdagangan asing ketika Tiongkok memulai reformasi ekonomi pada awal tahun 1980-an.

LRG_DSC06540

Kota Xiamen sendiri terdiri dari bagian daratan dan lautan, karena sebagian areanya adalah hasil reklamasi. Hal ini jadi menarik karena setiap kita berada di tempat yang berbeda, Pak Thomas, guide kami yang asli kelahiran Xiamen itu selalu menerangkan “kita sekarang ada di tanah yang dulunya laut” atau “nah ini memang daratan”. Walaupun akhirnya ga pernah inget karena toh banyak tempat yang kami kunjungi di Xiamen.

Yang paling menarik dari Xiamen adalah kebersihannya. Kunjungan saya ke Shenzen beberapa tahun lalu membuat agak trauma karena toilet umum yang tak termaafkan bau dan kotornya membuat saya datang ke Xiamen dengan low expectation soal kebersihan, terutama kebersihan toilet.

Tapi saya dan teman-teman dibuat sungguh kagum dengan toilet mereka. Hampir semua bersih dan terawat dengan baik. Hampir serupa mall di Bandung-lah standarnya. Memang ada satu-dua kali kami menemui toilet dengan aroma tak sedap, tapi rata-rata sih udah cukup ok. Pemerintah Xiamen kayaknya juga sadar bahwa penduduknya banyak yang kurang sadar kebersihan, karenanya beberapa toilet dibuat automatic flushed. Beberapa toilet lain flush nya pake kaki, mungkin mereka tau orang suka males flush pake tangan ya.

Hal lain yang membuat saya iri dengan Xiamen adalah fasilitas sepeda yang bisa dipakai warganya. Di mana-mana ada shelter sepeda yang bisa dipakai dengan scan QR code menggunakan aplikasi di henpon mereka. Canggih ya? Iya. Sayangnya kami-kami yang berstatus turis ini nggak bisa ikutan menggunakannya karena untuk punya aplikasinya perlu id resmi. Semoga ke depan Xiamen mengeluarkan semacam EZ link punya Singapore yang bisa dibeli bebas supaya fasilitas ini juga bisa dipakai oleh turis. Kan kayaknya asik kalau bisa bersepeda berkeliling Xiamen yang adem.

DSC07026

DSC07028

Di Xiamen kamu nggak akan menemukan sepeda motor. Motor dilarang di Xiamen. Katanya karena tingkat kecelakaan lalu lintas motor cukup tinggi dan menyebabkan polusi. Di beberapa area Xiamen, kamu juga dilarang membunyikan klakson. Sebuah ide brilian, karena di jalan jadi nggak berisik.

Oya urusan cuaca. Pas kami pergi, baru mau mulai masuk musim dingin. Belum sampai dingin banget sih, rata-rata 21 derajat celcius. Masih bearable, mirip-mirip Bandung jaman dulu. Angin memang suka berhembus agak kencang makanya perlu bekal jacket agak tebal. Hujan suka turun rintik-rintik kecil, kalau pergi ke sana memang perlu bekal payung kecil dalam tas.

Yang juga membuat Xiamen istimewa adalah pemandangannya yang kerap berganti bila kamu mengelilingi kota ini dengan mobi/bis. Kadang terlihat laut, kadang gedung-gedung tinggi, kali lain kamu akan melihat area pemukiman yang sepi, lalu kamu akan mendapati jalan raya yang ramai. Pergantian suasana ini mungkin adalah salah satu alasan kenapa Xiamen dinobatkan sebagai kota paling romantis di China pada tahun 2011. Bukan cuma itu, Xiamen juga disebut sebagai kota kedua paling nyaman untuk ditinggali di China. Nomer satunya apa cobaaaaa? 😉

Trus, tempat apa aja yang kami kunjungi di Xiamen?

  1. Wuyuanwan Wetland Park

Tempat ini nampaknya adalah spot foto-foto untuk warga Xiamen dan turis-turis lokal yang kebanyakannya warga senior alias manula. Bisa jadi karena waktu itu Senin ya, yang usia kerja ya masih pada kerja. Dari deck kayu di Wuyuanwan, terlihat area daratan yang dihubungkan dengan jembatan nan megah.

Attachment-1(1)

LRG_DSC06494

Begitu duduk di deck, semua peserta #XiamenFamTrip yang ada 10 orang itu pun langsung duduk mager. Maklum, bangun pagi-pagi mengejar flight Xiamen Air plus angin sepi-sepoi dan cuaca Xiamen yang ngajak tidur siang itu sungguh bikin malas bergerak. Tapi kami tetap foto-foto. Mager is one thing, foto-foto is a must.

IMG_9021

2. Zhongshan Road

Area perbelanjaan Zhongshan Road mungkin adalah tempat favorit bagi sebagian peserta #XiamenFamTrip kemarin itu. Bukan perihal belanjanya, tapi suasananya. Zhongshan Road adalah area pejalan kaki, artinya tak ada kendaraan (bahkan sepeda) yang boleh masuk. Artinya? YAK BOLEH FOTO-FOTO SAMBIL TIDURAN DI JALAN!

7C67B270-50EB-4D06-8F19-3657DEAECA42-687-0000004FF6A064C6_tmp

Attachment-1(2)

Attachment-1(3)

Yang paling menarik dari Zhongsan Road adalah aneka makanannya. Dari mangga seukuran nangka sampai sate gurita yang membuat Mbak Eny dan beberapa teman lain tergiur.

DSC06591

DSC06601

Dan lobsternya. Duh lobsternya!

DSC06604

Kami cukup beruntung bisa mengunjungi Zhongshan Road siang dan malam. Suasananya berbeda tapi sama-sama menyenangkan.

IMG_9930

IMG_9452

Kalau sempat ke sana, sempatkan masuk ke gang-gang dari jalan utama, siapa tau kamu akan menemukan coffee shops tempat anak-anak muda Xiamen nongkrong-nongkrong.

DA52CE00-7B00-4C61-A23C-A21868BE0FFC

IMG_9447

3. Tan Kah Kee Memorial Park

Tan Kah Kee adalah seorang pengusaha kelahiran Xiamen yang di masa hidupnya banyak melakukan kegiatan charity yang membantu banyak sekali orang. Tak hanya di Xiamen, Tan Kah Kee juga membangun beberapa sekolah di Singapura. Merasa sering mendengar namanya? Iya betul, MRT Tan Kah See di Singapura itu berasal dari nama pengusaha yang pada masa anti Jepang di Singapura pernah melarikan diri ke Pulau Jawa ini.

IMG_0291

(ini fotonya minjem punya @mrizag)

Tan Kah Kee Memorial Park dibangun untuk memperingati jasa sang Henry Ford asal Asia ini (demikian dia biasa disebut). Di sana kamu akan menemui makamnya, dan museum yang menceritakan kisah hidupnya.

DSC06977

4. Zeng Cuo An

Zeng Cuo An mungkin bisa dibilang tempat favorit saya selama di Xiamen. Area ini adalah area pemukiman warga yang tadinya sih cuma kebetulan banyak yang jualan makanan. Kemudian pemerintah setempat menatanya untuk dijadikan salah satu destinasi wisata khususnya bagi yang senang jajan dan makan (baca : saya)

DSC07266

Sepanjang jalan kamu akan menemukan aneka street food yang membuat kabita. Kabita apa sih? Kabita itu liat makanan trus kepengen, nah itu. Bayangkan aja kalau sepanjang jalan mesti berkali-kali menelan ludah kan ya.

DSC07246

DSC07252

DSC07261

DSC07275

Selain makanan, di Zeng Cuo An kamu juga akan menemukan banyak toko souvenir, toko perhiasan sampai toko baju. Bisa dibilang one stop shopping centre ya kalau begini

DSC07236

DSC07248

Zeng Cuo An adalah area yang sangat ramai cenderung berisik. Selain yang berjalan kaki, kamu juga akan menemui orang-orang yang naik sepeda dan sibuk membunyikan klaksonnya. Kalau kamu lebih suka area yang sepi dan tenang, Zeng Cuo An bukan untukmu. Kalau saya sih suka banget *diulang*

5. Yungda Lake

“Sebetulnya ini teluk, bukan danau” – kata Pak Thomas guide kami yang orang tuanya berasal dari Palu, Indonesia dan kemudian ikut eksodus ke China sekitar tahun 60an itu. “Kita akan naik boat keliling teluk ini, asik sekali!” – katanya lagi.

IMG_0028

Pak Thomas nggak salah, perjalanan sekitar 45 menit mengelilingi Yungda Lake ini memang asik sekali. Sayangnya cuaca agak mendung jadi langit agak kelabu, tapi tak menyurutkan hasrat kami untuk foto-foto sampai 4 roll film. Untung ini jaman digital jadi nggak perlu bawa-bawa roll film.

IMG_9283

Yah namanya ibu-ibu, diajak cruising tetep aja harus ngecek anak di rumah via whatsapp kan ya.

Lalu bagaimana kalau kamu jadi ingin ke Xiamen setelah baca postingan ini?

Tenang.

Sekarang ini ada direct flight dari Jakarta ke Xiamen dengan Xiamen Air. Berangkay dari terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, perjalanan Jakarta-Xiamen ditempuh dalam waktu 5 jam saja. Lalu bagaimana dengan ground tour-nya? Kalau mau tau kontak tour di sana, tinggalin pesan di kolom komen ya, nanti saya info kontaknya.

Sebetulnya ada 1 tempat menarik lagi di Xiamen, yaitu Gulangyu Island. Tapi saking menariknya pulau ini, saya akan menulisnya di postingan terpisah. Gak sabar? Ya sebaiknya begitu sih 🙂

13 Comments

Filed under Friends, jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya, traveling

13 responses to “Xiamen : Kota Paling Romantis di China

  1. Iwan

    Saya suka …saya suka ulasannya dan foto2nya…

  2. Senangnya pergi denganmu itu…urusan menemukan makan enak lebih mudah hahaaa….dan foto-fotomu selalu deh, lebih cakep. Ih!

    • Pashatama

      kalau pergi sama aku pokoknya urusan makan enak selalu terjamin kan ya, dari Bali, Bandung, Bogor, Jogja, Xiamen, Wuyishan, dan yang sudah jadi nama group itu lho. ehem

  3. Kenapa romantis? karena ngangenin.. sumpah! Baru sehari balik dari Xiamen, langsung kangen pengen balik lagi. Apalagi abis baca tulisan ci Shasy… makin deh

  4. Aku suka udang nyungsepnya!!! Enak2 sih jajanan seafoodnya bikin ngiler semuaaaa

  5. Kenapa jajanan di Zhongshan Road keliatan enak semua!!!! Gede2 lagi 😱
    Btw, love your red-framed sunglass kak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s