Gulangyu : Pulau Tanpa Mobil, Motor Bahkan Sepeda di Tenggara Cina

Ada satu tempat di Xiamen yang menurut saya memang perlu didekasikan dalam satu postingan khusus ; Gulang Island, atau sering disebut Gulangyu (yu = island), juga Kulangsu. Bagaimana kamu menyebutnya tak masalah. Yang menjadi masalah adalah kenapa Gulangyu menjadi istimewa dan di postingan ini kamu akan menemukan alasannya.

Attachment-1(1)

Pak Thomas, guide kami yang informatif dan menghibur itu bilang gampang aja kalau mau buat jembatan dari Xiamen ke Gulangyu. Tapi untuk mempertahankan kesan ‘liburan ke pulau’, maka pemerintah Xiamen memutuskan untuk tidak membangun jembatan. Kalau mau ke Gulangyu ya mesti naik ferry. Perjalanannya nggak lama kok, hanya sekitar 10 menitan dengan harga tiket sekitar 60 ribuan. Info dari mana naik ferrynya bisa kamu simak di sini ya.

IMG_9665

ferry-nya

IMG_9571

ticketnya

IMG_9667

di ferry menuju Gulangyu bareng Tika, Motulz, Ainun & Eny

Di pulau seluas 2 km persegi ini kamu nggak akan menemukan kendaraan bermotor. Bahkan sepeda pun tidak. Lalu gimana kalau mau kemana-mana? Ya jalan kaki. Makanya pulau ini disebut pedestrian island. Sangat menarik karena walaupun nggak besar, pulau ini juga nggak kecil-kecil amat. Untuk membantu turis yang ingin berkeliling pulau tapi waktunya nggak banyak disediakan battery car.

IMG_9617

Walaupun Gulangyu disebut sebagai salah satu destinasi pariwisata yang paling diminati di China, isi pulau ini bukan cuma turis. Ada 20.000 penduduk yang tinggal di sana. Karenanya kamu akan menemukan sekolah sampai tingkat SMA di Gulangyu. Penduduknya pasti sehat-sehat ya, kan ke mana-mana jalan kaki.

IMG_9607

Saya juga menemukan banyak villa di Gulangyu. Saya kemudian membatin “lain kali kalau ke sini lagi maulah nginep barang dua malam saja supaya bisa menikmati day-to-day life di Gulangyu”. Selain villa, ada banyak restaurant, kafe, bar, dan museum. Walau weekday, pulau ini cukup ramai. ya gimana enggak, pengunjungnya bisa mencapai 10 juta orang per tahun.

IEAIE4546

Namanya juga pulau, tentu saja ada pantai di Gulangyu. Tapi dengan suasana yang jauh berbeda dengan Gili Trawangan, misalnya. Di Gulangyu saya nggak menemukan pengunjung berenang dan berjemur, mereka rata-rata main-main air dan pasir di pantai dengan pakaian lengkap, bukan baju renang, apalagi bikini. Karena menjunjung tinggi ‘di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung’, maka saya pun mengubur dalam-dalam keinginan menggelar kain pantai dan berjemur, kemudian memilih foto-foto di pinggir pantai lengkap dengan kemeja dan celana jeans panjang

Attachment-1(3)

Salah satu tempat yang paling banyak didatangi pengunjung di Gulangyu adalah Museum Piano. Ada sekitar 200 piano vintage di sini. Sayangnya, saking penuhnya, saya tidak bisa terlalu menikmati museum ini. Tapi untuk pecinta musik khususnya piano, tempat ini pasti menarik, kalau agak sepian.

Untuk saya, yang menarik dari Gulangyu bukan tempat-tempat touristy-nya tapi justru bangunan-bangunan yang tersebar di seluruh pulau ; bangunan sekolah, tempat makan, dan toko-toko kecil yang berjualan makanan.

IMG_9649

GMAB4260

Terbanglah dulu ke Xiamen kalau kamu mau berkunjung ke Gulangyu. Sekarang sudah ada direct flight dengan durasi penerbangan selama 5 jam dari Jakarta ke Xiamen. Jadwal penerbangan dan harganya silakan di cek di Xiamenair.com. Maskapai yang berulang kali mendapatkan penghargaan sebagai maskapai dengan tingkat keamanan terbaik dari Civil Aviation Association of China ini menawarkan pengalaman terbang yang nyaman. Walau sebaiknya kamu membekali diri dengan tablet, iPad, laptop atau buku untuk dinikmati selama penerbangan karena dengan alasan keselamatan, handphone tidak diperbolehnkan menyala walau dalam airplane mode.

Postingan sebelumnya soal Xiamen yang kabarnya adalah kota paling romantis di China itu bisa dibaca di sini ya. Baca dong 🙂

Jadi kapan kita piknik ke Gulangyu sama-sama?

6 Comments

Filed under jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya, traveling

6 responses to “Gulangyu : Pulau Tanpa Mobil, Motor Bahkan Sepeda di Tenggara Cina

  1. Wah keren pulaunya. Klo nggak ada kendaraannya berarti udaranya masih bebas polusi. Apalagi kalo banyak pepohonannya. 😀

  2. whooaaaahhh kayaknya harus nginep kali ya biar bisa ngerasain hidup tanpa kendaraan.. duh pengen 😀

  3. Mantab juga tuh Mbak.. Jalan-jalan terus. Hepi-hepi terus.. Pengen euy jadinya.

    Btw. Tempatnya pasti enak yah mbak. Nggak bising sama suara knalpot dan klakson. Nggak polusi juga. #sambilbayanginkalaujakartagitugimanayah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s