Category Archives: Makan Minum

Lasem : Menelusuri Kisahnya Dalam Satu Hari

fullsizerender

Begitulah yang tertera di sebuah tembok yang kami temui di Karangturi, Lasem, Kabupaten Rembang. Menurut Pak Ramelan, guide kami hari itu, warga asli Lasem memang banyak yang sudah hijrah ke kota-kota besar seperti Semarang, Jakarta, Surabaya dan lain-lain tanpa menjual rumah peninggalan keluarganya di sana. Alhasil ada banyak rumah tua yang ditinggalkan hanya dengan penunggunya saja. Penunggu ini adalah orang-orang yang sudah bekerja pada pemilik rumah selama bertahun-tahun. Pemilik rumah menolak menjual rumahnya karena mereka percaya bahwa keberadaan rumah inilah yang membuat mereka berhasil dalam usaha-usahanya.

Continue reading

34 Comments

Filed under life, Makan Minum, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Banyakin Bergerak Biar Ga Mesti Ngurangin Makan : )))

Sama seperti saya, Biyan juga doyan makan. Pake banget. Doyan makan banget. Kalau hasrat makannya diikuti terus, bisa-bisa dua kali makan pagi, dua kali makan siang, dan dua kali makan malam. Belum lagi cemilan-cemilan di antaranya. Untuk alasan kesehatan, saya tentu saja membatasi hasrat makannya yang selalu membuncah ini. Tapi membatasi anak makan saat dia lagi doyan-doyannya makan kok ya kesian juga.

IMG_5442

Akhirnya saya memutuskan kalau Biyan mesti lebih banyak bergerak dari sebelumnya. Prinsipnya sama kayak saya, mendingan nambahin porsi olah raga daripada ngurangin porsi makan. Ya lebay juga sih ya kalau nggak ngurangin porsi makan : )))

Tapi kamu ngerti lah maksudnya kan yaaaa. Maksudnya makan cukup aja, tapi olah raga mesti berimbang juga. Makannya lebih banyak ya olah raganya juga lebih banyak.

Tapi mengajak anak umur 8 taun (sebentar lagi 9 taun!) ini nggak mudah juga. Kadang-kadang suka males. Punya sepeda di rumah dipakenya sesekali. Diajak berenang, kerjaannya main seluncuran. Diajak lari di GOR, udahannya ngajak makan Tempe Mendoan.

Harus ada motivasi yang membuat anaknya lebih semangat berolah raga.

Tadinya sempat mau hire personal trainer supaya anaknya lebih teratur dalam olah raga. Ah tapi kok rasanya berlebihan. Belum lagi ntar jadwalnya bentrok sama ini itu yakan.

Problem cari motivasi ini kemudian usai waktu saya menemukan yang namanya MILO Energy Band.

IMG_8058

Apaan sih ni?

Yaaaa ini sama ajalah kayak band yang suka dipake sama mereka yang suka lari. Bisa buat ngukur seberapa jauh kita lari, berapa kalori yang sudah terbakar dll.

Asiknya lagi, ada applikasi ‘partner kerja’ si energy band ini yang bisa diinstall di henpon (iOS & Android) untuk memantau berapa asupan yang sudah masuk dan berapa energy yang harus dibakar supaya metabolisme anak menjadi sempurna.

Contohnya ni ya.

Sarapan susu coklat, makan siangnya mie dan makan malamnya roti. Ketauan tuh berapa karbohidrat, berapa protein dan berapa banyak kalori yang harus dikeluarkan. Akan ketauan juga zat apa yang diperlukan oleh anak kita untuk pertumbuhan fisiknya yang lebih baik. Kan sebelum mulai dipake kita akan diminta memasukkan data fisik anak : berat dan tinggi badannya.

IMG_6705

Lebih dari itu, aplikasi ini juga menyediakan sport tips yang mungkin diperlukan anak-anak yang sudah mulai menyukai olah raga permainan beregu seperti sepak bola, basket dan lain–lain.

FullSizeRender

Ada satu lagi yang bikin Biyan seneng pakai MILO Energy Band ini : bisa customize avatar sendiri sehingga dibuat mirip dianya beneran. Saya kemudian bercanda untuk cari-cari muka yang pipinya paling tembem supaya makin mirip Biyan. Anaknya cemberut sebentar kemudian ikut ketawa-ketawa.

Dan benar seperti dugaan saya, setelah pake MILO Energy Band ini, Biyan jadi lebih termotivasi untuk lebih banyak bergerak sih, karena dia merasa melihat hasilnya secara langsung juga kan

IMG_6704

Satu hal yang saya simpulkan energy band beserta aplikasinya ini adalah bahwa betapa kurang banyak kita bergerak. Disarankan untuk jalan 11.000 langkah per hari. Hanya tercapai waktu kemarin jalan keliling-keliling Chatuchak plus naik turun tangga BTS sih. Sisanya, jangan-jangan 1000 pun tidak.

Ya bayangkan aja, mau sekolah naik mobil, turun ke kelas, paliing lari-lari dan jalan-jalan selama di sekolah. Sampe rumah ya cukup beragam antara duduk baca buku atau main bola sama anak tetangga. Tapi untuk kegiatan sehari-hari saya yakin nggak akan sampe 11.000 langkah per hari.

Kesempatan mencoba energy band untuk pertama kali ini memang eksklusif ditawarkan pada beberapa orang ibu-ibu. Saya termasuk salah satu yang beruntung bisa mencobanya duluan.

Kalau kamu pengen juga coba pakai untuk anakmu, tunggu sampai sekitar bulan Oktober ya, karena energy band ini nanti akan dijual bebas. Asik nih kalau udah banyak yang pakai, kita bisa mulai pakai fitur challenge di aplikasinya, lumayan kan menambah motivasi untuk bergerak lebih banyak lagi. Pantau terus informasinya di www.milo.co.id ya Buibu supaya nggak ketinggalan update terbarunya dan bisa segera mencoba MILO Energy Band yang sa’ik berat ini

#MILOChampSquadID

IMG_7340

1 Comment

Filed under Family, Kesehatan, life, Makan Minum, Saya, Saya, dan Saya

Resep Tajil Mudah Untuk Di Rumah

Sejak masih kecil dulu, saya penggemar aneka tajil. Dari kolak biji nangka, bubur pacar cina, bubur jail, bubur sumsum, es cingcau, es cendol, gorengan cocok bumbu kacang, sampai kerupuk bajur alias kerupuk mie yang disiran sambal oncom.

Dulu, dekat rumah alm nenek saya ada ibu-ibu yang selalu berjualan tajil di bulan puasa. Tajil bikinannya selalu menarik untuk dibeli. Dipajang di meja depan rumahnya, warnanya warni warni, menggugah selera. Biasanya dia mulai berjualan sekitar pukul empat sore. Saya masih ingat betul cara dia menata jualannya : pelan-pelan seolah tau persis dia nggak akan terlambat dan yang mau beli pasti sabar menunggu. Mejanya selalu terbagi dua. Bagian kiri isinya macam-macam kolak dan es-es, bagian kanan selalu ada gorengan. Gorengannya tak selalu bala-bala kesukaan saya, kadang-kadang ada juga tahu goreng alias gehu, combro, tempe goreng dan pisang. Yang selalu ada sih bumbu kacang khas-nya. Rasanya sedikit pedas, sedikit asam, cocok buat dicocol bala-bala atau gehu.

Karena saya suka jajan tajil, kalau ada kesempatan jalan-jalan di bulan puasa saya juga suka berburu tajil di kota lain. Tahun lalu saya sempat merasakan serunya berburu tajil di Mataram, Lombok. Sistem jualannya tak beda jauh sama ibu yang biasa saya lihat, gelar meja depan rumah, jualan deh.

Yang di Lombok ini bahkan dengan bonus senyum manis penjualnya

11700849_10153481914986639_4748567805807985796_n

Serunya berburu tajil ternyata sama serunya dengan coba-coba bikin sendiri bikin tajil di rumah. Kali ini saya mencoba menggabungkan 3 kesukaan saya dalam satu mangkok tajil : jelly, yoghurt, dan susu kental manis.

Bahannya kayak begini :

1 bungkus agar-agar jelly/konnyaku

100 gram gula pasir

½ botol yoghurt kental

susu kental manis Indomilk secukupnya.

IMG_5151

 

Cara buatnya gampang banget :

1. Buat agar-agar, di bungkus tertera 200 gram gula pasir, tapi saya kurangi jadi 100 gram karena saya sudah manis nanti kan dicampur susu kental manis lagi.

2. Agar-agar dicetak di cetakan kotak-kotak. Atau bulat-bulat juga boleh. Apa aja deh yang ada di rumah

3. Setelah agar-agar dingin dan dimasukkan ke kulkas, taruh di mangkok

IMG_51684. Siram dengan yoghurt kental secukupnya

5. Taburi lagi sedikit gula pasir, aduk

6. Setelah jadi, masukkan susu kental Indomilk sesuai selera

IMG_51737. Sajikan, bisa dengan topping cherry, atau meisjes warna-warni, tambahkan potongan es batu biar dingin

 

 

 

IMG_5297

Gampang kan? Bisa juga dikreasikan, pilih jelly rasa coklat, nanti susu kental manisnya pake Indomilk yang coklat pula. Bisa pake topping meisjes coklat atau potongan coklatnya langsung.

 

Resep ini kemudian saya ikutkan kontes Kreasi Tajil Indomilk di sini . Hadiahnya banyak banget, dari hadiah mingguan sampai hadiah utama. Kesempatan menangnya kan jadi banyak ya?

 

Cara ikutan nya juga gampang kok, masuk ke link ini  lalu pilih menu “Ikuti Kontes”. Nanti akan keluar form isian seperti ini, kamu tinggal isi aja.

Screen Shot 2016-06-13 at 11.50.27 AM

 

Jangan lupa upload foto #KreasiTajilIndomilk – mu sambil submit form di atas ya.

 

Follow juga akun Indomilk untuk update kontes terbaru, atau untuk nunggu pengumuman siapa tau kamu yang menang kan ya?

 

Facebook : https://www.facebook.com/Indomilk/?fref=ts

Twitter : https://twitter.com/Indomilk

Instagram : https://www.instagram.com/indomilk/

 

Bikin tajil pake susu kental manis Indomilk, enaknya bikin nempel!

3 Comments

Filed under Family, life, Makan Minum, Saya, Saya, dan Saya

Seeing Singapore in a Different (better) Way : Motor2an dan Sepeda2an!

Untuk jalan-jalan ke luar negeri, tak bisa dipungkiri Singapore memang tujuan yang paling mudah. Dekat, iklim dan budaya ga beda-beda jauh sama di tanah air, dan juga makanannya yang selalu bikin rindu.

Pernah satu hari saya ngobrol sama sahabat saya yang juga tukang jalan-jalan, Inu. “Nu, kayaknya I’m done with Singapore. Kayaknya udah semua gw datengin. Universal Studio, River Savari, Singapore Zoo, Night Safari, Science Centre, what else? Aduh apalagi Orchard, Chinatown, Bugis dengan Arab Street dan Haji Lane nya yang Instagrammable itu. Sudahlah ya, kayaknya udah semua. Dulu suka iseng-iseng belanja Uniqlo, Ruby dll dll eh sekarang ada semua di Jakarta, trus apa lagi?”

Continue reading

12 Comments

Filed under dan Saya, jalan-jalan, kerjaan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

TIJILI : Hotel Manis di Tengah Ramainya Seminyak

Pertimbangan saya memilih hotel di Bali selalu berdasarkan lokasi, lokasi dan lokasi. Kalau ingin tempat yang agak sepi tapi gampang cari makan dan kalau tiba-tiba rindu Seminyak tapi nggak mau nginep di Seminyak, saya biasanya akan memilih daerah Canggu. Kalau sudah diniatkan mau beneran ke tempat sepi, saya kemudian memilih Gianyar dengan Barn and Bunk nya yang homey itu.

Continue reading

11 Comments

Filed under jalan-jalan, kerjaan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

City Tour Singapore : Naik Motor!, IKUT YUK!

Setiap jalan-jalan ke Singapore, saya selalu memilih MRT dan bis sebagai pilihan transportasi selama di sana. Taxi terlalu mahal untuk kantong saya (terutama kalau lagi jalan sendirian). Paling enak memang naik MRT, kemungkinan salah ambil rutenya sedikit karena semua sudah terpampang jelas di petanya. Naik bis banyak juga membantu menjangkau daerah-daerah yang mggak ada MRT nya, tapi mesti jeli banget baca nomer bis dan rutenya ya, kalau salah alamat repot.

Jadi, dengan segala kemudahan dan kemurahan tarifnya, MRT memang selalu jadi pilihan utama saya kalau lagi jalan-jalan ke Singapore. Mungkin buat kamu juga kali ya?

Sayangnya, jalan-jalan mengandalkan MRT artinya kita akan banyak melewatkan spot menarik di Singapore. Palingan hanya liat tempat di mana kita pergi dan tempat ke mana kita akan pergi. Banyak hal menarik yang akan terlewatkan, padahal mungkin di antara kedua tempat itu ada juga tempat menarik yang mungkin pengen kamu datengin.

Nah, gimana kalau sekarang saya kasi tau bahwa ada pilihan baru yang menarik untuk jalan-jalan keliling Singapore?

How?

Continue reading

21 Comments

Filed under jalan-jalan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Belanja Makanan Cuma Modal Dasteran

Kalau saja diijinkan –oleh waktu, dompet, kantor dan oleh orang di rumah-, saya sih maunya jalan-jalan keliling nyobain makanan yang enak-enak di daerah aslinya. Sayangnya, nggak gampang keliling-keliling kayak begitu. Selain waktu seringkali tak bersahabat dan dompet juga nggak mengijinkan, si boss di kantor kayaknya udah siap rolling eyes tiap saya minta ijin cuti (yang sebenernya udah habis jatahnya berbulan-bulan lalu).

Problemnya ada satu lagi,

Continue reading

4 Comments

Filed under Friends, Info Aja, Kerja, kerjaan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya