Blogger Bandung ke SLB

Yah biasalah kalo jagoan mah nulisnya belakangan, hehehe…. Maaf ya laporan acaranya terlambat. Maklum sibuk (weee….!)

Jadi, tanggal 18 April hari Rabu kemaren, Blogger Bandung yang tergabung di Batagor (Bandung Kota Blogger) lagi-lagi menggelar event charity. Sesudah kegiatan rutin berupa Bersih Bersih Bandung dan Gardu Lantu (Blogger Peduli Anak Yatim Piatu), kali ini yang jadi sasaran adalah SLB Banjaran yang berlokasi di Jalan Sindang Panon Banjaran.

Banyak pertanyaan yang muncul kenapa SLB ini yang kita pilih untuk kita kunjungi. Jujur aja, termasuk saya juga πŸ™‚ Tapi pas kita dateng kesana, saya jadi ngerti. SLB ini terletak di daerah Banjaran, dari jalan raya masuk lagi ke jalan sempit yang namanya Sindang Panon. Nyasar2 dikit, lumayan bikin senewen, hehehe. Salah sendiri navigator nya cantik ngelamun… Nah dari Jalan Sindang Panon ini, masih masuk lagi ke satu gang kecil. Bayangin aja, pendidikan SLB yang harusnya membutuhkan banyak biaya, sekolah ini hadir dengan kesederhanaan dan keterbatasannya. Satu hal yang bikin saya salut, meskipun terkesan seadanya,dengan luas yang juga ga terlalu besar, sekolah ini tampil cukup rapi. Jangan bayangkan sekolah dengan kursi kursi dan meja yang berjejer lengkap dengan papan tulis ya. Di SLB Banjaran ini, hanya ada beberapa ruangan yang terdiri dari beberapa meja yang dibuat berkelompok. Belakangan saya tau bahwa sekolah kecil ini memuat jenjang TK sampai SMA, setiap guru hanya bisa menghandle maksimal 5 orang murid. Itu sebabnya meja-meja itu dibuat seperti untuk kerja kelompok.

Disana kita disambuit oleh guru-guru dan juga kepala sekolahnya, di dalam ruangannya yang juga rapi, kita ngobrol bareng ibu Uci yang udah ngajar disitu sejak 20 tahun lalu. Hampir seumur Amel yah? hehe… Disuguhin macem-macem kue, juga disambut oleh Intan, seorang siswi tuna rungu yang membacakan sambutan buat kita πŸ™‚ . Waktu itu, semua nggak ada yang ngobrol sendiri-sendiri, berusaha menyimak walau toh tidak mengerti juga. Jadi inget waktu sekolah dulu, saya bawel bener, tapi Intan ini bacain sambutan aja dengan susah payah.

Setelah acara penyerahan bantuan berupa alat2 musik selesai, kita kembali dijamu dengan kupat tahu!! Yay! makan bareng2, sambil nonton salah satu murid penderita down syndrome tampil membawakan tari jaipong. Memang bener mereka perlu banget bantuan berupa alat musik ini, karena musik yang katanya bahasa universal itu toh memang bisa dinikmati semua πŸ™‚ . Sambil itu, kita juga ngobrol-ngobrol santai sama beberapa guru. Di SLB Banjaran ada beberapa murid penderita tuna rungu, tuna wicara, cacat fisik, down syndrome, dan autis. Serasa kembali diingatkan buat semua kita untuk nggak lagi becanda-becanda menggunakan kata “autis” atau asyik sendiri. Sadar kan, kita apalagi yang seringkali diem di balik monitor komputer, asyik sendiri. Belum lagi yang pake blackberry, asyik sendiri juga. Penggunaan kata autis rasanya udah terngiang dimana-mana, dalam becandaan sehari-hari tanpa kita sadar betapa beratnya kalau kita beneran menghadapi orang dekat kita yang autis. Makasih ya udah ngingetin Jeng Sil πŸ™‚ Jadi udah ya janji!!, ga pake2 lagi kata ‘autis’ buat becandaan sehari-hari πŸ™‚

Ya, saatnya pertanggungjawaban…. donasi yang terkumpul adalah sebagai berikut :

  1. Cahaya Keramik Rp. 1.000.000
  2. Perhimpunan Alumni Jerman Rp. 1.000.000
  3. nn Rp. 250.000
  4. nn Rp. 250.000
  5. Teman2 PT. Jerbee Indonesia Rp. 400.000
  6. nn Rp. 150.000
  7. Ashria – jakarta Rp. 150.000
  8. Lia M8 Rp. 50.000
  9. Tiwi M8 Rp. 200.000

Total Rp.3,450,000,-
Selain sumbangan tunai, kami juga menerima donasi berupa gitar, satu set angklung dan segabrug buku cerita dari Wirawan. Makasih ya semuanya. Semoga semua selalu menjadi saluran berkat buat sesama πŸ™‚ Uang tunai yang terkumpul sudah berubah wujud menjadi keyboard yamaha, dan beberapa pianika.

pemberian keyboard

pemberian keyboard

SLB Banjaran

SLB Banjaran

Nah, setelah dari SLB Banjaran, kita nerusin perjalanan ke Kawah Putih. Abis katanya udah deket. Udah deket dari HONGKONG kali!! hahaha….. Tapi it was all worth it. Kalo dipikir2, ngapain juga jauh-jauh ke Kawah Putih, asa begitu2 aja, tapi kalo sama anak-anak Batagor ya, di parkiran aja bisa ketawa-ketawa, apalagi di tempat rekreasi kayak begitu. Belum lagi ternyata disana ada jagung bakar ! Waaa…. ini kan favorit saya abis ! Jadi makan 3 biji, masih laper juga, dilanjut makan Indomie πŸ™‚

kawah putih

kawah putih

Sekali lagi makasih buat donatur sama temen-temen yang udah mau repot2 ngurusin acara ini. Jangan lupa bulan Juli kita bakal ngadain Gardu Lantu yang ketiga. Pengennya sih kita bisa traktir 1000 orang anak yatim piatu nanti πŸ™‚ Ya pasti bisa, dengan dukungan temen-temen semua kan πŸ™‚

Sing Along With Me

Ordinary People, John Legend

Girl I’m in love with you

This ain’t the honey moon

Passed the infatuation phase

Right in the click of love

At times we get sick of love

Seems like we argue everyday

I know I misbehaved and you make your mistakes

And we both still got room left to grow

And though love sometimes hurts

I still put you first

And we’ll make this thing works but I think we should take it slow

We’re just ordinary people

We dont know which way to go

Cause we’re ordinary people

Baby we should take it slow

Take it slow

This time we’ll take it slow

Take it slow

This time we’ll take it slow

This ain’t a movie love

No faitytale conclusion y’all

It gets more confusing everyday

Sometimes it’s heaven sent

Then we had back to hell again

We kiss then we make up on the way

I hang up you call

We rise and we fall

And we feel like we just walking away

As our love advances we take second chances

Though it’s not a fantasy I still want you stay

Maybe we’ll live and learn

Maybe we”ll crash and burn

Maybe you’ll stay

Maybe you’ll leave

Maybe you’ll return

Maybe we’ll never fight

Maybe we won’t survive

Maybe we’ll grow, we’ll never know

Baby, you and I

Alat Musik untuk SLB A/B/C Banjaran………………….. dari kamu, iya, kamu!

Setelah kenyang kopdar kopdar setiap hari Jumat yang (rasanya) nggak ngobrolin sesuatu yang serius, akhirnya di kopdar Yoghurt Cisangkuy kemaren kita ngobrol soal rencana yang lumayan lama terpendam dan belum terealisasikan. Ide datang dari Aki Herry yang malam itu nampak ngobrol serius di ujung meja sama komandan batagor.

Jadi, program charity atau sosial selanjutnya dari Komunitas Blogger Bandung alias Batagor adalah, kunjungan ke SLB A/B/C Banjaran yang terletak di Jalan Sindang Panon Banjaran. Kunjungan aja? engga dong. Rencananya, kita juga mau memberikan sumbangan berupa alat-alat musik. Jadi adik2 kita disana itu ingin sekali belajar musik, tapi mereka nggak punya fasilitasnya. Mungkin ada beberapa diantara kita yang justru disediain alat musik di rumah, dibayarin les atau kursaus sama orang tua, tapi kita malah nggak pernah mempergunakan kesempatan itu dengan baik *curcol*.

Lalu apa yang bisa kita lakukan ? Sumbangan tentu nggak pernah salah, bisa berupa uang tunai, bisa juga berupa alat musik akustik. Yang dimaksud akustik adalah, alat musik seperti gitar, pianika, decoder, organ, dan lain lain. Yang punya organ2an merek Casio jaman dulu, disimpen aja di rumah, hahaha. *melenceng*. Uang tunai yang terkumpul, akan kita usahakan untuk membeli satu set angklung (semoga cukup uangnya, hehe).

Oya, sampai hari ini dana yang terkumpul adalah dari Toko Cahaya Keramik IBCC sebesar Rp. 1.000.000 dan juga dari Perhimpunan Alumni Jerman sebesar Rp. 1.000.000. Total Jendral, Rp. 2.000.000 dan 1 (satu) gitar akustik. Mengingat yang mau disumbang adalah satu sekolah dengan sekian banyak murid, sumbangan yang diperlukan masih, (jujur saja), banyak banget πŸ™‚

Satu hal yang perlu sama2 kita inget, nggak ada sumbangan yang akan terlalu kecil buat mewujudkan rencana ini. Masih inget program Rp. 15.000 untuk SATU SEBUAH saat pelaksanaan Gardu Lantu (Blogger Peduli Anak Yatim Piatu) bulan Desember kemaren?

Begitu banyak blogger yang nyumbang dengan nominal yang nggak besar, tapi karena banyak, akhirnya cita2 kita men-traktir 300 anak yatim piatu terwujud juga. Semua karena sumbangan dari kita-kita juga. Yuk, kita sukseskan juga rencana kita yang satu ini. Percaya deh, karena kita-kita semua, nanti bakal ada alunan musik indah dari SLB A/B/C Banjaran πŸ™‚ Jangan sampe kita nggak jadi bagian dari misi ini πŸ™‚

Donasi berupa uang tunai bisa ditransfer ke rekening sbb ;

  1. BCA a.n Herry Constadi no A/C : 233-1591-451
  2. BRI a.n Marla Ruby Quintine no A/C : 0384-0-1000-542507
  3. Mandiri a.n Amalia Mustikasari no A/C : 131-000-4619872

Buat yang udah transfer, boleh isi comment di bawah, info transfer kemana dan jumlahnya berapa ya, thanks in advance πŸ™‚

Oya, buat yang mau ikut kunjungannya, kita ngumpul jam 8 pagi, tanggal 12 April di depan Bandung Indah Plaza aka BIP Jalan Merdeka ya. Buat yang perlu informasi lanjut mengenai SLB A/B/C Banjaran, bisa langsung menghubungi kepala sekolahnya, Ibu Uci di 081322111731,

Oya, Batagor juga mengundang Bandung Blog Village dan Flexter untuk ikutan dalam acara charity ini. Guys, ditunggu ya…..

Kapan lagi kita menuai keceriaan seperti ini ?

Senyum Ceria di Gardu Lantu II

Senyum Ceria di Gardu Lantu II

UPDATE !!!

Dana tunai yang telah terkumpul sampe hari ini adalah Rp. 2.250.000. Sementara itu ada sumbangan 1 (satu) set angklung dari seorang dokter cantik πŸ™‚ Juga ada sumbangan gitar dari 2(dua) orang blogger. Oya, juga ada sumbangan berupa seabruk buku cerita anak2 dari Wirawan. Makasih banget buat yang udah partisipasi. ditunggu ya !!

Ajak Ngobrol Aja!

Yang namanya ngasuh anak jaman dulu sama jaman sekarang kan beda banget. Satu hal yang paling saya ga suka dari ‘metode’ pengasuhan jaman dulu adalah saat anak kejeduk pintu, atau kejeduk apa kek’ yang laen gitu. Inget ga kalo dulu orang tua kita suka mukul2 pintunya atau lantainya dengan maksud ‘menghibur’ si anak? Memang sih saya perhatiin, si anak emang suka jadi berhenti nangisnya. Secara psikologis, mungkin si anak merasa ada hal lain yang bisa ‘disalahkan’ makanya dia ga perlu ‘menderita’ lagi πŸ™‚ Padahal, namanya kejeduk kan tetep aja sakit ya. Ga jadi nyalahin orang/barang apapun itu sakitnya jadi ilang kan?

Di hal lain, orang tua jaman dulu juga kok kayaknya hobbynya sembunyi2 ya. Gini deh, Biyan itu memang suka nangis kalo oma nya pulang. Kali merasa ga ada lagi yang manjain, hahaha…. Untuk menghindari si Biyan nangiss2 itu, mama saya suka pulang diem2 alias sembunyi2. Memang sih ya, kadang berhasil, tapi kadang juga engga. Yang ada, Biyan malah jadi tambah keras nangisnya. Hal lain lagi, soal selimut favoritnya Biyan. Saya ogah menyebutnya ‘jimat’ karena rasanya kok jadi ketergantungan banget dan negatif aja kedengerannya. Dulu, adik2 saya juga punya masing2 ‘barang favoritnya ‘nya, ada yang bantal, selimut, sama sarung guling. Mereka suka marah tuh kalo barang kesayangannya dicuci. Makanya, si mama suka nyuci diem2, dijemur diem2, sampe kering. Kalo pas ga ketauan ya aman2 aja sih. Tapi pas tau, suka malah pada tambah marah dan nangis jadinya.

Saya ga merasa lebih pinter dari si mama dalam ngurus Biyan ya, tapi saya ingin coba menerapkan hal yang sama sekali beda dengan apa yang dijalankan mama saya selama 30 taun ini :).

Pertama ni ya, kalo kejeduk, atau jatoh, atau kesenggol apapun, saya ga pernah memperlihatkan reaksi berlebihan. Santai aja, meskipun dalem hati suka juga deg2an takut dia kenapa2 πŸ˜€ Terbukti ya, faktor psikologis ternyata lebih ngarus dibanding faktor fisik. Biar udahnya benjol, tapi Biyan jarang sekali nangis keras2. Kalo jalan di kompleks aja, lututnya udah lecet2 dan berdarah sedikit, dia tetep aja asyik keliling2. Kalo udah gitu, saya paling buru2 kasih obat aja, dan biarin dia lari2 lagi.

Kedua, soal ninggalin Biyan. Saya ga pernah pergi kerja sembunyi2. Meskipun dia suka pengen ikut, dan akhirnya nangis, saya selalu pamit sama dia kalo mau pergi kerja. Juga kalo si mama mau pulang, saya biasakan Biyan untuk selalu say goodbye sama omanya, belakangan metode ini ternyata berhasil, Biyan jadi ngerti kalo oma nya setiap malam harus pulang dan besok pagi selalu datang lagi unutk jagain dia. Memang sih ya, seringkali masih suka nangis aja, namanya juga anak orang bukan robot, hehe. Tapi keliatannya makin hari dia makin ngerti.

Satu lagi soal selimut kesayangannya yang harus sering2 dicuci itu. Abis dibawa kekmana2 sih, jadiya memang cepet kotor. Pertama2 saya juga suka bingung, gimana nih cara cucinya, karena kan Biyan nyari2in terus. Nah, sekarang sih tiap mau cuci selimut itu, saya selalu ajak dia untuk ikut cuci selimutnya. Jadi dia belajar ngerti kalo selimut kesayangannya itu memang harus dicuci sering2. Yang lucu, sekarang, kalo selimutnya kotor, dia udah bisa aja ke tempat cuci sambil gumam gumam “cuci cuci cuci” πŸ™‚

Nah ini hasil editan karena diingetin Anis. Jadi ya pernah waktu si selimut itu dicuci, Biyan ngotot minta naek ke tempat jemuran diatas. Pas pegang, eh selimut belum kering. Karena tau kali ya, basah.. yang ada dia malah nyingkirinΒ  jemuran yang lain supaya selimut dia aja yang kena sinar matahari dan jadinya lebih cepet kering :). Kali pikir dia gapapa jemuran mama yang laen ngga kering juga. Yang penting selimutku beres πŸ˜›

Nah satu lagi soal gunting kuku. Biyan paling susah digunting kukunya, kali dia merasa terkekang banget harus duduk diem selama mamanya guntingin kuku dia. Kemaren pas kebeneran kuku tangannya kotor, trus saya pangku sambil kasih tau, “Biyan, kukunya kotor ya. Nanti masuk mulut, lama2 Biyan bisa sakit perut. Tuh liat kuku mama sih bersih. Lain kan?”. Haha, saya ga menduga abis itu si Biyan langsung teriak2, “ting, ting” sambil nunjuk ke tempat saya gantungin gunting kukunya πŸ˜› Udahnya, dia anteng deh duduk sambil saya potongin kuku 10 jarinya.

Memang sih ya, anak2 itu keliatannya kecil terus dan kita pikir dia juga ngga ngerti apa maksud kita, apa mau kita. Tapi ternyata nggak juga lho. Mereka seringkali cukup pinter untuk ngerti maksud kita. Coba deh πŸ™‚

The Surprise Party

a Surprise Party on My 30th Birthday

a Surprise Party on My 30th Birthday

n549436638_1992409_3891

Tuh kaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnn…..

ada aja yang bikin seneng pas ulang taun teh.

Thanks ya, surprise party nya. Beneran surprise, ga nyangka, ga nyangka.

Makasih juga untuk pengertiannya kalo saya ini memang bukan penggemar cake, kue, bolu dan sajabana. Bala bala dan perkedel jagung always be a good match for me, bener deh. Makasih!

Ka Arie, Kang Herry, Senny, Shelly, Yudha, Anis, Ermaya, Rolly, Bagus Rully, Amel udah kesebut kan, semuanya ?

Age is Just a Number, Won’t Stop Having Fun

Jadi ya, ceritanya hari ini saya ulang taun. Umur? ah tak ada guna sembunyi2, 30 sajah. haha… age is just a number, baby. I won’t stop having fun. Being old is another story:)

Maunya sih 30 tapi berasa muda terus. Lagipula ternyata memang ga ada perubahan berarti juga sih ya. Centil mah tetep aja, pengen gaya selalu juga iya.

Sebenernya sempet mendung kelabu menjelang ulang taun kemaren. Ya satu, dua, tiga dan lain hal. Ada beberapa hal yang membuat hidup saya ga sempurna. Noh, dimana ada hidup yang sempurna. Mencoba bersikap seperti nggak ada apa2 untuk beberapa saat, toh akhirnya tumbang juga, ambruk juga. Hari berikutnya, kembali acting πŸ™‚

Hampir sama seperti hari Natal kemarin, ulang taun kali ini juga nyaris terlewati tanpa spirit yang tidak biasa biasanya. Iya, hampir juga sama seperti Wedding Anniversary kedua itu.

Nggak ada rencana spesial, ga ada kencan2 berdua, ga ada kue taart tentu (soalnya saya tetep lebih suka bala2, heheh). Biasa aja deh, beneran.

Tapi yang istimewa tentunya temen2 yang pada heboh di FB. Hah, si FB itu memang ember ya. Dia yang jauh di belahan dunia sana pun tau ajah kalo i’m turning 30 πŸ™‚

Thanks ya guys….

Really made up my birthday.

Special thanks buat Neng Oggix dan Neng Mpie yang special2in beneran posting buat saya. pasti waktu postingnya berjanjian deh, kok di list agregator bisa berjejer begituh. Huh, sampai bersimbah air mata tau! malu2in nih.

Yang naro kado2 cantik di mejaku tadi pagi. makasih ya πŸ™‚

Oya, tau ga… karena kebanyakan kopdar belakangan ini, suami saya ngasih kado sepatu keds! dengan ekstra pesen, “buat kalo kamu pergi kopdar katanya”

hehehehe…………………

Mom, Me, and My Baby

Hari ini hari Ibu, status di YM, status di Fesbuk, eugh semua soal hari Ibu. Ga ketinggalan postingan di Batagor.net. JUjur ya, saya ngga menyangka kalo dengung hari ibu sampai begini. Waktu siang hari dapet ucapan selamat dari mbak yang satu ini, “selamat hari ibu ya sha, dapet apa dari Biyan?”. Eh malah baru sadar, saya udah emak2 lho! ya bukan pertama kali, udah taun kedua sih, tapi tetep aja suka ngga nyadar.

Sejak dapet ucapan selamat itu, saya malah jadi mikir, udah sebaik apa sih saya jadi seorang ibu buat Baby Biyan? Jujur ya, sulit buat saya untuk meninggalkan kehidupan saya sendiri untuk masuk ke kehidupan seorang ibu sepenuhnya. Buktinya, Biyan lumayan sering ditinggal karena saya pergi maen sama temen2, atau sekedar jalan sana jalan sini. Kalo ditinggal kerja mah udah pasti ya setiap hari, belum lagi saya sih ngga bisa ninggalin tempat kerja jam lima seperti seharusnya. Yang ada, makin malem makin malem aja πŸ™‚

Soal makanan, saya juga suka agak sembrono, makanan masih panas, maen suapin aja, kesian kan. Nah belom lagi urusan tidur dan bangun. Saya ni kan hobby berat tidur ya. Saya juga tau kalo sebaiknya setelah bersuami apalagi punya anak, ya bangun dong lebih pagi dari yang lain. Ah, kalo saya ish yang ada, tiap pagi bangun diteriakin Biyan dari box nya, “mama, mama”, katanya. Kadang suka kesel dia kayaknya, mungkin teriaknya udah lama saya nya super kebluk. Kejadian setiap hari minggu apalagi, kita pasti makan siangnya jam 3 atau 4 bahkan. Soalnya, kalo Biyan tidur siang, saya malah suka ikut tidur instead of nyiapin lunch buat suami. Alhasil hari ini suami terkapar sakit πŸ™‚ Maaf ya… Abis kalo Biyan udah beres urusan makannya, suka berasa beres juga tugasnya, suami belum makan, suka pura-pura lupa!

Soal mama saya dan hari ibu. Doh, ngucapin juga belum tuh. Bukan apa2, sebelumnya saya malah ga suka nyadar hari ibu kok. Entar kalo sengaja2 ngucapin malahan cekakakan kali si mama juga. hehehe…. palingan dia ketawa sambil bilang “nanaonan sih?”.

Nah ngomong2 soal ibu teladan, emang si mama tuh jagonya, full time mother yang lemburnya setiap hari, ga pake cuti kecuali sakit, ga pake biaya, cuma tulus hati yang ada.

Happy mother’s day lah Mom, semoga Tata bisa sejago, sesabar, setulus’ mama selalu πŸ™‚

Pake foto ah πŸ˜›

with my mom

with my mom

(

Biyan ikut kopdar BATAGOR.net

Foto itu diambil dari fesbuknya BayuHebat. Kalo ga salah Mas Ade yang foto? apa bukan? ah pokoknya nuhun!

To all moms, happy mother’s day, there will never be one day we dont feel graceful of you πŸ™‚

Donasi Diobral, cuma Rp. 15.000!

gardulantulogoblogLogo keren ini dibikin sama Deniar. Hatur nuhun pisan!

GarduLantu semakin dekat, sudah cukup banyak donasi yang diterima temen2 panitia dari berbagai tempat, Bandung, sampai ke kota2 dan bahkan pulau2 lain. Sebenernya ngga nyangka juga kalo ‘cuma’ via dunia maya begini, kita bisa beneran berbagi senyum sama adik2 panti asuhan nanti. Tapi waktu semakin dekat, dan ini semua nampak makin ‘nyata’ di mata kita2.

Data donatur yang sudah ada bisa di-apdet disini

Di GarduLantu Pertama tanggal 10 Juli kemarin, kita berhasil ngumpulin 200 orang anak2 dari berbagai panti asuhan. Cerita selengkapnya bisa baca disini.

Anak ini nempel terus sama pembimbingnya

Anak ini nempel terus sama pembimbingnya

Anak ini ngabisin Voucher Rp.15ribunya untuk beli 3porsi TUTUT

Anak ini ngabisin Voucher Rp.15ribunya untuk beli 3porsi TUTUT

Surpise, dibeliin buku sama Aki Herry

Surpise, dibeliin buku sama Aki Herry

Dijemput shuttle bus IBCC

Dijemput shuttle bus IBCC

Seperti yang saya cerita tadi, donasi yang masuk lumayan tidak terkira. Banyak rekan rekan yang ngasih donasi dengan nominal yang cukup besar, thanks God. Semoga selalu bisa menjadi saluran berkat ya… Tapi menyesuaikan hasrat dan kemampuan, dana yang terkumpul sampe hari ini, masih aja belum cukup untuk pelaksanaan GarduLantu. Untuk itu, (dan ini adalah maksud saya posting, hehe), kita mau ngajak temen2 untuk donasi, tentunya sesuai dengan kemampuan dan kerelaan hati. Ga perlu merasa harus ngasih dalam jumlah besar. Donasi itu seperti uang kembalian, sedikit demi sedikit menjadi BUKIT, haha…. katanya sejuta kurang seperak juga ngga jadi sejuta πŸ™‚

Ya, jadi yuk, kita kumpulin, sisihin uang kita buat mendukung sukses nya acara ini, Rp. 15ribu aja kok, kelipatannya tentu diterima dengan senang hati. Kapan lagi bisa buat adik2 yatim piatu ini bisa TERSENYUM dari Rp. 15ribu kita. Tau deh, kita juga masih suka merasa kurang kan. Mo ganti leptop baru uangnya kurang, mo beli BlackBerry, uangnya juga kurang banyak, mo ganti henpon, ah uangnya kurang juga (curhat niiiiii, hahahah…..). Katanya, memberi dalam kekurangan itu nikmat, saudara2….. hihihi…. Mari ateuuuhh……

Oya, donasi bisa dilayangkan (cieh) ke :

  • BNI rekening 015-148-1599 a/n Karina A Shelyani
  • BCA rekening 282-1041-998 a/n Shasya Pashatama
  • Mandiri rekening 131-000-4619872 a/n Amalia Mustika Sari

Bagi teman – teman yang melakukan donasi kami berikan sebuah pin cantik sebagai tanda terimakasih. Diharapkan teman – teman untuk melakukan konfirmasi kenomor 02276695686 setelah melakukan pengiriman. dengan format nama#jumlahdonasi#bankyangdituju. Untuk Info lebih lanjut bisa menghubung amalia mustika sari di amaliamustikasari@gmail.com atau dinomor 022-70324693 atau 085220067939

Mari ah….

Rp. 15.000 untuk SEBUAH SENYUM

fMari berhitung. Apa yang bisa kamu dapet dengan uang Rp. 15.000?

Kalo saya;

  1. Teh Tarik di Capricio BSM, udah termasuk pajak, Rp. 15.000Β  net
  2. Nambahin Rp. 10.000 udah dapet Green Tea di Starbucks
  3. Pulsa ESIA buat neleponin neneng OGGIX
  4. Seporsi Iga Bakar si Jangkung di The Kiosks Dago, yah nambah Rp. 2000 lagi deh
  5. 3 botol Teh Botol Less Sugar yang sedap itu
  6. Anting-anting lucu buat melengkapi koleksi anting saya yang udah segudang
  7. Naek Taxi dari kantor ke BSM

dan yaaa…. masih banyak lagi.

Tapi bulan ini, ada 1 hal yang membuat saya berpikir banyak. Batagor.net, komunitas Blogger Bandung kembali menggelar event bertajuk GarduLantu, Blogger Peduli Anak Yatim Piatu. Tujuannya, ga lain ga bukan, buat mengajak adik2 kita dari panti asuhan untuk menikmati berkat seperti yang sudah kita terima selama ini.

Menyadari segala keterbatasan namun hasrat yang tentunya tidak pernah terbatas, kami mencoba mencari sebuah formula supaya event ini dapat terselenggara, supaya Batagor.net dapat menjadi sebuah saluran berkat, khususnya buat adik-adik kita di panti asuhan. Untuk itu kami mengajak rekan2 blogger untuk ikut partisipasi. Ngga sulit, sumbangkan Rp.15.000 supaya dengan uang tersebut, kita bisa membuat seorang anak yatim piatu tersenyum. Ga susah kan? Mungkin saya bakal libur dulu nongkrong di Capricio dengan teh tarikk nya πŸ™‚

Berikut, foto2 waktu kita ngadain GarduLantu yang pertama. Coba lihat senyum lebar adik2 kita ini. Percaya deh, it was a blessing to see them smile. Now the blessing can be yours, donate!

gardu-lantu

Acaranya bakal digelar tanggal 22 Desember 2008, bertepatan dengan hari Ibu. Donasi dapat dilayangkan ke rekening di bawah ini ;

BNIΒ no A/CΒ 015-148-1599 a.nΒ Β KarinaΒ A Shelyani.

Tulisan terkait bisa dibaca di ;

Yudha P.Β  Sunandar – Coretan Balik Kelambu

Si Bayu yang Hebat

Ka Arie

Soso Sibuk

So, what are you waiting for?

UPDATE :

Untuk mempermudah transfer donasi (supaya cepet, supaya cepet….!), donasi bisa juga disalurkan via BCA a.n Shasya Pashatama, jangan lupa konfirmasi ke 022-76695686Β  setelah melakukan pengiriman. dengan formatΒ  nama#jumlahdonasi#bankyangdituju. Thanks all!