Legian ; 15 Tahun Lalu & Sekarang

Salah satu kenangan yang paling menyenangkan dan melekat adalah saat alm ayah saya mengajak kami sekeluarga road trip ke Bali. Waktu itu rasanya belum ada yang namanya gaul-gaul di Seminyak, Batu Belig, apalagi Canggu. Ke Bali ya ke Kuta. Nginepnya ya di Legian.

Reminiscing the good old days, waktu terakhir ke Bali kemarin saya menyempatkan diri untuk menginap di Legian. The ONE Legian langsung jadi pilihan saya secara lokasinya strateheis, ada di tengah-tengah keramaian Legian.

Lalu apa perbedaan Legian 15 taun silam dan Legian sekarang?

Tak terlalu banyak berubah. Legian masih ramai, mau yang jalan kaki mau yang pakai mobil. Jangan harap bisa bergerak cepat di Legian, justru nikmati saja suasananya. Kiri kanan suara musik keras, turis-turis dari yang duduk-duduk manis sambil ngebir sampai yang turun ke lantai dansa. Kadang-kadang lantai dansanya di atas meja, lumayan jadi tontonan buat yang lewat.

Seperti saya bilang tadi, salah satu hotel strategis di Legian yang langsung jadi pilihan untuk saya menginap adalah The ONE Legian. Posisinya ada di tengah-tengah jalan Legian, mudah cari makan, cari tempat nongkrong dari yang kalem sampe yang heboh, dan mudah cuci mata baik liatin orang lalu lalang ataupun cuci mata liat belanjaan khas Bali.

Lobby-nya khas, hampir selalu ramai dengan tamu baik baik tamu hotel yang check in maupun tamu yang makan siang/malam di restorannya. Suasananya jadi hangat. Anak saya antusias mengabarkan “waw lobbynya seperti hotel! ada eskalator dan ATM!”. Penjagaan cukup ketat, security akan selalu mengecek mobil dan barang bawaan kamu setiap kamu mau masuk hotel. Ya wajar karena aksesnya langsung ke jalan, kita yang menginap pun jadi merasa lebih aman.

The ONE Legian terbagi menjadi 2 bagian bangunan, yang pertama adalah bangunan lama yang kabarnya adalah eks department store terkemuka di Indonesia, dan bangunan kedua adalah bangunan baru hasil ekspansi hotel ini. Saya menginap di bagian bangunan yang baru tapi sempat mengintip ke area bangunan lamanya juga. Yang menarik, suasana koridor masih terasa vintage-vintage gimana gitu tapi begitu masuk kamar, tada! chic dan modern aja sama sekali tidak terasa bahwa kamar ini berada dalam bangunan lama. Sini kita intip,

DSC09795.JPG

koridor 

DSC09791.JPG

Kalau kamu bepergian bersama keluarga atau sama teman dan perlu kamar yang lebih besar, coba cek family room di The ONE Legian ini,

DSC09800.JPG

master bedroom

Dan ada kamar tambahan, 1 single bed. Sebuah solusi daripada tambah-tambah extra bed yakannnn. Lagipula kamarnya terpisah dinding jadi privacy tetap terjaga. Okesip.

DSC09802.JPG

Tips dari saya kalau kamu mau menginap di hotel yang bernuana orange ini, ambil kamar yang aksesnya langsung ke kolam renang. View kolam bikin mata adem liat yang biru-biru dan kalau kamu bepergian sama anak, bikin mudah mengawasi si anak yang pasti kepengen berenang terus-terusan (yup yup, been there done that). Sementara anak berenang dengan tenang, kita masih bisa menunggu di kamar.

DSC09809.JPG

pool access room

DSC09815.JPG

view from the room : anak tembem

Ini bukan satu-satunya kolam renang yang ada di The ONE Legian. Kalau kamu suka berjemur (seperti siapa coba, ehem ehem) dan pool party, The ONE menawarkan sesuatu yang lain di area rooftop mereka. DSC09858.JPG

Area swimming pool ini bukan cuma asik untuk dipakai berenang dan jemur-jemur. Tapi juga buat party! Setiap weekend ada pool party, sungguh hiburan ter-okeh di sekitaran Legian.

Menginap di The ONE Legian, sebaiknya juga mencoba makanan racikan chef mereka yang rasanya sungguh di atas standar makanan hotel biasanya. Waktu menginap di sana, saya menyempatkan makan siang di The Deck, restoran yang berlokasi di ground floor, jadi posisinya persis menghadap Jalan Legian yang ramai itu. Saya suka karena banyak pilihan makanan Indonesia dengan rasa yang ck ck ck, sedap.

DSC09890

Grilled Chicken alias Ayam Panggang memang menu yang biasa ditemui di banyak tempat. Tapi di The ONE Legian, kamu akan menemukan saus yang tak biasa ; terong belanda. Yess, sebelumnya tak mengira kalau terong belanda ini cocok juga dibuat saus ayam, nyams.

DSC09881.JPG

Ikan Panggang yang disajikan dengan Kangkung dan Sambal Matah ini juga langsung jadi favorit saya dan Biyan. DSC09872.JPG

Dan kamu beneran harus mencoba Sate Ayam di The Deck. Bumbunya khas, dagingnya empuk dan yang istimewa, ada garam dan cabe rawitnya, sedap sekali.

Berhubung sebentar lagi libur Lebaran, The ONE Legian tentu bisa jadi salah satu pilihan menginap di Bali, apalagi kalau kamu cari hotel yang gampang ke pantai dan gampang ke mana-mana. Reservasi bisa dilakukan di website : TheOneLegian.com. Instagramnya bisa diintip di @theonelegian . Dan like juga facebook fanpage nya di sini, siapa tau ada promo pas mau menginap di sana yakan?

Jadi kapan dong kita ke Bali lagi? 🙂

2 Comments

Filed under hotel review, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

2 responses to “Legian ; 15 Tahun Lalu & Sekarang

  1. Reh Atemalem

    Pagi-pagi liat poto makanan bertebaran, dan belum sarapan pula. Sungguh suatu cobaan.

  2. Tips dari saya kalau kamu mau menginap di hotel yang bernuana orange ini, ambil kamar yang aksesnya langsung ke kolam renang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s