Bang Nebeng dong Bang Kesitu tu…..

Saya termasuk orang yang jarang menggunakan transportasi umum. Buat saya, transportasi umum di kita belum dapat diandalkan sebagai kendaraan yang aman untuk digunakan sehari-hari baik dari sisi keamanan saya sebagai pengguna (copet, orang iseng, dll dll) juga dari sisi waktu. Saat kita perlu datang tepat waktu ke meeting, ke kantor, jemput anak, atau sekedar janjian sama teman, transportasi umum rasanya masih sulit untuk diandalkan menolong kita tepat waktu sampai tujuan.

Namun tak dapat dipungkiri kalau kemacetan makin lama makin menyesakkan. Saya sebetulnya betah berlama-lama di mobil sendiri, asal ada AC, air minum dan lagu. Saya jarang sekali ngomel karena macet. Bahkan kadang-kadang, saya menikmati waktu-waktu menyetir sendirian sebagai me-time yang lumayan berharga di tengah-tengah kesibukan saya sebagai ibu dan pengusaha kecil-kecilan yang banyak acara, hehe.

Sayangnya, kemacetan saat ini mulai tak bisa lagi dinikmati sebagai me-time. Walaupun duduk dan menyetirnya tak repot untuk saya, namun sungguh banyak waktu saya yang terbuang di jalan. Mestinya bisa ke 4 tempat dalam sehari, sekarang hanya bisa ke 2 tempat itu pun pake telat nyampenya. Sungguh buang-buang waktu.

Read More

Hotel Chanti Semarang : lokasi & harga terbaik

Semarang memang bukan kota yang familiar buat saya. Tak seperti Bali atau bahkan Jogja. Bisa dihitung dengan jari berapa kali saya ke Semarang dalam 5 tahun belakangan ini. Hmm, 3 kali. Iya, 3 kali. Yang satu kali karena jalurnya kebetulan saya lewati saat akan road trip ke Surabaya, yang satu lagi singgah karena saya ingin mengunjungi Lasem, dan kunjungan saya yang terakhir adalah saat bersama banyak bloggers lain diundang mengunjungi pabrik Sido Muncul dalam rangka #SidoPiknik baru-baru ini.

Berhubung perjalanan ini di-arrange oleh penyelenggara maka saya tak intip-intip hotel apa yang akan kami inapi selama 2 malam di Semarang, saya cuma baca itinerary sekilas kemudian packing singkat dan siap berangkat.

Read More

Bliss Surfer Bali : Buat Liburan Selanjutnya

Dipikir-pikir, salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan orang sama saya mungkin adalah “hotel di Bali yang enak apa ya Say?”. Tentu saya ini pertanyaan paling banyak kedua setelah pertanyaan pertama yang “kapan nambah anak lagi?”.

Pertanyaan pertama sih udah jelas malas jawab, tapi pertanyaan kedua tentu saja selalu saya jawab dengan senang hati.

Kalau kamu tanya hotel apa di Bali yang strategis, deket ke tempat makan, deket ke tempat nongkrong, tidak terlalu jauh dari pantai, kolam renangnya cakep, dan harganya tidak terlalu mahal makan Bliss Surfer di Kuta adalah jawabannya.

Read More

Kenapa #GerakanKakiDiAtasMejaTiap Jumat Sekarang Tanpa Meja?

Tanpa terasa, kayaknya main-mainan posting kaki ini sudah hampir tiga tahun saja. Dari cuma iseng posting foto kaki di atas meja kantor dalam rangka merayakan datangnya weekend, sampai sekarang keterusan.

Sebentar, kalau belum tau alasan kenapa saya suka posting foto kaki setiap hari Jumat, kamu perlu baca ini dulu.

Trus beberapa bulan ke belakang banyak yang tanya, katanya #GerakanKakiDiAtasMejaTiapJumat, kok nggak ada mejanya?

Read More

La Cocoteraie : Main Tenda-tendaan di Gili Trawangan

Setelah beberapa kali ke Gili Trawangan, saya kemudian memutuskan kalau Gili Trawangan tidak akan lagi jadi list liburan saya karena belakangan penuh banget, sepanjang pantai udah diisi bar, udah susah cari pantai kosong kalau cuma mau gelar kain dan tiduran sepanjang siang berbekal 2 kaleng soda dan keripik beli di supermarket.

Trus entah kenapa awal bulan lalu akhirnya saya memutuskan pergi ke GIli Trawangan lagi dan kunjungan saya yang terakhir itu mengubah semua pandangan saya soal pulau kecil di Lombok ini.

Read More

Tempat-tempat Asik di Belitung, Palembang, Bandung dan Lombok

Karena satu dan lain hal (ya mostly sih karena emang doyan), saya kebetulan lagi banyak jalan-jalan ke beberapa kota di Indonesia. Dari jalan-jalan ini kemudian saya menandai beberapa tempat yang karena menarik kemudian meninggalkan bekas dan kenangan yang manis di hati sekaligus saya tandai untuk akan dikunjungi lagi kalau saya punya kesempatan untuk datang ke kota itu lagi.

Ada yang karena dikunjungi bersama orang-orang tersayang kemudian jadi istimewa. Ada yang karena sudah lama sekali ingin saya datangi kemudian akhirnya terwujud, ada pula yang malah belum pernah saya dengar nama dan ceritanya tapi begitu berbekas di hati.

Ikuti terus cerita ini kalau kamu penasaran tempat-tempat apa saja yang saya maksud ya

Read More

9 Hal Yang Bikin Jatuh Cinta Di dan Pada Nusa Penida

Setelah saya menuntaskan penasaran dengan mengunjungi Nusa Lembongan akhir tahun 2015 lalu, saya kemudian memutuskan kalau Nusa Penida harus jadi tujuan selanjutnya kalau saya ke Bali lagi. Tidak terwujud memang, karena waktu itu saya malah jalan-jalan ke Bali bagian Timur yang ternyata oh menyenangkan juga.

Oh kalau kamu ingin baca-baca soal Nusa Lembongan, Ceningan dan Penida, silakan mampir ke tulisan saya di TripCanvas yang berisi panduan cara pergi, menginap di mana dan makan apa di sana.

Lalu ketika ada sedikit pekerjaan yang mesti saya selesaikan di Bali, saya langsung menyusun rencana untuk kabur ke Nusa Penida.

Read More

Karena Kadang2 Kita Pengen Belanja Sampe Jam 2 Pagi : JJ Green – Bangkok

Bener kan? Makanya di Bandung (an di beberapa kota besar lainnya, tentu) mulai banyak midnight sale. Seolah-olah tak cukup lagi waktu belanja dari jam 10 pagi sampai 10 malam seperti biasanya.

Tapi di Bangkok, kamu nggak perlu menanti ada program midnight sale untuk ngerasain belanja sampai leat tengah malam. Sekarang, turun dari BTS Mo Chit bukan cuma ada Chatuchak Weekend Market tapi ada juga JJ Green, sebuah area belanja yang buka dari maghrib sampai dini hari. Posisinya tak susah dicari, tinggal jalan mengikuti arah ke Chatuchak, tapi dari gerbang Chatuchak lurus lagi. Saya baca di blog lokal Thailand, katanya ikutin aja arah orang-orang berjalan. Tadinya mikir, ih mana bisa? Gimana kalau orang-orang itu mau ke tempat lain dan bukan ke JJ Green? Eh ternyata bener lho, hampir semua orang yang jalan arahnya memang ke JJ Green. Jadi saya jamin kamu nggak bakal nyasar.

Disambut musik lumayan berisik di JJ Green. Jadi selain bisa belanja, di sini kamu juga bisa duduk duduk minum-minum sambil nonton live music. Hebat juga, rata-rata band nya bawain lagu lokal bukan lagu barat. Selain duduk minum-minum, di JJ Green kamu juga bisa cari makan enak. Yang nampak banyak terlihat memang serupa Korean Grill atau celup-celup macam Sukiyaki atau Shabu-shabu. Tapi tentu saja street food ala Thailand juga banyak. Sayangnya, minumannya banyak yang ‘terlalu modern’ : soda, smoothies, dll dll. Malah ga nemu Thai Tea yang enaknya ga ada obat itu.

 

Belanjaannya sendiri menarik banget. Dibanding Chatuchak, barang di sini lebih mirip barang-barang distro ya, bukan mass product gitu. Kaos dan bajunya lucu-lucu. Banyak juga kios yang menjual barang-barang second, sepatu misalnya. Pendeknya, JJ Green ini kayaknya menyasar pasar anak-anak muda, sementara Chatuchak menyasar keluarga.

Tentu saja kiosnya tidak sebanyak di Chatuchak ya, kan luasnya nggak seluas Chatuchak juga. Dan belanja outdoor malam-malam kan resiko juga, ntar ada barang cacat yang nggak keliatan. Atau kebalikannya, bisa jadi ada barang bagus yang nggak keliatan juga kan 🙂

Kalau lain kali ke JJ Green lagi, saya sih mau duduk aja makan dan menikmati live musicnya. Atau duduk minum-minum sambil mengamati anak muda Bangkok yang dandanannya asik-asik ini. Tentu saja kelebihan JJ Green adalah jam bukanya yang sampai dini hari itu. Kalau nggak punya banyak waktu di Bangkok kan lumayan ya, siang sore bisa jalan-jalan ke tempat lain dulu, ntar maleman baru kemari.

Jadi tertarik ke JJ Green nggak?