Tag Archives: jalan-jalan

Kalau 3 Bulan Nggak Ngantor. Trus Ngapain?

Sudah 3 bulan ini saya berhenti kerja kantoran. Iya, setelah 15 tahun lebih jadi pekerja kantoran, akhirnya saya punya keberanian untuk beneran berhenti bekerja. Sebenernya keinginannya sudah ada dari dulu (ah kalau boleh jujur : keinginan ini muncul setiap saya bangun pagi untuk pergi ke kantor, setiap lagi mandi dan setiap hari minggu sore, tepat ketika saya sadar besok harus ngantor lagi setelah bisa santai sejenak selama weekend).

Artinya, keinginan berhenti ngantor memang selalu ada di benak saya.

Continue reading

14 Comments

Filed under Cinta, Family, Just a Thought, Kerja, kerjaan, life, Saya, Saya, Saya, dan Saya

No Malls on Weekend. Why?

Sejak kecil dulu, saya memang membiasakan Biyan untuk banyak main di luar rumah. Selain karena rumahnya nggak luas (nggak bisa main sepak bola atau main volley di dalam rumah), juga saya percaya bahwa anak yang lebih banyak main di luar rumah tentunya akan lebih banyak juga pengalamannya ya kan.

Apalagi saya juga menerapkan prinsip “no malls on weekend”. Jadi kami nggak pernah pergi ke mall kalau weekend. Aduh masuknya aja penuh, belom cari parkirnya, belom bayar parkir bisa puluhan ribu, mau makan penuh, toilet penuh argh!

Jadi kalau weekend anaknya dibawa kemana Bu?

Continue reading

4 Comments

Filed under Cinta, Family, Just a Thought, life, Saya, Saya, dan Saya

Nyampe (dan Nyasar) Gara-gara Waze dan Google Map

Saya suka banget nyetir. Macet pun jarang ngomel. Asal mobil ber AC cukup adem, iPod jalan terus dan punya sebotol air putih, saya betah berlama-lama menyetir di jalan.

Nyetir luar kota?

Continue reading

3 Comments

Filed under Iseng Abis, jalan-jalan, Just a Thought, Saya, Saya, dan Saya, traveling

TIJILI : Hotel Manis di Tengah Ramainya Seminyak

Pertimbangan saya memilih hotel di Bali selalu berdasarkan lokasi, lokasi dan lokasi. Kalau ingin tempat yang agak sepi tapi gampang cari makan dan kalau tiba-tiba rindu Seminyak tapi nggak mau nginep di Seminyak, saya biasanya akan memilih daerah Canggu. Kalau sudah diniatkan mau beneran ke tempat sepi, saya kemudian memilih Gianyar dengan Barn and Bunk nya yang homey itu.

Continue reading

11 Comments

Filed under jalan-jalan, kerjaan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Menyepi Bareng Sepi Saat Nyepi di Bali

Ya iya namanya Nyepi ya pasti sepi. Tapi taukah kamu betapa riuhnya sehari sebelum nyepi di Bali? Semua tempat makan penuh, supermarket dipenuhi turis-turis yang tau bahwa keesokan harinya mereka nggak bisa lagi belanja dan makan-makan di luar.

Tahun ini saya memutuskan ingin coba yang namanya Nyepi di Bali bersama beberapa orang teman meskipun rencana liburan kali ini lumayan dapat banyak tanggapan serupa “hah? ke Bali pas Nyepi? Ngapain? Kan nggak bisa ngapa-ngapain?”

“hah? yang di Bali aja biasanya Nyepi-escape kok ya lu malah terbang ke Bali”

dan ratusan (mulai lebay) pertanyaan lainnya yang kami tanggapi dengan senyum-senyum simpul seperti abg baru dapat salam dari gebetannya.

Continue reading

13 Comments

Filed under Cinta, jalan-jalan, life, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

City Tour Singapore : Naik Motor!, IKUT YUK!

Setiap jalan-jalan ke Singapore, saya selalu memilih MRT dan bis sebagai pilihan transportasi selama di sana. Taxi terlalu mahal untuk kantong saya (terutama kalau lagi jalan sendirian). Paling enak memang naik MRT, kemungkinan salah ambil rutenya sedikit karena semua sudah terpampang jelas di petanya. Naik bis banyak juga membantu menjangkau daerah-daerah yang mggak ada MRT nya, tapi mesti jeli banget baca nomer bis dan rutenya ya, kalau salah alamat repot.

Jadi, dengan segala kemudahan dan kemurahan tarifnya, MRT memang selalu jadi pilihan utama saya kalau lagi jalan-jalan ke Singapore. Mungkin buat kamu juga kali ya?

Sayangnya, jalan-jalan mengandalkan MRT artinya kita akan banyak melewatkan spot menarik di Singapore. Palingan hanya liat tempat di mana kita pergi dan tempat ke mana kita akan pergi. Banyak hal menarik yang akan terlewatkan, padahal mungkin di antara kedua tempat itu ada juga tempat menarik yang mungkin pengen kamu datengin.

Nah, gimana kalau sekarang saya kasi tau bahwa ada pilihan baru yang menarik untuk jalan-jalan keliling Singapore?

How?

Continue reading

21 Comments

Filed under jalan-jalan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Mandalay. Tak Cukup Sekali.

Tulisan terakhir dari cerita jalan-jalan ke Myanmar awal tahun lalu. Jadi kota terakhir (sekaligus pertama) yang saya kunjungi adalah Mandalay. Kenapa terakhir sekaligus pertama? Karena waktu pertama dateng saya terbang dari Bangkok ke Mandalay tapi ga pake mampir mana-mana dulu dan langsung naik mini bis ke Bagan. Jadi setelah dari Nyaung Shwe, saya kemudian kembali ke Bagan, nginep semalam sebelum lanjut ke Bangkok lagi.

Ada 2 tujuan utama saya di Mandalay, yaitu Mingun dan U-Bein Bridge. Dengan catatan, kalau masih punya waktu sebelum ke airport saya agak-agak pingin mampir ke monastery, dan ternyata nggak sempat

Dari Nyaung Shwe sekitar jam 20.00, saya tiba di Mandalay Pk. 03.30. Yes setengah empat subuh aja dan kita bertiga lagi enak tidur, untung kebangun pas bis berenti, dan ngecek di Waze, eits hotel yang saya book ternyata udah tinggal 200 meter aja. Bisa jalan kaki dong. Walaupun lumayan aja geret koper jalan subuh-subuh begitu.

Saya milih hotel Tiger One, kelihatannya dari lokasi lumayan ok karena dekat pasar, banyak makanan, dan cari money changer juga nggak susah. Mandalay ini semacam kota yang lebih ramai dibanding Bagan dan Nyaung Shwe. Di hotel disediakan sepeda yang bisa kamu pake untuk keliling-keliling dengan gratis.

Pas saya sampe hotel, beberapa karyawannya terbangun sampe rasanya ga enak karena bangunin. Front office officernya minta maaf sama saya karena tidak ada kamar kosong yang bisa dia berikan sama saya pagi itu.

And I was like :

WHAT??

Continue reading

6 Comments

Filed under Family, jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya