Yang Merasa Motivator Nggak Usah Baca.

Kalau dihitung-hitung kelihatannya sudah 7-8 tahun saya tidak suka lagi duduk depan TV dan menikmati tayangannya. Alasannya macam-macam, salah satunya karena tayangan TV lokal sudah lama tidak dapat lagi menarik perhatian saya sebagai pemirsa. Tapi kan ada TV cable ya, dimana bisa nonton sitcom ini itu yang selalu jadi kesukaan saya, tapi toh nggak ditonton juga. Kemudian alasannya agak menyalahkan Biyan, anak saya satu-satunya itu. Kare TV di rumah selalu dimonopoli olehnya, mamanya nggak kebagian. Kebetulan saya juga nggak punya TV di kamar.

Read More

To a Dear Friend

I’m sure you remember those times when we used to laugh together?
I cherish those moments as I cherish having you in my life

But do you remember those difficult times when we didn’t get along with each other?
Like when I had no time for you because of work, or new friends, or when I just want to be alone?
And when you started to do some stupid mistakes and I said how stupid you were.

One thing you might forget is when I told you that you are going too far and I’m afraid you wouldn’t be able to come back even if you want to, is that these helping hands are ready to catch you in case you’re falling.. These ears are for you anytime you need them, this heart is fully open for you because you know I love you too much to be careless. Yes, though I know you will be hurt because of your own mistake.

One thing you have to be sure about me that I will not leave you just because of what you chose to face. I will give some space, as much as you need one, to give you a chance so you will see with your own heart that I do care of you.

And together we will fix what’s broken, I will walk with you during the process. Yes it will be hurt I know, but I’m sure it’s just a phase.  Because I’m sure that you, my dear friend will be smiling again like you used to do. And we will have those time we’re gonna cherish together again.

Kamu Nyebelinnya Sebelah Mana?

Pernah ngga kamu punya temen yang nyebelin banget. Judes, ngeselin, pokoknya kayak ga ada hal yang bagus tentang dia? Saya sih sering punya temen kayak begini. Tapi kenapa dong bisa jadi temen? Karena dia ternyata temen yang setia dengerin kalau saya curhat dan ga sembarangan ngasih pendapat, apalagi saran, apalagi judging. Jaman saya baru-baru kerja dulu, ada nih temen kayak gini, sekantor pula. Satu kantor dulu banyak ga senengnya sama dia. Tapi sebagai teman, saya punya banyak hal yang bisa saya ketawain bareng sama dia. Selera humor kami bisa dibilang satu frekuensi.

Pernah juga punya temen yang terkenal pemarah, doyan berantem, sedikit-sedikit marah sedikit-sedikit marah, tapi tau nggak, sebegitu sering saya makan bareng sama dia, belum pernah sekalipun  saya liat dia marah sama waiter/waitress. Padahal seringkali nemu tempat makan yang nyebelin, misalnya baru buka tapi udah bilang menu pesanan kamu abis. Saya sih bawaannya judes aja “lha, baru buka udah sold out ni gimana, bilang aja ga ada, jangan bilang abis”. Tapi temen saya yang pemarah ini dengan santai memilih menu lain untuk dipesan. Pernah juga menu yang dipesan salah, pesennya apa datengnya apa. Saya sempet tegang juga kirain dia bakal ngomel. Eh ternyata dimakan aja tuh, juga tanpa ngomel. Iseng, sekali waktu saya tanya kenapa dia ga pernah ngomel sama waiter/waitress. Jawabannya gampang aja dan ga filosofis sama sekali “masih banyak menu lain yang bisa dipesan”.

Pernah juga punya temen yang baik, ga pernah berantem sama orang, hubungan sama semua orang baik-baik aja. Rajin senyum, ramah dan temannya dimana-mana. Tapi kalau makan sama dia, saya suka tegang sendiri. Kalau sama waiter/waitress di tempat makan judes banget. Saya juga suka ngomel sih, tapi kalau udah salah banget. Tapi temen saya yang ini, ga usah pake salah, ngomong ke waiternya aja udah judes, ga pake senyum, ga pake ramah. Padahal dia dikenal sebagai temen yang ramah.

Yang paling ngeselin adalah kalau punya temen yang urusan horizontalnya lebih penting dibanding urusan vertikalnya sendiri. Tau maksud saya kan? Itu lho jenis temen yang ibadahnya rajin tapi urusan vertikal sama temennya banyak ga beres.

Maksud dari tulisan yang dimulai dengan racauan ini adalah, yang namanya orang, ga ada yang sepenuhnya nyebelin. Ga ada juga yang sepenuhnya baik-baik aja. Kamu akan nemuin hal yang menyenangkan dari orang yang nyebelin, demikian juga kamu akan nemuin hal yang ngeselin dari orang yang biasanya menyenangkan. Kamu akan merasakan waktu-waktu yang bikin kamu happy sama orang yang nyebelin, kamu juga akan ngerasain yang namanya sakit hati sama orang yang katanya nyenengin.

Tulisannya kayak bijak banget sih Shas. Padahal bukan lagi bijak ini sih lagi kesel sebenernya.

Menutup 2014 (dengan air mata)

Sebenernya waktu saya nulis postingan ini, judul di atas adalah “Menutup 2014 Dengan Segala Kebrengsekannya”. Tapi ini kan bukan tayangan tivi yang harus didongkrak dengan judul yang bombastis ya. Lagipula menulis 2014 brengsek itu kok seperti tidak ada hal baik yang terjadi di 2014. Seperti tidak diajar untuk bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup.

Kemudian judulnya saya ubah menjadi “Menutup 2014”. Tapi trus kayaknya ga menarik juga. Nggak menggambarkan apa yang saya mau bilang di bawah nanti, dan nggak menggambarkan seperti apa 2014 buat saya. Penulis amatir memang, mikirin judul aja udah 2 paragraf sendiri.

Setengah awal dari 2014 berjalan baik buat saya. Pergi liburan ngajak mama untuk pertama kalinya, beberapa tempat baru, ketemuan-ketemuan asik dengan banyak orang. Sepertinya setengah pertama 2014 diciptakan untuk mempersiapkan saya menghadapi badai yang kemudian muncul di tengah kedua taun ini.

Saya kemudian mendapati saya bukan seperti saya yang biasanya. Tengah kedua taun 2014 membuat saya menjadi orang lain. Segitu buruknya sampe untuk pertama kali dalam hidup, saya malu melihat diri saya sendiri di kaca. Driven by feeling, in a bad bad way. Kalau ada orang yang perlu saya mintain maaf atas apa yang terjadi, maka orang itu adalah saya sendiri.

Sejak itu hari-hari tak pernah sama lagi. I am becoming an expert of faking smiles. I am not a beginner in hiding tears anymore. I swallow the pain, I live with the sadness for months. Till one day it blew out and destroy everything I have.

Begitu banyak energi yang tanpa sadar tersedot untuk hal yang sia-sia. Begitu banyak waktu yang terbuang untuk menyenangkan hati orang-orang yang mungkin sebetulnya doesnt deserve all the attentions, the heart and also, the energy. Begitu banyak upaya yang dilakukan untuk menjadi senang. Sampai lupa bahwa senang dan susah itu kan terjadi begitu saja tanpa harus kita upayakan. Lupa kalau yang namanya senang itu sesungguhnya memang tak perlu banyak usaha.

Resolusi 2015 kemudian menjadi sangat sederhana saja. Selain resolusi taun-taun sebelumnya yaitu pengen kurusan, kali ini saya tambahkan satu point penting : senang-senang.

Iya, senang-senang yang tanpa harus banyak upaya.

Senang-senang yang tidak dibayar dengan susah hati di kemudian hari.

Dan menyadari kalau senang dan susah itu bikinan kita sendiri, nggak perlulah dikejar-kejar sampai habis energi sendiri kemudian ngos-ngosan sendiri.

Selamat tahun baru, survivors. Walaupun sedikit terseok dan banyak berdarah, toh tahun ini lewat juga. Bukan tanpa hal baik, tentu saja ada hal-hal menyenangkan yang kita nggak boleh lupain. Hidup itu jangan jelek-jeleknya ajalah yang diingat.

Menutup 2014. Sambil berharap nggak ada lagi tahun-tahun mendatang yang harus ditutup dengan air mata seperti tahun ini.

IMG_3471

Memori Kurang Ajar

Dimana kamu satu minggu lalu?

Satu bulan lalu?

Satu tahun lalu?

Pertanyaan ini memang tidak akan ada habisnya kalau ditanyain terus. Saya sebagai mahluk melankolis romantis ini adalah korbannya. Untuk hal-hal indah yang pernah terjadi dalam hidup saya, saya bahkan ingat detail sampai memori soal baju apa yang saya pake saat itu. Apalagi urusan sepatu, inget banget kapan pake apa.

Sayangnya yang namanya memori yang datang nggak melulu soal yang bagus-bagus. Di beberapa hari dan tanggal tertentu mood saya suka mendadak berantakan tanpa bisa dikontrol. Padahal saya selalu survive yang namanya PMS. Dikontrol hormon sih kagak, yang ada dikontrol kenangan.

Jeleknya lagi, kenangan buruk muncul nggak cuma soal waktu. Jalan yang kita lewatin pas kita nerima berita jelek, foto-foto yang bermunculan di gallery handphone, atau foto yang muncul di berita, bahkan di twitpic, film yang bersetting di tempat yang kita nggak pernah mau kunjungi lagi saking buruknya kejadian yang pernah terjadi disana, lagu yang mengingatkan kita waktu kita lagi susah hati. Banyak, masih banyak yang mungkin membawa kenangan jelek dan membuat hati kita nggak beres dalam hitungan sekejap dua kejap.

Natal nggak pernah sama lagi untuk saya sejak ayah saya meninggal 2 hari setelah hari Natal 3 tahun lalu. Beberapa tempat cantik yang pernah saya datangi malah membuat trauma-trauma ga jelas. Salah satu jalan yang pernah saya lewati sambil dapet kabar ga enak adalah jalan yang setiap hari saya lewatin untuk pulang ke rumah. Apakah dengan saking seringnya saya lewat jalan itu kemudian lama-lama jadi kebas? Nggak juga tuh, sudah 3 bulan berlalu tapi sakitnya masih sama-sama aja.

Belum lagi beberapa orang yang tanpa sengaja selalu mengingatkan kita sama orang-orang yang justru mau kita lupain. Rasanya seperti dikepung kenangan. Sayangnya kenangannya buruk.

Lalu mau sampe kapan begini-begini terus? Karena ternyata melupakan bukan satu pilihan. Sepengen-pengennya kita melupakan satu hal buruk, belum tentu bisa. Yang ada semakin lama rasanya semakin ngeselin. Jadi kelihatannya kita tunggu saja sampai memori ini berhenti kurang ajar ya.

Jangan Nolak Kalau Diajak ke Derawan

Bukan Shasya kalo postingannya ga terlambat. Kali ini cerita jalan-jalan ke Derawan kemarin. Sebelum meneruskan cerita, nanti saya dikasih tips apa kek gitu biar ga telat mulu nih postingannya, terutama postingan soal jalan-jalan karena ujung-ujungnya banyak yang udah lupa pas mau ditulis karena kelamaan.

Liburan Lebaran kemarin, seperti tiga per empat warga Path saya pergi liburan. Tumben karena biasanya saya nggak suka pergi saat Lebaran, biasanya tiket kemana-mana mahal, dimana-mana penuh. Tapi kali ini karena ajakan yang sudah saya ceritakan sebelumnya disini, maka pergilah saya ke Derawan.

Sebelum Derawan, tentu kita mampir dulu di Balikpapan kan. Tadinya sih mau langsung-langsung aja karena toh Balikpapan bukan tujuan utama, tapi kemudian tergoda dengan cerita enaknya Kepiting, maka kami memutuskan untuk stay 1 malam di Balikpapan, demi nyari makanan enak. Cerita soal enaknya makanan di Balikpapan udah saya ceritain lengkap disini . Ada Kepiting (tentunya), Bubur Samarinda, dan Soto Banjar yang kemudian jadi kesukaan saya.

Besok paginya kami terbang ke Berau dari airportnya Balikpapan yang cakep itu. Dan sampai Berau, juga terpesona sama airportnya yang lumayan keren buat ukuran kota sekecil itu. Kalau dibandingkan dengan airport di Bandung, duh :D.

Bandara di Berau

Bandara di Berau

Dari Berau kami menempuh 3 jam perjalanan pake mobil menuju dermaga sebelum menyeberang ke Derawan. Di tengah perjalanan sempat berhenti makan siang (yang agak telat) dan ternyata cuma satu-satunya tempat jualan makanan sepanjang perjalanan dari bandara ke dermaga.

Sampai di Derawan, jujur aja saya agak kaget. Tempatnya tidak seindah yang saya lihat di foto. Bahkan di pesisir pantainya banyak sampah, sayang banget, padahal lautnya biru banget dan adanya water cottage bikin pemandangannya makin asik.

Derawan

Derawan

Derawan sendiri buat saya hampir seperti Pangandaran dengan skala yang lebih kecil, di belakang pantai dan jejeran cottage, ada satu jalan utama yang penuh dengan yang jualan makanan, jualan baju, dan sewa sepeda. Makanannya asik-asik, banyaknya sih seafood tapi untuk yang alergi atau ngga suka seafood, banyak juga yang jualan Ayam, Gado-gado, sampai Indomie. Yang langsung jadi favorit saya adalah Jagung Bakar, tiap malem harus beli meskipun sebelumnya beres makan Seafood.

Pemukiman di belakang pantai Derawan

Pemukiman di belakang pantai Derawan

Naik sepeda keliling pulau adalah salah satu hiburan yang harus dikerjain selama di Derawan. Sewa sepeda 20ribu per 1,5 jam. Tadinya saya pikir kok mahal ya, mengingat di Gili Trawangan sewa sepeda seharian sampe besokannya aja cuma 35 ribu. Tapi mendapati Biyan kesenengan naik sepeda disana, 20 ribu rasanya oke-oke aja, ketambahan sepedanya banyak yang baru, so it was ok. Jadi inget setaun lalu waktu saya liburan berdua Biyan ke Penang, dia masih harus dibonceng bonceng sampai mamanya kecapean secara anaknya gendut kan yah. eh di Derawan kemarin dia kan sudah bisa naik sepeda sendiri, sepedaan berdua jadi makin seru 🙂

Kiri : Penang, Kanan : Derawan

Kiri : Penang, Kanan : Derawan

.

Hiburan lainnya di Derawan, tentu saja melihat penyu bertelur. Malam terakhir kami disana akhirnya berhasil nontonin satu ekor penyu yang lagi asik bertelur. Dalam semalam, penyu bisa bertelur sampai ratusan butir, telurnya ‘diamankan’ petugas konservasi biar ga menetas ga ketauan, lalu dimakan ikan atau binatang lain ketika tukik (anak penyu) mencoba balik ke laut.

.

Hiburan lain di Derawan? Tentu saja berjemur 🙂

IMG_7962

Ke Derawan tentunya tidak lengkap tanpa mengunjungi 3 pulau lain yang terkenal satu paket dengan Derawan itu : Sangalaki, Kakaban, dan Maratua. Oh ada tambahan satu lagi, Pulau Gusung yang kalau pas pasang dia menghilang alias terendam air laut. Masing-masing pulau cantiknya lain-lain. Liat deh cantiknya Sangalaki hari itu,

Di Sangalaki juga ada resort tempat menginap. kalau kamu lebih suka suasana yang lebih sepi, Sangalaki lebih cocok untuk bermalam dibanding Derawan. Kalau saya menemukan seekor penyu bertelur di Derawan, di Sangalaki katanya bisa ada 40 ekor penyu bertelur dalam satu malam. Saya sih kebayangnya kalau jalan bisa sampe kesandung2 kali ya. Selain jemur-jemuran asik, anak-anak kota ini kesenengan liat tukik yang baru pada menetas,
IMG_7636
Tukiknya memang lucu menggemaskan sih ya 🙂

(fotonya punya Diani)

(fotonya punya Diani)

Kemudian Kakaban, pulau yang jadi istimewa karena di tengahnya ada danau dimana ada jellyfish yang karena tidak beracun maka bisa diajak berenang-renang. Lucunya, pas nyebur sih ngejar2 ubur-ubur, tapi pas mereka nempel di kaki trus malah kaget. Banyak yang nanya “jellyfish nya susah dicari ga? banyak ga?”. Jellyfish nya banyak banget sampe nggak usah dicari! Ukurannya ada yang gede, ada yang kecil-kecil.

Yang harus dilakukan di Kakaban selain main sama jellyfish? Tentu saja motret jembatan dermaga yang fenomenal itu. (fenomenal dalam arti difoto dan diupload oleh semua orang :D)

IMG_7815

Tadinya sih dari Kakaban kita mau langsung ke Maratua tapi katanya ombaknya nggak memungkinkan jadi kita mampir sebentar di Pulau Gusung. Pulau ini sih nggak ada apa-apa, cuma asik aja buat foto-foto, tidur-tiduran, dan ngeliatin sunset.
IMG_7788
IMG_7793
IMG_7807

Untung masih punya satu hari untuk sengaja mengunjungi Maratua, yang ternyata adalah yang paling cantik diantara pulau-pulau yang lain. Ada resortnya juga kalau kamu mau nginep disini. Lain kali mungkin perlu dicoba sengaja nginep di Maratua, 2 hari aja. Asik juga kan kalau tiap bangun pagi pemandangannya kayak begini

IMG_7878
IMG_7875

Yang bisa dikerjain di Maratua selain foto-foto? Berjemur lagi tentunya :). Yang doyan snorkeling, juga bisa disini, beneran tinggal loncat aja dari dermaganya.

IMG_7902

IMG_7972

Berhubung perjalanan ini asik-asik aja alias banyak rencana yang muncul di tengah jalan, maka selain foto-foto dan menikmati Maratua Resort yang cakep itu, kita juga sewa mobil pick up dan kemudian menyusuri hutan menuju daerah Payung-Payung dimana udahnya kita nemu yang namanya Goa Jimangku. Duduk di pick up, makan nasi kotak sambil ketabok-tabok ranting pohon memang memberikan pengalaman tersendiri, asik banget. Sebelum sampe Goa Jimangku, kita jalan di pesisir pantai yang langitnya sebiru foto-foto yang biasa kamu liat di kartupos.

IMG_7932

Goa Jimangku kemudian ‘dinobatkan’ Biyan sebagai tempat paling asik selama jalan-jalan kemarin. Gimana ga asik kalau bisa berenang di laguna kayak gini,

IMG_8044
Untuk menambah kadar keasikannya, saya sempet loncat dari atas, mungkin jaraknya 6 meteran. Tadinya sempet ngeri sih, tapi ngebayangin nyeselnya kalo nggak loncat, ya loncat juga akhirnya. Oiya ini fotonya punya Diani juga.

Di perjalanan pulang menuju Maratua Island, saya mendapati pemandangan ini dari pick up yang melaju lumayan kencang

IMG_7942

Oya, di jalan menuju Maratua, boat sewaan kami sempet berhenti di tengah karena tiba-tiba banyak lumba-lumba bermunculan! Huah seru banget. Sebenernya saya lebih seru mengamati muka Biyan ketika lumba-lumba itu muncul. Dia teriak-teriak kesenengan, boat sampe mau oleng rasanya. Waktu dulu diajak liat lumba-lumba, manatee dan segala macem di River Safari Singapore rasanya nggak kayak begitu girangnya. Memang lain sih liat binatang di kebun binatang dan di habitat aslinya ya 🙂

IMG_8020

Biar postingan ini lebih berguna daripada sekedar bikin pengen ke Derawan dan pulau-pulau lain itu tadi, ini adalah beberapa tips alias #lifeguide kalau kamu berencana pergi kesana :

1. Kalau kamu nggak tahan laper atau bawa anak kecil, bawa bekal makanan (roti dll) di tasmu, karena di beberapa tempat kita bisa susah cari makanan.
2. Kalau kamu suka tempat yang rame dan cari apa-apa gampang, menginaplah di Derawan. Pilihan tempat nginepnya banyak macamnya, dari cottage sampai homestay, harganya tentu beragam juga.
3. Di Derawan nggak ada ATM (kecuali ATM Bank Kaltim), jadi bawalah uang yang cukup buat makan dan jajan-jajan disana
4. Harga baju di Derawan agak mahal dan kualitasnya biasa banget, jadi kalo ga kepaksa atau kepingin bawa buat suvenir, sebaiknya sih jangan beli disana.
5. Kalau males bawa toiletries, selama perlu yang standar-standar kayak sabun shampoo dll sih disana ada.
6. Kalau sewa boat sendiri (atau ikut tour), pastikan sudah pergi dari pagi, sayang waktu yang terbuang kalo saling tunggu-tunggu. Percayalan yang paling asik dari pergi ke Derawan adalah kegiatan Island Hoppingnya, pergi kesiangan artinya bisa-bisa kehilangan kesempatan mengunjungi pulau-pulau cantik di sekitar Derawan.
7. Pergi rame-rame tentu akan lebih ekonomis dibanding pergi sendiri, soalnya sewa boat sehari kan lumayan mahal, jadi mendingan bayar rame-rame toh?

Wuih, postingan blognya pake tips segala kayak udah ahli jalan-jalan aja :D.

Serunya Playdate bareng Johnson’s® Baby di Cihampelas Walk

Masih inget kan waktu saya sempat woro-woro soal adanya Playdate seru gelarannya Johnson’s Baby? Di Bandung, acara asik ini diadakan di CiWalk alias Cihampelas Walk. Salah satu tempat asik di Bandung untuk bawa anak-anak main, terutama kalau anakmu kayak anakku yang nggak bias diam itu. CiWalk kan luas, bias buat lari-lari. Asik deh. Makin asik ketika ada Playdate bikinan Johnson’s Baby kemarin-kemarin itu.

Sini deh intip keseruan yang terjadi disana,

0001

IMG_4792

Ada banyak permainan aktif yang sudah disediakan Johnson’s® baby, si kecil pasti seneng ;permainan tarik ember, lompat ban, melatih keseimbangan dengan papan, masuk labirin, tending-tendangan bola, terowongan hoopla, dan masih banyak permainan aktif lainnya. Seru banget liat anak-anak kecil berlompatan kesana kemari sambil ketawa-ketawa.

IMG_4783

Trus ibunya ngapain? Ibunya ikutan talkshow bersama para ahli dan praktisi mengenai tumbuhkembang anak di active corner dong, banyak pengetahuan yang dibagikan oleh para ahli dan praktisi untuk ibu-ibu yang hadir.

Eh ada juga booth buat story telling. Yang biasa bacain dongeng buat anaknya sebelum tidur, berkesempatan juga nyoba story telling di Active Playdatenya Johnson’s® baby, biara gak lain aja suasananya. Semua anak memang doyan dibacain ceritakanya, tapi taukah ibu-ibu kalau kegiatan membacakan cerita buat anak-anak ini, selain membuat mereka senang, ternyata juga melatih syaraf motoriknya? Drama di cerita yang dibacakan akan merangsang otot motorik mereka dan melatihnya untuk bekerja dengan lebih baik, demikian juga dengan gesture tubuh dan ekspresi wajah dan suara kita ketika sedang membacakan cerita. Membacakan dongeng atau story telling bias dibilang cara termudah untuk melatih syaraf motorik anak. Kegiatan Story Telling di Johnson’s Active PlayDate kemarin juga berhadiah menarik untuk 1000 pendaftar pertama yang kemudian mendapatkan tshirt lucu dari Johnson’s® baby untuk ibu dan si kecil. Seru amat sih udahnya kan bias seragaman.

Dan yang namanya anak-anak tentu saja senang disuguhin beginian, asli pada betah dan nggak mau keluar!
IMG_4807

Dan seperti yang pernah saya tulis disini : https://pashatama.wordpress.com/2014/05/28/keringetan-tapi-asik/, active play buat anak kan sangat penting. Johnson’s Baby tentu saja menyediakan arena bermain aktif buat anak yang bikin anak-anak tambah betah.

Bermain di ruangan terbuka sambil beraktivitas fisik seperti ini kan memang diperlukan buat anak-anak. Apalagi dilengkapi dengan fasilitas aman buat anak. Selain aktivitas fisik,di acara Playdate kemarin juga ada kegiatan games yang melibatkan anak dan orang tua. Selain seru-seruan bisa dapet hadiah, games seperti ini juga meningkatkan bonding antara orang tua dan anaknya.

IMG_4914

Dan coba intip keseruan lain yang terjadi di panggung Active Playdate kemarin :

Nah, acara Active Playdatenya kan udahan, tapi jangan lupa untuk selalu mengajak si kecil bermain aktif ya ibu-ibu, main di luar ruangan, melibatkan fisik, selain itung-itung olah raga, juga sebagai sarana bonding antara kita dan anak-anak. Apalagi untuk ibu-ibu bekerja (dan bergaul) seperti saya.

Memang sih problem bermain aktif di luar ruangan itu ya resikonya kan berkeringat, tapi kan sekarang ada Johnson’s® baby Active FreshTM Powder, yang justru akan bikin anak fresh ketika dia berkeringat. Saya udah coba pake buat Biyan secara liburan kemarin dia terus-terusan main di luar, ya main sepeda, ya lari-lari. Yang anaknya masih bayi, jangan khawatir karena Johnson’s® baby Active FreshTM Powder ini dibuat dengan standar klinis yang aman untuk kulit bayi.

Produk Johnson’s Baby kan sudah memenuhi standar Best For Baby, terbukti secara klinis memiliki kandungan lembut dan aman buat kulit bayi. Baru-baru ini Johnson’s Baby menciptakan Johnson’s® baby Active FreshTM Powder, yang menetralkan bau masam dan justru membuat si kecil segar dan wangi setiap kali dia berkeringat. Ketika dia semakin berkeringat, maka akan semakin wangi. INi disebabkan olehSulfur Malodor yang akan mengubah bau masam menjadi netral atau tidak berbau, lalu ada teknologi yang memungkinkan adanya pengapsulan butir-butir talc di dalam bedak. Nah, kapsul ini akan mengeluarkan wangi segar begitu kena keringat si kecil. Kecanggihan ini namanyaFragrance Technology + Encapsulation.

Jadi jangan lupa ya buibu, untuk selalu mengajak si kecil bermain aktif, kan sekarang keringetan bukan lagi masalah☺. Selain lebih sehat, anak-anak juga akan jadi lebih riang deh, buktiin sendiri.

Crop Foto Sana Sini

Saya penikmat foto-foto pemandangan yang indah indah. Pasti kamu juga. Yang paling sering sih foto sunset. Atau foto sunrise (note : saya sama sekali tidak punya foto sunrise karena nggak pernah bangun sepagi itu untuk mengejar terbitnya matahari). Oh atau foto pantai. Ini yang selalu bikin saya pingin pergi piknik. Apalagi foto sunset di pantai, sudahlah kelar.

Lalu berapa kali kamu jadi kepengen pergi hanya karena liat foto dari temenmu, atau liat di timeline twitter, atau di iklan majalah traveling, atau di Instagram, dan tentu saja di Path? Saya sih sering banget. Walau ujung-ujungnya belum tentu pergi ke tempat yang kita liat itu. Mlipir dikitlaaah, liatnya foto Lombok, perginya ke Pangandaran. Gitcu. Yang penting ada pantai, laut, dan kesempatan memotret sunset. Liatnya foto hijaunya sawah di Ubud, perginya ke Garut. Begitulah kira-kira.

Kemudian saya menemukan hal yang cukup lucu. Waktu saya pergi ke waduk Jati Luhur di Purwakarta kemudian naik perahu menyebrangi danau, saya sempat memotret potongan perahu dengan langit biru ditambah dengan visual gunung dari kejauhan, cakep deh, Ketika foto itu saya upload, temen-temen pada nanya karena dikira saya pergi jauh karena pemandangannya bagus. Waktu saya mengambil foto itu, saya padahal harus ngepas-pasin kamera henpon supaya gambarnya pas bagusnya. Bukannya apa-apa, namanya juga Danau ya, ujungnya ga seluas laut kan, dan di deket situ ada tempat makan terapung yang kalau masuk frame foto, enggak banget kelihatannya.

Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur

Kedua kali saya sempat memotret sunset di sekitar Pamanukan. Waktu itu jalanan super macet, bukan sekedar macet biasa, tapi truk dimana-mana mengepulkan asap yang nggak ada sedap-sedapnya, motor berdesakan mencoba mendapatkan jalan diantara mobil-mobil yang berjajar. Diantara pemandangan ga enak ini, matahari tetep asik aja menjelang sunset, saya mengarahkan henpon saya ke atas, hanya ada sedikit bagian dari truk di bagian depan mobil saya yang tertangkap kamera, edit dikit, crop crop, voila! foto sunsetnya bagus.

Kejadian memotret sunset atau pantai juga sama aja, kadang-kadang pantainya biasa aja, bahkan ada yang kotor. Ya bagian kotornya jangan ikut difoto la ya. Miringkan henpon sedikit juga ga kena. Orang yang liat fotonya pasti mikir memang beneran bagus aja pantainya. Baru baru ini saya dikirim foto Biyan yang lagi main di lapangan rumput kompleks Angkatan Darat dekat rumah ompungnya. Fotonya bagus banget, dan kesannya lagi dimana gitu. Padahal kalo langsung liat sih ya disituuuuu belakang rumah, yang tempatnya biasa-biasa aja, yang panas bukan kepalang itu. Tapi berhubung angle ambil fotonya bagus, ya baguslah hasilnya. Pernah juga foto-foto di kuburan, ternyata hasilnya malah bagus  :)))

Piknik di Kuburan

Piknik di Kuburan

Oh kadang-kadang ada juga keadaan begini, pantai lagi penuh-penuhnya, kalo difoto pasti ga bagus, palingan disangka lagi di Ancol. Triknya? Agak menjauh dari kerumunan orang, lalu tukang fotonya harus gesit, klik klik ambil foto saat ga ada orang melintas. Voila, hasilnya kayak lagi di private beach kan? Kejadian serupa saya alami waktu foto-fotoan di Wat Pho di Bangkok, kan tempatnya selalu penuh sesak tuh ya, sampe mau motret susah deh banyak orang dan mereka biasanya bergerombol gitu. Saya sempat ambil satu foto yang pas ga ada orang, sampe tau-tau ada temen nanya “kok bisa sih Wat Pho sepi?”.

Wat Pho

Wat Pho

Pernah juga saya pergi ke tempat yang beneran cantik pemandangannya, ke hampir setiap sudut mata saya memandang, nggak terlihat cacatnya. Pas difoto, hasilnya ternyata ga beda jauh sama yang perlu diedit dikit dan crop crop crop itu tadi.

Kemudian saya berpikir. Kayaknya hidup juga nggak pernah jauh-jauh dari yang kayak gitu ya. Kita menceritakan hal-hal yang menyenangkan yang terjadi pada kita sama teman-teman, mereka melihat betapa menyenangkan hidup yang kita jalani. Ada yang ikut seneng, ada juga kali yang udahnya jadi sirik. Tapi mungkin mereka nggak melihat ‘pemandangan’ jelek yang sempat kita crop sebelum kita ceritakan pada mereka. Ada air mata disana sini, ada susah hati yang cuma bikin malu kalo dikisahkan sama orang. Akhirnya cerita kita yang bagus aja yang muncul ke permukaan. Ada yang salah dengan itu? tentu saja enggak. Adalah pilihan kita kalau kemudian nggak mau menampilkan sisi buruk dari apa yang kita alami dalam hidup.

Saya pernah ditanya beberapa teman, katanya hidup saya nampak menyenangkan, nampak baik-baik aja, banyak jalan-jalan, banyak ngumpul-ngumpul sama teman. Saya cuma senyum aja waktu itu dan bilang “kalo bagian susah memang ga gw ceritain lah, ngapain, simpen sendiri, bagi ke teman saat ketemu di japri, bukan di tempat umum kayak Path atau Facebook”.

Ujung-ujungnya emang terserah sih, mau posting foto apa adanya, mau cerita soal hidup apa adanya, terserah kamu kok.

*kemudian kembali sibuk cropping foto*