Category Archives: Sahabat

#30treatsbefore30-nya @indikawetjes

#30treatsbefore30 adalah proyek manisnya salah satu sahabat saya, @indikawetjes alias Indira Bayurini, alias BUBU nya kita semua. Jadi intinya, sebelum ulang taun ke 30, Indi berniat masakin temen-temennya masakan apa aja SESUAI REQUEST. Tawaran ini sempet dilempar di Twitter, dan berebutanlah kami semua untuk daftar dan ngajuin makanan yang dipengen, karena jatahnya kan cuma 30 orang aja.

Saya pun sempet “booking” tempat, tanpa tau mau pesen makanan apa. Udah mikir agak lama, saya baru kepikir “Cingkong Kepiting” and Indi was like “whaaaatttt is thaaaaat???”. Kalau waktu itu kami lagi ketemuan langsung, saya pasti udah angkat bahu, “gw ga tau masaknya, cuma doyan doang, lo google ajah”. Berhubung percakapan dilakukan via bbm, maka adegan angkat bahu diatas dapat diabaikan.

Tenggat waktu untuk #30treatsbefore30 ini tinggal kira-kira seminggu lagi, kita panik-panik ga jelas karena ternyata saya belum bisa ke Jakarta dan Indi belum bisa ke Bandung. Akhirnya, karena pentingnya proyek ini, maka disepakati bahwa Cingkong Kepiting akan dikirim lewat travel dari Bintaro ke Bandung, oh yay!

Kata Biyan, thank you Bubu ๐Ÿ™‚

Dan hari itu akhirnya gedumbrangan ngambil Cingkong Kepiting ini ke travel jam 9 malem dalam keadaan belum makan. Perfecto. Sampe rumah, panasin bentar, duduk di meja makan, dan NYAMS! enak lho Bubu!

Biyan ikutan heboh karena denger cerita bahwa harusnya ada 7 Cingkongnya, tapi diminta Caya 1 karena “Caya mau ย makan yang ada jingga-jingganya itu”. Kata Biyan, “jadi 6 untuk kita dan 1 untuk Caya?”, sambil angguk-angguk puas.

Yang mau baca cerita Indi dan #30treatsbefore30 nya, boleh mampir ke siniย (walaupun banyak update yang belum masuk nampaknya *pecut Bubu*)

Sekali lagi, terima kasih ya Bubu, seru banget proyek ulang taunnya ๐Ÿ™‚

6 Comments

Filed under Cinta, Family, Friends, Makan Minum, Sahabat

A Pleasant Journey

Aaaah blog apa ini kok banyakan dianggurin daripada diurusinnya ๐Ÿ™‚ Belakangan berbagi kepala dan hati dengan www.surgamakan.com. Proyek pribadi yang urusannya ga jauh-jauh dari makanan, kesukaan saya ๐Ÿ™‚

Jadi kemarin pemilik blog berdebu ini berulang taun. 33 sekarang umurnya. Kira-kira sebulan sebelumnya saya udah menyebut-nyebut angka 33 ini sering-sering dalam hati. Mungkin hanya perasaan saja kok 33 ini bedanya serasa jauh dari 32 ya. Padahal bedanya tentu hanya 1 tahun, ya seperti waktu beranjak dari 31 ke 32 dulu.

Mungkin berasa sedikit ย lebih tua karena dalam 1 tahun ini banyak sekali hal yang dialami, ya walau taun-taun sebelumnya juga sih. Yang jelas ada beberapa hal besar yang terjadi taun ini, misalnya Biyan sudah mulai sekolah. Saya sebagai orang tua merasa naik ‘kelas’. Anaknya udah sekolah lagi aja, hooray! Walau nggak bisa setiap hari anter jemput anak sekolah, saya menikmati setiap cuilan cerita Biyan di sekolahnya. Dan baru sekolah sebentar aja nambah pinternya udah banyak. Saya bangga ๐Ÿ™‚

Yang kedua di perihal rohani. Bukannya baru, tapi banyak hal mengenai iman dan kepercayaan yang berseliweran menari-nari di kepala saya. Tak ingin banyak cerita, tapi katakanlah I have a very colorful life about this thing.

Ketiga, Friends. Teman. Family by choice. World without strangers is definitely ย the world I dont wanna live in. Karena these strangers have became my friends. Some of them are always there to talk to, some of them even provide their shoulders for me to cry on. And some of them have became my family, by choice. You know who you are. Berbagi cerita, senyum, tawa, air mata, dan rahasia. Tak pernah mengira ini semua akan menghangatkan hati sampai sebegini.

Tidak pernah ada hidup yang sempurna, saya percaya itu. Pun hidup saya sendiri. Ada kurang disana-sini. Ada salah dimana-mana. Tak terhitung banyaknya salah langkah, salah ucap dan salah pikir. Di sisi lain, tak terhitung juga kasih sayang, berkat dan karunia yang dilimpahkan buat saya. Walau tidak persis 50-50 antara susah dan senangnya, namun semua saya anggap seimbang. Senang terus nggak bakal bikin kita tambah pinter dalam hidup ini. Dan susah terus kan cuma bikin sengsara, bukan ?

My life, is a 33 years of a pleasant journey.

6 Comments

Filed under Cinta, Family, Friends, life, Sahabat

There it Goes

Si waktu memang tidak pernah kompromi. Tau-tau satu tahun berlalu dan saya udah ulang taun lagi aja. 31 tahun hari ini.

Dan entah kenapa, kali ini saya ngga punya keinginan untuk merayakan dengan sesuatu yang istimewa, makan malam keluarga misalnya. Tadi pagi mama saya udah tanya2 mau makan keluar atau masak di rumah. Saya berpikir sejenak, kemudian memutuskan untuk pergi fitness saja sepulang kerja nanti. Tidak perlu ada perayaan apa-apa, karena saya sedang tidak ingin. Kebetulan suami juga punya kegiatan yang ngga bisa ditinggal hari ini, maka saya akan merayakan ulang tahun istimewa ini dengan mesin treadmill saja :).

Banyak kali, sebaiknya kita nggak ribut pengen yang istimewa, untuk saya, melakukan apa yang saya mau, adalah yang istimewa justru.

Meskipun awal tahun sedikit demi sedikit berlalu tanpa resolusi berarti, dalam hati saya tau apa yang saya mau. Banyaknya rencana dan harapan masih bergelantungan. Tidak ada mimpi yang lebih besar kecuali untuk membuatnya menjadi nyata satu per satu nanti. Tunggu saja.

Lalu saya berpikir apa yang sudah saya punya ketika menginjak umur 31 ini. Wah, awal tahun ini begitu banyak berkat yang dicurahkan untuk saya dan keluarga. Sementara melihat ke kiri dan ke kanan, saya bersyukur betul, kami, keluarga besar masih bisa bersama-sama terus meskipun waktu untuk berkumpul kian mahal harganya.

Katanya memang jangan pernah menakar dan mengukur berkat yang sudah disiapkan untuk kita. Saya tahu betul itu. Karena di perjalanan saya ini, begitu banyak berkat yang sungguh di luar dugaan, di luar perkiraan, dan di luar perhitungan saya.

Dan diluar semuanya itu, saya bersyukur punya kamu disini. Tetaplah disini, supaya hari-hari ini nggak cuma berasa normal, tapi selalu istimewa di setiap hadirnya.

Happy birthday, me

12 Comments

Filed under Cinta, Family, Friends, life, Sahabat, Saya, Saya, dan Saya

Mannna Personal Touch nya? :P

Berapa belas tahun lalu, menjelang Natal saya selalu sibuk memilih kartu Natal. Membeli kartu Natal yang di pack masing2 dua belas buah, meskipun lebih murah, sama sekali tidak pernah jadi pilihan saya. Saya menikmati memilih kartu yang berbeda untuk setiap teman saya. Sesuai kesukaan mereka, atau setidaknya sesuai yang saya โ€˜kiraโ€™ mereka suka.

Setelah SMS menjadi barang yang sangat umum, saya akui saya tidak pernah lagi membeli kartu natal. Kirim SMS cepet cong, murah lagi โ˜บ apalagi sekarang, sekali kirim 6 SMS di pagi hari, udah gratis aja 300 SMS selama siang dan sore nya. Biar kata provider suka ngadat-ngadat jadi lambat dengan alasan pemakaian over juga, tetep aja kirim SMS. Biar kata telat, yang penting nyampe. Setelat-telatnya SMS tetep aja lebih cepet dari kartu Natal atau kartu pos.

Di jaman facebook mulai menjadi bagian dari gaya hidup (I do sound like a wartawan lifestyle ya), ngucapin selamat Natal dan selamat-selamat lainnya, jadi lebih gampang lagi. Tinggal klik-klik-klik, langsung deh nyampe. Buat pemakai BlackBerry malah lebih gampang, tinggal tulis pesan, send to all. Beres deh. Eh adalagi Twitter, gampang juga, tinggal โ€œmerry christmas ya cinโ€, beres deh. Berapa tahun belakangan saya agak kurang sreg dengan kirim-kiriman sms yang bentuknya standard alias template alias tulis satu, kirim ke semua. Sudah hampir 3 tahun ini, saya selalu membuat SMS baru untuk dikirimkan ke teman-teman. Semua dilengkapi dengan nama mereka masing-masing supaya pada tau kalo itu bukan SMS template. Saya juga menyisipkan pesan pribadi, misalnya salam ya buat laki dan anak lu, atau salam ya buat Ibu dan Bapak, ya apa ajalah yang membuat SMS itu memang saya buat khusus buat dia dan bukan SMS template.

Tahun ini, Facebook diramaikan dengan badai Blingee. Beberapa teman sempet mencak mencak di Twitter karena kesel dengan hebohnya si Blingee itu. Saya termasuk diantaranya, setiap buka profile saya di FB, yang ada cuma si Blingee itu berjejer sampe berapa halaman, super sebal. Saya memang menerima banyak ucapan yang asalnya dari aplikasi macam itu. Dan jujur, membuat sebal. Bukannya ga terima kasih ya. Tapi personal touch nya udah ilang sama sekali tuh. Boro-boro pengen bales, jangan2 mereka juga ngga inget udah kirim ke siapa aja, tinggal klik soalnya.

Jadi kalo dibandingin dengan ritual memilih kartu dulu itu, wah tingkatannya jauh bener ya. Memang iya sih, kehidupan sekarang kan berputar lebih cepat dan kesibukan masing-masing udah segunung aja. Tapi buat saya, personal touch dalam setiap greeting itu perlu lho. Biar kata telat ngucapin, tapi kalo pesannya personal. Lebih enak aja bacanya.

17 Comments

Filed under Friends, Sahabat, Saya, Saya, dan Saya

Keluarga Pilihan

Awalnya agak terinspirasi sama satu bagian kecil dari buku yang bolak balik dibaca dari minggu lalu (sembari ga abis abis), Honeymoon With My Brother. Inget bener pas si Frans nawarin kopi buat Kurt, adiknya dan ternyata dia ga tau kopi macam apa yang diminum adiknya. Kopi hitam? Kopi pake krimer? atau kopi tanpa gula kali?

Bukan soal kopinya nih, tapi saya jadi mikir, kadang kita sama adik kakak sendiri kan suka aja lupa ya, atau bahkan ga tau persis gimana kebiasaan2 mereka. Tapi ajaibnya, kita malah lebih hafal kebiasaan2 temen kita. Contoh kongkritnya Senny tuh, kalo saya pesen coca cola dimanapun, dia selalu tambahin pesenannya, “pake gelas, mas”. Dia hafal lho, saya ga mau minum coca cola dari sedotan ๐Ÿ™‚ Tapi coba tanya aadik saya, belum tentu dia tau. Padahal hampir seumur hidup kita, banyak sekali waktu yang kita habiskan makan bareng, di rumah, atau di luar rumah.

Kepikir soal ini tanpa merendahkan arti seorang adik/kakak buat saya. Kebetulan saya anak sulung, adik saya 3, laki2 semua, dengan jarang umur yang lumayan jauh2. Jadi saya ini ya nggak pernah ngrasain tuker2 pinjem baju dll seperti kalo punya sodara perempuan. Juga nggak bisa lah curhat2 ala adik kakak perempuan gitu. Ini, udah lelaki, masih pada bocah pula, hehehe…

Saya justru terpikir betapa besar arti seorang temen buat kita. Mereka yang hafal kebiasaan2 kita, mereka yang tau apa yang kita suka dan apa yang engga, mereka yang menghabiskan waktu sama kiita, bahkan kali lebih banyak dibanding dengan adik kakak mereka sendiri.

You might be someone’s brother or sister, but it took a lot more to be someone’s friend ๐Ÿ™‚

Buat saya, sekali lagi, tanpa merendahkan arti adik atau kakak dalam kehidupan kita, tapi yang namanya teman itu memang selalu luar biasa. Kita nggak bisa pilih siapa yang jadi saudara kita, tapi kita bisa pilih siapa yang jadi temen deket kita. Saya menyebut teman2 saya ini, keluarga pilihan ๐Ÿ™‚

45 Comments

Filed under Cinta, Family, Friends, Sahabat, Saya, Saya, dan Saya

Blogger Bandung ke SLB

Yah biasalah kalo jagoan mah nulisnya belakangan, hehehe…. Maaf ya laporan acaranya terlambat. Maklum sibuk (weee….!)

Jadi, tanggal 18 April hari Rabu kemaren, Blogger Bandung yang tergabung di Batagor (Bandung Kota Blogger) lagi-lagi menggelar event charity. Sesudah kegiatan rutin berupa Bersih Bersih Bandung dan Gardu Lantu (Blogger Peduli Anak Yatim Piatu), kali ini yang jadi sasaran adalah SLB Banjaran yang berlokasi di Jalan Sindang Panon Banjaran.

Banyak pertanyaan yang muncul kenapa SLB ini yang kita pilih untuk kita kunjungi. Jujur aja, termasuk saya juga ๐Ÿ™‚ Tapi pas kita dateng kesana, saya jadi ngerti. SLB ini terletak di daerah Banjaran, dari jalan raya masuk lagi ke jalan sempit yang namanya Sindang Panon. Nyasar2 dikit, lumayan bikin senewen, hehehe. Salah sendiri navigator nya cantik ngelamun… Nah dari Jalan Sindang Panon ini, masih masuk lagi ke satu gang kecil. Bayangin aja, pendidikan SLB yang harusnya membutuhkan banyak biaya, sekolah ini hadir dengan kesederhanaan dan keterbatasannya. Satu hal yang bikin saya salut, meskipun terkesan seadanya,dengan luas yang juga ga terlalu besar, sekolah ini tampil cukup rapi. Jangan bayangkan sekolah dengan kursi kursi dan meja yang berjejer lengkap dengan papan tulis ya. Di SLB Banjaran ini, hanya ada beberapa ruangan yang terdiri dari beberapa meja yang dibuat berkelompok. Belakangan saya tau bahwa sekolah kecil ini memuat jenjang TK sampai SMA, setiap guru hanya bisa menghandle maksimal 5 orang murid. Itu sebabnya meja-meja itu dibuat seperti untuk kerja kelompok.

Disana kita disambuit oleh guru-guru dan juga kepala sekolahnya, di dalam ruangannya yang juga rapi, kita ngobrol bareng ibu Uci yang udah ngajar disitu sejak 20 tahun lalu. Hampir seumur Amel yah? hehe… Disuguhin macem-macem kue, juga disambut oleh Intan, seorang siswi tuna rungu yang membacakan sambutan buat kita ๐Ÿ™‚ . Waktu itu, semua nggak ada yang ngobrol sendiri-sendiri, berusaha menyimak walau toh tidak mengerti juga. Jadi inget waktu sekolah dulu, saya bawel bener, tapi Intan ini bacain sambutan aja dengan susah payah.

Setelah acara penyerahan bantuan berupa alat2 musik selesai, kita kembali dijamu dengan kupat tahu!! Yay! makan bareng2, sambil nonton salah satu murid penderita down syndrome tampil membawakan tari jaipong. Memang bener mereka perlu banget bantuan berupa alat musik ini, karena musik yang katanya bahasa universal itu toh memang bisa dinikmati semua ๐Ÿ™‚ . Sambil itu, kita juga ngobrol-ngobrol santai sama beberapa guru. Di SLB Banjaran ada beberapa murid penderita tuna rungu, tuna wicara, cacat fisik, down syndrome, dan autis. Serasa kembali diingatkan buat semua kita untuk nggak lagi becanda-becanda menggunakan kata “autis” atau asyik sendiri. Sadar kan, kita apalagi yang seringkali diem di balik monitor komputer, asyik sendiri. Belum lagi yang pake blackberry, asyik sendiri juga. Penggunaan kata autis rasanya udah terngiang dimana-mana, dalam becandaan sehari-hari tanpa kita sadar betapa beratnya kalau kita beneran menghadapi orang dekat kita yang autis. Makasih ya udah ngingetin Jeng Sil ๐Ÿ™‚ Jadi udah ya janji!!, ga pake2 lagi kata ‘autis’ buat becandaan sehari-hari ๐Ÿ™‚

Ya, saatnya pertanggungjawaban…. donasi yang terkumpul adalah sebagai berikut :

  1. Cahaya Keramik Rp. 1.000.000
  2. Perhimpunan Alumni Jerman Rp. 1.000.000
  3. nn Rp. 250.000
  4. nn Rp. 250.000
  5. Teman2 PT. Jerbee Indonesia Rp. 400.000
  6. nn Rp. 150.000
  7. Ashria – jakarta Rp. 150.000
  8. Lia M8 Rp. 50.000
  9. Tiwi M8 Rp. 200.000

Total Rp.3,450,000,-
Selain sumbangan tunai, kami juga menerima donasi berupa gitar, satu set angklung dan segabrug buku cerita dari Wirawan. Makasih ya semuanya. Semoga semua selalu menjadi saluran berkat buat sesama ๐Ÿ™‚ Uang tunai yang terkumpul sudah berubah wujud menjadi keyboard yamaha, dan beberapa pianika.

pemberian keyboard

pemberian keyboard

SLB Banjaran

SLB Banjaran

Nah, setelah dari SLB Banjaran, kita nerusin perjalanan ke Kawah Putih. Abis katanya udah deket. Udah deket dari HONGKONG kali!! hahaha….. Tapi it was all worth it. Kalo dipikir2, ngapain juga jauh-jauh ke Kawah Putih, asa begitu2 aja, tapi kalo sama anak-anak Batagor ya, di parkiran aja bisa ketawa-ketawa, apalagi di tempat rekreasi kayak begitu. Belum lagi ternyata disana ada jagung bakar ! Waaa…. ini kan favorit saya abis ! Jadi makan 3 biji, masih laper juga, dilanjut makan Indomie ๐Ÿ™‚

kawah putih

kawah putih

Sekali lagi makasih buat donatur sama temen-temen yang udah mau repot2 ngurusin acara ini. Jangan lupa bulan Juli kita bakal ngadain Gardu Lantu yang ketiga. Pengennya sih kita bisa traktir 1000 orang anak yatim piatu nanti ๐Ÿ™‚ Ya pasti bisa, dengan dukungan temen-temen semua kan ๐Ÿ™‚

8 Comments

Filed under Batagor, Cinta, Friends, Kopdar, Sahabat

Alat Musik untuk SLB A/B/C Banjaran………………….. dari kamu, iya, kamu!

Setelah kenyang kopdar kopdar setiap hari Jumat yang (rasanya) nggak ngobrolin sesuatu yang serius, akhirnya di kopdar Yoghurt Cisangkuy kemaren kita ngobrol soal rencana yang lumayan lama terpendam dan belum terealisasikan. Ide datang dari Aki Herry yang malam itu nampak ngobrol serius di ujung meja sama komandan batagor.

Jadi, program charity atau sosial selanjutnya dari Komunitas Blogger Bandung alias Batagor adalah, kunjungan ke SLB A/B/C Banjaran yang terletak di Jalan Sindang Panon Banjaran. Kunjungan aja? engga dong. Rencananya, kita juga mau memberikan sumbangan berupa alat-alat musik. Jadi adik2 kita disana itu ingin sekali belajar musik, tapi mereka nggak punya fasilitasnya. Mungkin ada beberapa diantara kita yang justru disediain alat musik di rumah, dibayarin les atau kursaus sama orang tua, tapi kita malah nggak pernah mempergunakan kesempatan itu dengan baik *curcol*.

Lalu apa yang bisa kita lakukan ? Sumbangan tentu nggak pernah salah, bisa berupa uang tunai, bisa juga berupa alat musik akustik. Yang dimaksud akustik adalah, alat musik seperti gitar, pianika, decoder, organ, dan lain lain. Yang punya organ2an merek Casio jaman dulu, disimpen aja di rumah, hahaha. *melenceng*. Uang tunai yang terkumpul, akan kita usahakan untuk membeli satu set angklung (semoga cukup uangnya, hehe).

Oya, sampai hari ini dana yang terkumpul adalah dari Toko Cahaya Keramik IBCC sebesar Rp. 1.000.000 dan juga dari Perhimpunan Alumni Jerman sebesar Rp. 1.000.000. Total Jendral, Rp. 2.000.000 dan 1 (satu) gitar akustik. Mengingat yang mau disumbang adalah satu sekolah dengan sekian banyak murid, sumbangan yang diperlukan masih, (jujur saja), banyak banget ๐Ÿ™‚

Satu hal yang perlu sama2 kita inget, nggak ada sumbangan yang akan terlalu kecil buat mewujudkan rencana ini. Masih inget program Rp. 15.000 untuk SATU SEBUAH saat pelaksanaan Gardu Lantu (Blogger Peduli Anak Yatim Piatu) bulan Desember kemaren?

Begitu banyak blogger yang nyumbang dengan nominal yang nggak besar, tapi karena banyak, akhirnya cita2 kita men-traktir 300 anak yatim piatu terwujud juga. Semua karena sumbangan dari kita-kita juga. Yuk, kita sukseskan juga rencana kita yang satu ini. Percaya deh, karena kita-kita semua, nanti bakal ada alunan musik indah dari SLB A/B/C Banjaran ๐Ÿ™‚ Jangan sampe kita nggak jadi bagian dari misi ini ๐Ÿ™‚

Donasi berupa uang tunai bisa ditransfer ke rekening sbb ;

  1. BCA a.n Herry Constadi no A/C : 233-1591-451
  2. BRI a.n Marla Ruby Quintine no A/C : 0384-0-1000-542507
  3. Mandiri a.n Amalia Mustikasari no A/C : 131-000-4619872

Buat yang udah transfer, boleh isi comment di bawah, info transfer kemana dan jumlahnya berapa ya, thanks in advance ๐Ÿ™‚

Oya, buat yang mau ikut kunjungannya, kita ngumpul jam 8 pagi, tanggal 12 April di depan Bandung Indah Plaza aka BIP Jalan Merdeka ya. Buat yang perlu informasi lanjut mengenai SLB A/B/C Banjaran, bisa langsung menghubungi kepala sekolahnya, Ibu Uci di 081322111731,

Oya, Batagor juga mengundang Bandung Blog Village dan Flexter untuk ikutan dalam acara charity ini. Guys, ditunggu ya…..

Kapan lagi kita menuai keceriaan seperti ini ?

Senyum Ceria di Gardu Lantu II

Senyum Ceria di Gardu Lantu II

UPDATE !!!

Dana tunai yang telah terkumpul sampe hari ini adalah Rp. 2.250.000. Sementara itu ada sumbangan 1 (satu) set angklung dari seorang dokter cantik ๐Ÿ™‚ Juga ada sumbangan gitar dari 2(dua) orang blogger. Oya, juga ada sumbangan berupa seabruk buku cerita anak2 dari Wirawan. Makasih banget buat yang udah partisipasi. ditunggu ya !!

34 Comments

Filed under Batagor, Cinta, Friends, Kopdar, Musik, Sahabat