Monthly Archives: March 2018

7 Kegiatan Asik Yang Bikin Pengen Pindah Rumah ke Wuyishan

Pagi ini saya baru saja menghabiskan bungkusan teh terakhir yang saya bawa dari Wuyishan, sebuah kota kecil berjarak 3 jam perjalanan dengan kereta cepat dari Xiamen. Iya, kunjungan kesana kemarin masih dalam rangkaian perjalanan #XiamenFamTrip bersama Xiamen Airlines.

Kereta yang membawa kami ke Wuyishan berangkat dari Xiamenbei jam 08.57 pagi. Begitu sampai di stasiun saya dan teman-teman cukup terpesona dengan besar dan bersihnya stasiun ini. Semuanya rapih pun, signage pun lengkap, besar-besar, pokoknya informatif. Ticketnya bisa dibeli online sekitar H-7 sebelum perjalanan dan supaya pasti kebagian memang sebaiknya book online daripada go show.

IMG_8393

Keretanya juga cakep banget. Semua tempat duduk bernomor sesuai yang tertera di ticket. Naik kereta yang dingin selama tiga jam tentu saja membuat saya laper. Pedagang makanan bolak balik menawarkan nasi kotak yang harum banget. Tentu saja saya tergoda. Akhirnya beli. Pas buka plastik, ternyata kereta tiba di Wuyishan. Akhirnya keluar stasiun menggeret koper sambil membawa nasi kotak. Untung enak banget, tak sia-sia susah-susah membawanya ke bis 🙂

IMG_9116

Tiba di Wuyishan, saya dan beberapa teman mulai rewel cari tempat ngopi. Walaupun bukan penggemar berat kopi, tapi duduk di coffee shop kayaknya sudah jadi kebiasaan saya. Tapi Pak Thomas, guide kami yang helpful dan baik hati itu bingung pula menanggapi pertanyaan kami,

Pak Thomas : “Tempat ngopi yaaa….hmmmm di mana yaaa. Kalau di Xiamen sih ada Starbucks, kalau di sini hmmm aduhh ga ada”

Saya : “Jangan Starbucks Pak, kita maunya kedai kopi local atau coffee shop lah gitu”

Pak Thomas : “aduh saya belum pernah lihat”

Lalu kalau nggak ada coffee shop, di Wuyishan ngapain dong?

Continue reading

1 Comment

Filed under jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Tijili Tanjung Benoa : Ide Bagus Untuk Liburan di Bali

Segitu sering bolak-bali ke Bali, sudah cukup lama saya nggak pergi ke area Tanjung Benoa. Pernah sekali karena nyasar, kemudian belum ada kesempatan untuk kembali ke sana lagi. Padahal pantai di Tanjung Benoa lumayan menyenangkan untuk berjemur, main air, dan tentu saja watersport kan ya. Kata orang, begitu mendengar kata “Benoa”, yang teringat pasti watersport.

Akhirnya kemarin saya memutuskan untuk menghabiskan malam di Tanjung Benoa. Kebetulan ke Balinya bawa Biyan pula, dia pasti senang kalau diajak menginap di hotel yang beach front.

Karena kadung jatuh cinta dengan Tijili Seminyak yang beberapa kali saya inapi, maka pas mau ke Tanjung Benoa, Tiji Benoa tentu saja jadi pilihan utama saya. Selain suka dengan konsep hotel dan designnya, saya suka kehangatan yang selalu saya rasakan di Tijili. Begitu sampai, langsung hasrat foto-foto dong ya

SAMSUNG CSC

Continue reading

2 Comments

Filed under Family, hotel review, jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling