Tag Archives: Singapore

Seeing Singapore in a Different (better) Way : Motor2an dan Sepeda2an!

Untuk jalan-jalan ke luar negeri, tak bisa dipungkiri Singapore memang tujuan yang paling mudah. Dekat, iklim dan budaya ga beda-beda jauh sama di tanah air, dan juga makanannya yang selalu bikin rindu.

Pernah satu hari saya ngobrol sama sahabat saya yang juga tukang jalan-jalan, Inu. “Nu, kayaknya I’m done with Singapore. Kayaknya udah semua gw datengin. Universal Studio, River Savari, Singapore Zoo, Night Safari, Science Centre, what else? Aduh apalagi Orchard, Chinatown, Bugis dengan Arab Street dan Haji Lane nya yang Instagrammable itu. Sudahlah ya, kayaknya udah semua. Dulu suka iseng-iseng belanja Uniqlo, Ruby dll dll eh sekarang ada semua di Jakarta, trus apa lagi?”

Continue reading

12 Comments

Filed under dan Saya, jalan-jalan, kerjaan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Singapore. Nyoba Nginep di Capsule : Met, a Space Pod

Berhubung lagi agak sering bolak balik ke Singapore dalam rangka kerjaan (yang kemudian selalu diikuti dengan acara extend dalam rangka main-main), saya kemudian jadi suka cari-cari alternative menginap di Singapore yang selain nggak bikin bosen juga nggak ngajak merogoh kantong dalam-dalam alias ga mahal-mahal amat.

Kemudian saya nemu yang namanya Met, A Space Pod. Ngintip website nya eh kok lucu. Jadi ini semacam hostel yang boboknya di kapsul atau di pod, wihiiii lucu. Soalnya udah lumayan lama saya pengen coba The Pod yang ada di Bugis ini tapi belom ada kesempatan. Malah jadinya coba si Met ini duluan deh.

IMG_1754

Dari sisi lokasi, Met A Space Pod ini SANGAT MENYENANGKAN. Gimana enggak, posisinya persis di area Boat Quay, yang kalau malem-malem pemandangannya cakep banget bisa intip Marina Bay Sands segala. Plus bisa juga memandangi sungai di mana ada kapal-kapal cantik berwarna warni yang senantiasa hilir mudik.

View sunrisenya juga ga kalah cakep. Hampir mirip seperti nginep di hotel berbintang

IMG_1776

Kalau liat fotonya, kapsul di Met The Space Pod ini mirip mesin cuci yang bertumpuk-tumpuk. Kamu bisa pilih pintunya mau bukaan depan atau mau bukaan samping. Dengan pertimbangan kalau buka samping keluar masuknya akan lebih mudah, maka saya milih yang bukaan samping.

IMG_1784

Kapsul atau pod-nya sendiri bisa dibilang lumayan spacious. Kamu nggak cuma bisa tidur di dalamnya, tapi bisa juga sambil buka laptop buat main kerja, masih cukup luas juga kalau sambil tidur kamu mau ngecharge laptop dll. Namun menurut pengalaman saya yang tidurnya nggak bisa tertib, ngecharge laptop berujung kabelnya ketendang kaki sendiri kemudian copot.

Masing-masing pod dilengkapi dengan televisi, 2 usb port buat ngecharge, satu colokan juga buat ngecharge, 3 panel lampu yang bisa kamu pilih mau pake yang mana : lampu terang, lampu tidur warna biru, atau lampu tidur warna putih. Tentu saja saya pilih warna biru buat bobok. Biar berasa kayak astronot.

Pendeknya, tidur di kapsul atau pod ternyata asik juga, nggak bikin sesak napas padahal saya merasa agak-agak semi-semi klautrophobia, suka senewen kalau naik lift yang penuh. Tidurnya pun lumayan pulas kok sampe telat bangun. Kasurnya berkualitas cukup baik, bantalnya pun. Selimutnya juga hangat tapi adem, dan mereka menyediakan handuk tebal seperti layaknya di hotel yang lumayan bagus.

Menginap di Met A Space Pod artinya free flow juice, buah dan kopi-kopian. Ada area makan di lantai 4 yang bisa kamu kunjungi setiap saat. Di area ini juga ada tempat duduk lesehan kalau-kalau kamu mau buka laptop buat main atau nonton film kerja. Di luar jam sarapan juga suka masih ada roti lengkap dengan selai-selainya, saya tiba di sana cukup malam dan setelah mandi agak males keluar lagi, kemudian berujung ngemil roti 3 biji plus 2 cangkir teh tarik.

Oya ngomong-ngomong soal kamar mandi, walaupun kecil, tapi cukup nyaman kok. Ada air panas, dan tekanan air cukup keras, cukup banget buat saya, walau kamu harus pinter-pinter menyusun barang bawaan ke kamar mandi biar nggak kena basah. Oya, asiknya lagi, ada 1 kamar mandi lumayan besar di lantai 4 (ini kelihatannya punya pribadi si owner) yang boleh kita pake mandi jugaaaa! Oya, sabun dan shampoo disediakan jadi kamu nggak perlu repot bawa-bawa dari rumah.

Yang juga istimewa dari Met A Space Pod adalah pelayanan staff nya yang sangat ramah dan helpful. Proses check in cepet, semuanya ramah. Corinne, staff perempuan yang membantu saya check in dan menunjukkan ini itu dari tempat mandi dan tempat makan sangat ramah dan lalu memotret saya untuk dipasang di dinding front officenya. Jadi kalau kamu kesana nanti, coba cari foto saya ya kebagusan.

IMG_1944

Pertanyaan besarnya adalah, apakah saya lain kali akan menginap lagi di Met A Space Pod kalau pas ke Singapore lagi? YES! Tentu saja. Kalau perginya sendirian, nginep di Met A Space Pod adalah pilihan yang lumayan oke. Harganya sekitar SGD42. Cukup mahal untuk harga hostel tapi masih lumayan ekonomis dibanding harus menginap di hotel biasa banget yang harganya tetep aja di atas itu.

Oya, pas saya nyampe beberapa café di Boat Quay sedang menggelar acara nonton bareng bola atau apalah yang tentu saja bikin berisik, apalagi pod saya ada di pinggir jendela. Sebagai tukang tidur sejati, saya sih sebetulnya nggak terganggu, tapi Corrine dengan baik hati memberikan saya tutup kuping biar ga berisik dan tidurnya nyenyak katanya.

Area Boat Quay ini memang enak sih buat nginep dan jalan-jalan. Kamu bisa jalan menyusuri sungai sore-sore, atau nongkrong ala ala anak muda lokal di Clarke Quay, bisa juga jalan ke area MBS dan patung Merlion. MRT juga ga jauh, jalan kaki bisa 8 menit, atau 15 menit kalau kamu kebanyakan berenti foto-foto kayak saya. Kalau kamu penggemar kucing, di sebelah Met ada café kucing bernama Neko no Niwa, kamu tinggal bayar SGD12 lalu bisa main-main sama kucing di situ selama satu juga. Katanya sih kucing di sini bagus-bagus dan bersih-bersih plus terjamin kesehatannya. I can not relate karena saya nggak suka kucing :D. Tapi seorang teman yang kebetulan tinggal di Singapore bilang café kucing yang ini adalah yang terbaik dibanding kafe-kafe kucing lainnya di sana.

Keterangan lengkap soal Met A Space Pod ada di sini ya. Kalau mau tanya-tanya silakan di kolom komen 🙂

 

12 Comments

Filed under dan Saya, Info Aja, jalan-jalan, Kerja, kerjaan, life, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

City Tour Singapore : Naik Motor!, IKUT YUK!

Setiap jalan-jalan ke Singapore, saya selalu memilih MRT dan bis sebagai pilihan transportasi selama di sana. Taxi terlalu mahal untuk kantong saya (terutama kalau lagi jalan sendirian). Paling enak memang naik MRT, kemungkinan salah ambil rutenya sedikit karena semua sudah terpampang jelas di petanya. Naik bis banyak juga membantu menjangkau daerah-daerah yang mggak ada MRT nya, tapi mesti jeli banget baca nomer bis dan rutenya ya, kalau salah alamat repot.

Jadi, dengan segala kemudahan dan kemurahan tarifnya, MRT memang selalu jadi pilihan utama saya kalau lagi jalan-jalan ke Singapore. Mungkin buat kamu juga kali ya?

Sayangnya, jalan-jalan mengandalkan MRT artinya kita akan banyak melewatkan spot menarik di Singapore. Palingan hanya liat tempat di mana kita pergi dan tempat ke mana kita akan pergi. Banyak hal menarik yang akan terlewatkan, padahal mungkin di antara kedua tempat itu ada juga tempat menarik yang mungkin pengen kamu datengin.

Nah, gimana kalau sekarang saya kasi tau bahwa ada pilihan baru yang menarik untuk jalan-jalan keliling Singapore?

How?

Continue reading

21 Comments

Filed under jalan-jalan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Naik Motor dari Singapore ke Genting Highland

Katanya, usahakan pergi ke tempat baru atau melakukan hal baru setiap tahun biar hidup lebih berwarna. Urusan tempat baru sudah checked karena awal tahun kemarin saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Myanmar.

Trus gimana dengan hal baru?

Continue reading

2 Comments

Filed under jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya

Bukan Sekedar Sentosa Island, Tapi Kesana Bareng @pergidulu !

Ok ini mungkin pengakuan yang agak malu-maluin, tapi berhubung ini blog pribadi ya gapapalah ya diceritain disini, mumpung masih nulis sendiri belum ada yang ngajak merger. Siapa juga yang mau

Kalau ditanya, sudah pernahkah saya ke Singapore? Jawabnya tentu saja udah. Pertama kali 18 taun yang lalu waktu ulang taun sweet seventeen-an sebagai hadiah ulang taun dari alm Papa.

Kedua, ketiga, keempat, kelima dan seterusnya berganti-ganti agenda, ada yang sekedar main, ada yang urusan kerjaan, ada yang weekend getaway yang manis. Ada yang sendirian, ada yang sama rekan kantor, ada yang rame-rame sama temen-temen dan tentu saja ada yang bareng keluarga.

Di kunjungan pertama, saya samar-samar ingat kayaknya saya pergi ke Pulau Sentosa. Satu hal yang saya ingat cuma naik cable car untuk pertama kali dan harus naik lift yang tinggi sekali dan di dalamnya ada operator lift yang cantik banget. Saya dulu mikir, ih begitu canggihnya Singapore sampe lift aja ada yang jagain, cantik plus sexy pula. Sementara 18 taun lalu, lift disini rasanya masih ndet-ndetan, ga kayak sekarang.

Kemudian tentu saja saya pernah ke yang namanya Universal Studio atas nama “ngajak anak jalan-jalan”. Sukses berat karena Biyan, anak saya yang umurnya waktu itu 5 taun itu happy setengah mati disana walau pertamanya sempet ngomel panas. Bukan cuma anaknya, mamanya juga happy berat. Banyak sudut asik buat foto-foto! Yay! Padahal kalo mau foto-foto sih di Jalan Braga aja juga bagus Non.

Universal Studio, Mei 2013

Universal Studio, Mei 2013

Sempet mampir ke Siloso Beach tanpa sempat ngapa ngapain sepulang dari Universal Studio itu. Bukan apa-apa, kita semua udah kecapean dan muka udah kusut berat rasanya.

Sepulang dari sana saya baru sadar pas browsing-browsing, ternyata Sentosa menyimpan begitu banyak atraksi dan tempat asik selain sebagian kecil yang saya datangi! Norak? Iya. Biarin.

Yang pertama menarik perhatian saya adalah Dolphin Interaction. Ya ampun mak, ini seriusan bisa liat langsung dolphin dari dalem air?? Seriuslah! Liat di Ancol aja udah happy trus ini bisa liat langsung dalem air plus main-main bareng? Anak saya mungkin akan loncat-loncat ga brenti kalau dapet kesempatan ini.

Screen Shot 2014-04-26 at 12.50.23 AMpsst, ini gambarnya ambil dari www.rwsentosa.co.id

Nggak cuma perihal lumba-lumba aja, perlu dicatat bahwa saya hobby main basah-basahan, maka saya beneran kepengen nyoba yang namanya Adventure Cove Waterpark. Kamu tau kan, kalo di Adventure Cove Waterpark kita bisa nyobain naik yang namanya roller coaster hidro-magnetik pertama di Asia Tenggara. Nggak nolak juga bisa santai-santai bareng Susan dan Adam dari www.pergidulu.com  di kolam ombak Bluwater Bay, nanti saya bakal mainan ban luncur menyusuri Adventure River yang penuh dengan kehidupan laut. Semoga Adam dan Susan juga mau nemenin snorkeling bareng 20.000 ikan warna-warni. Pasti mau lah, mereka kan anaknya fun fun gitu :D.

Ini belom ngomong soal Crane Dance dan Lake of Dreams ya. Saya pasti mangap-mangap bahagia nonton beginian. Bayangin aja atraksi air, dicampur permainan lampu, diiringi musik, gimana ga kurang sedap! Nongkrongin websitenya www.rwsentosa.co.id barusan bikin makin pengen kesana deh.

Jadi kalo baru ke Universal Studio doang, emang harus nih ke Resort World Sentosa lagi. Mana pilihan hotelnya banyak banget, bisa-bisa ke Singapore entar ngabisin waktu di Sentosa aja ga usah kemana-mana. Dan kenapa saya tiba-tiba kepengen ke Singapore lagi? Gara-gara dua sejoli, @pergidulu nih. Denger cerita jalan-jalan mereka yang selalu seru, pengen juga sesekali ngerasain pergi bareng Adam dan Susan. Yang baru denger soal mereka, mampir deh di blognya, www.pergidulu.com. Kamu mungkin jadi pengen juga pergi bareng mereka kayak saya 🙂

 

3 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya