Kenapa Biyan Boleh Punya Gadget Sendiri?

Saya nggak ingat persis kapan, tapi sejak kecil Biyan memang punya gadget untuk dirinya sendiri. Artinya, dia nggak perlu menunggu saya atau ayahnya pulang kantor untuk meminjam handphone kami. Sementara banyak orang tua yang ‘mengharamkan’ anak bermain gadget, saya justru memberikan kebebasan untuk Biyan bermain dengan gadgetnya sendiri. Kenapa?

Read More

Yang Merasa Motivator Nggak Usah Baca.

Kalau dihitung-hitung kelihatannya sudah 7-8 tahun saya tidak suka lagi duduk depan TV dan menikmati tayangannya. Alasannya macam-macam, salah satunya karena tayangan TV lokal sudah lama tidak dapat lagi menarik perhatian saya sebagai pemirsa. Tapi kan ada TV cable ya, dimana bisa nonton sitcom ini itu yang selalu jadi kesukaan saya, tapi toh nggak ditonton juga. Kemudian alasannya agak menyalahkan Biyan, anak saya satu-satunya itu. Kare TV di rumah selalu dimonopoli olehnya, mamanya nggak kebagian. Kebetulan saya juga nggak punya TV di kamar.

Read More

Daripada Jadi Penyakit

Kita merasa diri lebih baik daripada orang lain. Percayalah saya pun merasa begitu. Setiap lihat ibu-ibu yang lari-lari di playground nyuapin anaknya, saya mencibir dalam hati sambil membatin “salah sendiri anaknya ga diajarin kalau makan itu harus duduk bukannya lari-lari”. Ketika saya melihat perempuan lain yang lagi susah parkir, saya kemudian berbangga hati karena saya dikenal jagoan kalo parkir mobil.

Kemudian saya kena batunya sendiri. Saya menemui ada beberapa orang yang merasa kalau saya ini bukan istri yang baik karena saya tidak pernah mencuci dan menyetrika baju suami saya. Saya kemudian dibilang bukan ibu yang baik karena saya sering ninggalin Biyan untuk main sendiri. Baik itu duduk-duduk lama di cafe sendirian, atau pergi ke Jakarta karena urusan kerjaan (kemudian dibarengi main-main), atau bahkan kadang-kadang saya suka pergi main ke Bali, misalnya tanpa mengajak Biyan.

Read More

Mengintip Sunrise (sekaligus Borobudur) dari Puthuk Setumbu

Ada yang bilang Puthuk Setumbu, ada yang bilang Punthuk Setumbu. Berhubung mirip-mirip, pilih yang mana aja yang enak buat kamu.

Kalau saja nggak perlu bayar ratusan ribu untuk mengintip sunrise dari borobudur, tempat ini mungkin ga bakal didatangi banyak orang seperti sekarang. Yes, termasuk saya. Belum pernah sih, tapi saya denger, untuk melihat sunrise dari Borobudur, kita harus bayar Rp. 150.000 untuk wisatawan domestik dan Rp. 300.000 untuk wisatawan asing. Mayan mahal kan ya. Lagipula ngintip sunrise kan ga asik kalau sendirian, nah mau abis berapa jadinya?

Read More

Bali Lagi Bali Lagi

Siapa sih yang nggak suka Bali ya kan. Saya suka banget karena Bali bisa dibilang perpaduan yang pas untuk memuaskan hasrat ‘pengen liburan tanpa mikir harus pake baju apa, ga harus dandan dan bisa sendal jepitan’ dengan ‘liburan ini pengen dress up trus duduk di tempat yang lagi happening ah”. Kebayang kan ya? Di Bali bisa duduk sampe bego di pantai beralaskan kain bali, minum bir kalengan, atau air mineral botolan yang dingin kalau udah kelamaan berjemur, bisa juga dandan cantik lengkap pake catok rambut, lipstik yang hits dan mata berbinar, kalau perlu pake fake eyelashes (yang mana sampe sekarang saya belum bisa pakenya). Di Bali bisa makan di pinggir jalan tapi nikmatnya keterlaluan, pake keringetan pula. Bisa juga duduk di tempat makan yang cantik, selain makan bisa menikmati pemandangan baik interior si resto atau pemandangan di luar restonya. Yang pasti dua-duanya memiliki nilai instagram material. Read More

To a Dear Friend

I’m sure you remember those times when we used to laugh together?
I cherish those moments as I cherish having you in my life

But do you remember those difficult times when we didn’t get along with each other?
Like when I had no time for you because of work, or new friends, or when I just want to be alone?
And when you started to do some stupid mistakes and I said how stupid you were.

One thing you might forget is when I told you that you are going too far and I’m afraid you wouldn’t be able to come back even if you want to, is that these helping hands are ready to catch you in case you’re falling.. These ears are for you anytime you need them, this heart is fully open for you because you know I love you too much to be careless. Yes, though I know you will be hurt because of your own mistake.

One thing you have to be sure about me that I will not leave you just because of what you chose to face. I will give some space, as much as you need one, to give you a chance so you will see with your own heart that I do care of you.

And together we will fix what’s broken, I will walk with you during the process. Yes it will be hurt I know, but I’m sure it’s just a phase.  Because I’m sure that you, my dear friend will be smiling again like you used to do. And we will have those time we’re gonna cherish together again.

The 5 Years Old Me

Waktu menulis ini saya membayangkan lagi duduk bersama seorang teman baik, yang mungkin sudah mengenal saya selama bertahun-tahun dan tau bener seluk beluk (alah) kehidupan yang lagi saya jalani. Kami mungkin sedang duduk di sebuah coffee shop dengan design interior yang cakep. Maklum, Bandung lagi kaya akan coffee shop cantik. Duduk ngopi padahal sebetulnya alergi kafein, seperti sudah menjadi kebutuhan.

Read More