Saya Mau ke Derawan, Kamu Mau Ikut?

Beberapa bulan yang lalu, teman saya, Penny sempet share satu link youtube. Biasanya saya males nih buka-buka link yang belum tau isinya apa. Tapi waktu itu saya tau Penny lagi liburan di satu tempat yang asik banget dan saya menikmati semua foto yang dia posting di Path.

Penasaran videonya tentang apa ?

Sini deh

Cakep kan? Musik di videonya pas banget lagi ya. Belakangan saya ‘kenalan’ sama yang bikin videonya, ternyata beliau adalah orang di balik belajardiving.com.

Derawan, nama yang agak terngiang-ngiang di telinga saya selama beberapa bulan terakhir. Pengen kesana, jelas tapi belum kebayang pergi sama siapa dan kemana aksesnya. Bisa aja sih googling, tapi berhubung memang belum ada rencana pasti, maka hasrat pengen ke Derawan ini terlupakan sejenak.

Lalu tau-tau ada mention di twitter, dari @FigihEqi. Katanya dia mau ngajak saya (dan Biyan) ke Derawan! Nggak cuma Derawan, tapi juga akan keliling-keliling 3 pulau cantik di sekitarnya : Maratua, Sangalaki, Kakaban, dan terakhir tambah Gusung.

Pucuk dicinta ulam tiba ini sih namanya. Sejak itu saya banyak browsing soal Derawan, dan tiap kelar browsing, saya rasanya tak sabar memutar jam biar waktu agak cepat bergerak menuju 1-3 Agustus, waktu saya (dan Biyan) akan berangkat ke Derawan.

Beberapa hari yang lalu, @FigihEqi sempet memberi semacam ‘kultwit’ tak resmi di timeline, tentu masih soal Derawan. Figih cerita soal penyu yang bertebaran di Derawan, bahkan katanya dari jendela cottage kita akan bisa liat penyu-penyu sebesar meja berkeliaran. Mau liat penyu berkeliaran sih gampang aja, asal bangun pagi karena aktivitas ini biasanya berlangsung dari subuh hingga pagi menjelang. *pasang alarm dari sekarang*

Yang paling menarik dari tawaran @FigihEqi tentu saja aktivitas island hoppingnya,ย  di Pulau Kakaban kita akan nemu satu danau yang tengahnya berisi ubur-ubur yang tidak beracun. Bisa berenang disitu cin! Dari sekarang saya udah bayangin ekspresi muka Biyan yang pasti keseruan berenang sama ubur-ubur. Katanya sih saking asiknya main sama ubur-ubur kita akan lupa kalau kita nggak bisa berenang. Semoga yang udah bisa berenang nggak jadi lupa caranya berenang aja sih.

Cantiknya Kakaban, difoto oleh @wowadit

Cantiknya Kakaban, difoto oleh @wowadit

 

Kakaban yang lagi cantik-cantiknya, foto oleh @wowadit

Kakaban yang lagi cantik-cantiknya, foto oleh @wowadit

Saya nggak sabar menginjak Maratua, yang katanya Maldives-nya Indonesia itu lho. Pengen buruan tiduran di bawah bintang, pengen ikutan mancing langsung dari dermaga cottage, pengen jemuran sampe bego, dan yang pasti pengen foto-foto tiada akhir!

Maratua Island

Maratua Island, fotonya kiriman @FiqihEgi

Berhubung ini opentrip, kamu juga bisa ikutan. Kalau kamu ada akun twitter, mention aja @FigihEqi untuk tanya-tanya ini itunya, kalau kamu ga punya akun twitter, email ajalah ke eqi_fiqih@yahoo.com. Dia bisa juga dihubungi di BB 25fd027c atau diteror di telpon 082336610151.

Oh ini ada beberapa foto kiriman @FigihEqi yang akan bikin kamu tambah pengen ikutan open trip ini ๐Ÿ™‚

Harga paketnya sendiri Rp. 3.150.000, termasuk apa-apanya, kamu bisa simak di gambar di bawah ini. Yang jelas belum termasuk adalah tiket pp dari tempatmu ke Balikpapan. Beruntunglah kamu yang rumahnya nggak jauh-jauh dari Balikpapan, jadi lebih mudah aksesnya ๐Ÿ™‚

Untitled-1000

Eh ternyata tulisannya lumayan kecil. Sini deh saya tulisin lagi ya ๐Ÿ™‚

Jadi, harga Rp. 3.150.000 itu udah termasuk :

1. Ticket PP Balikpapan-Berau-Balikpapan

2. Mobil Bandara Berau-Pelabuhan PP

3. Makan

4. Speed boat untuk keliling pulau

5. Tour Maratua, Kakaban, Sangalaki dan Gusung

6. Welcome Drink

7. Ticket masuk pulau

8. Guide Assistance

9. Free snorkeling

10. Dan tentu saja, Water Cottage (1 kamar isi 2 orang).

Seperti biasa, yang tidak termasuk adalah : Pengeluaran pribadi, laundry dan any donation, juga local guide.

Kalau kamu punya anak kecil, ajak yuk, saya ngajak Biyan karena katanya Derawan menyenangkan dan aman buat anak kecil, puskesmas aja ada kok. Biyan sih nggak sabar pengen liat penyu bertelur katanya, sementara mamanya nggak sabar ngajak dia berenang sama ubur-ubur, yay!

YUK IKUT YUK ๐Ÿ˜‰

oh by the way, thanks ajakannya, @FigihEqi, thanks foto2 cakepnya, @wowadit. Semoga dengan postingan ini duaduanya dapet pasangan, lagi pada single fighter, bukan?

 

Keringetan Tapi Asik

Jadi ceritanya saya kan lagi seneng bawa Biyan main yang nggak ke mall. Bukan anti mall kok. Tukang (window) shopping kayak saya gimana bisa anti mall. Saya cuma mau Biyan lebih banyak bergerak. Karena begini, kalau di mall, aktivitas yang biasanya kita lakukan adalah makan, dan nongkrong. Diawali dengan makan berat, lalu cari coffee shop untuk nongkrong berduaan. Apa yang biasanya saya dan Biyan lakukan di coffee shop? Macam-macam, kadang-kadang saya buka laptop, dia mainan iPod. Kadang-kadang dia yang buka laptop, pasang earphone lalu ber youtube ria, sayanya baca buku. Bisa jadi juga, saya diem bengong, lalu Biyan keluarin buku gambarnya dan mulai menggambar. Sampai beberapa bulan lalu , ini adalah kegiatan favorit kami berdua. Sama-sama bisa ngerjain kesenengannya, dan saya bisa colongan me time dikit sementara Biyan juga asik dengan kegiatannya sendiri.

Tapi trus saya bosen. Masa sih tiap weekend itu terus yang dikerjain. Kegiatannya sama, cuma tempatnya aja beda-beda dikit, ga asik banget. Saya juga mulai merasa harus cari kegiatan lain saat saya merasa Biyan kok jarang aktivitas bergeraknya.

Akhirnya saya mulai browsing sana browsing sini, ngintip kegiatan apa yang kira-kira bisa dilakukan bersama, bukannya duduk sama-sama tapi ngerjain kerjaan sendiri-sendiri lagi. Soalnya ni soalnya, saya baca, bonding ibu dan anak akan terjalin dengan sendirinya secara intensif saat kita melakukan kegiatan bersama.

IMG_3938Jalan-jalan ke Kawah Kamojang, Garut

IMG_4153โ€˜cross countryโ€™ di Taman Hutan Raya

IMG_2131Sepedaan Berdua Keliling Penang

Kemudian mulailah saya menyambangi taman-taman di kota Bandung yang lagi pada hits itu. Saya ajak Biyan main bola disana. Lempar-lemparan, tendang-tendangan doang sih, tapi emang seru sampe sama-sama keringetan. Buat Biyan yang badannya lumayan *ehem* besar,ngejar-ngejar bola memang perlu demi melatih kekuatan, ketahanan dan kemampuan ototnya.

Selain taman-taman di Bandung, belakangan saya juga suka mengajak Biyan main ke tempat-tempat wisata alam sekitaran Bandung. Satu kali kami pergi ke Garut dan Biyan seru-seruan mandiin kerbau dan nangkep ikan disana

IMG_3837Mandiin Kerbau ^^

IMG_3879Nangkep ikan buat makan siang

ย IMG_5170โ€˜ngintip Penangkaran Rusa di Maribaya

 

Tapiiiiiโ€ฆ..berkegiatan di luar ruangan berAC dan pake lari lari begini kan ujung-ujungnya akan ketemu sama problem keringat ya. Apalagi buat yang anaknya lumayan gede kayak Biyan, gerak dikit aja keringetan. Dan efek samping keringetan adalaaaaaaahhhhhโ€ฆ..??

Yak bener, bau asem.

Pantesan banyak ibu-ibu doyan bawa anaknya ke mall yak, kalo di mall nggak keringetan, jadi ga pake bau asem pas masuk mobil ๐Ÿ˜€

Eh tapi ya jangan jadi halangan juga sih perihal bau asam ini. Kan bisa dicari solusinya. Dari hasil ngobrol sana sini sama ibu-ibu yang juga punya problem dengan anak-anaknya yang keringetan, saya nemu ini nih : Johnsonโ€™sยฎ baby Active FreshTM Powder. Jangan lupa Ibu-Ibu, kalau buat anak, ya pakailah produk buat anak. Soalnya lapisan terluar dari kulit ari anak, khususnya balita, kan belum berkembang sempurna nih, makanya perlindungan alami balita kan masih rendah, rentan terhadap segala sesuatu yang berasal dari luar tubuhnya. Selain itu, kulit balita itu juga mudah menyerap, pake produk buat non balita akan membuat kulit mereka mudah iritasi.

IMG_5093

Trus apa dong kelebihan produk Johnsonโ€™sยฎ baby Active Freshโ„ข dibanding produk bayi lainnya?

Sini dikasi tau, produknya Johnsonโ€™s Baby itu sudah memenuhi standar Best For Baby, udah terbukti secara klinis memiliki kandungan lembut dan aman buat kulit bayi. Naaah, secara khusus buat ibu-ibu yang anaknya suka keringetan, Johnsonโ€™s Baby menciptakan Johnsonโ€™sยฎ baby Active FreshTM Powder, yang menetralkan bau masam dan malah membuat si kecil segar dan wangi setiap kali dia berkeringat. Jadi semakin si kecil berkeringat, semakin wangi!. Kok bisa sih? Gini cin, ada yang namanya Sulfur Malodor yang akan mengubah bau masam menjadi netral atau tidak berbau, lalu ada teknologi yang memungkinkan adanya pengapsulan butir-butir talc di dalam bedak. Nah, kapsul ini akan mengeluarkan wangi segar begitu kena keringat si kecil. Canggih ya? Iya, namanya Fragrance Technology + Encapsulation.

ย Jadi jangan heran, di tas saya sekarang selalu ada Johnsonโ€™sยฎ baby Active FreshTM Powder, jadi sebelum anak mulai bergerak-gerak kemudian entar keringetan, udah bisa dipakein dulu, biar pas keringetan ga pake lagi bau-bau asem deh. Di rumah saya juga pake Johnsonโ€™sยฎ baby Active FreshTM Bath biar wanginya bertahan lebih lama dan segar pula.

Eh eh sesekali saya mau bagi-bagi hadiah ah disini, yang mau ikutan share pengalamannya soal aktif fresh, ntar bakal dapet hadiah dari ada Johnsonโ€™sยฎ baby Active FreshTM Powder kayak gini nih :

IMG_5094

Eh eh sesekali saya mau bagi-bagi hadiah ah disini, yang mau ikutan share pengalamannya soal bermain aktif, ada 10 sample kit Johnsonโ€™sยฎ baby Active FreshTM Powder yang mau saya bagikan, sample kitnya kayak gini nih :

Screen Shot 2014-05-28 at 4.13.32 PM

Yang mau, yuk comment di bawah sini, jangan lebih dari rentang waktu seminggu ya, kan mau dikirim hadiahnya cepet2an. Ditunggu ya buibuuuuuu

 

Taman Hutan Raya, Dari Maribaya Sampai Dago

Oh lagi-lagi postingan yang terlambat berbulan-bulan. Ini cerita waktu saya dan Biyan ‘merambah’ Taman Hutan Raya dari Maribaya sampai ke Dago.

Sebenernya tujuan utamanya sih mau ke curug, karena sebelum main-main kesini kemari, saya emang cita-cita ngajak Biyan main air ke curug, karena main air di kolam renang adalah mainstream.

Curugnya sih ga ketemu, kelewat, hehe. Waktu kami sampai gerbang Taman Hutan Raya lewat Lembang deket Maribaya situ, udah jam 15.00 aja. Udah sore ketambahan ujan udah mulai turun rintik rintik. Akhirnya jalan kaki aja terus ngikutin jalan. Ada beberapa ojeg yang bolak balik nawarin, tapi kan niatnya mau jalan-jalan ya jadi semua ditolak. Gaya bener.

 

Akhirnya, waktu kita sampaitepat di patahan lembang, kita mutusin untuk naik ojeg dengan tawaran mampir ke penangkaran rusa, ke goa belanda, dan jalan-jalan seru sampai ke Dago. Kaloย  lewat jalan raya sih Lembang Dago di hari minggu mungkin harus ditempuh dalam waktu 2 jam.

Ternyata, naik ojeg di kota sama di hutan itu lain banget rasanya! Jalanan di hutan kan cuma jalan setapak yang lebarnya meragukan untuk dilewati 2 motor sekaligus. Jalanannya licin karena abis ujan. Tujuan pertama, penangkaran rusa. Jalan kesini lebih seru lagi karena lewat waduk alias bendungan yang jalannya jelas bukan jalan yang boleh dilewati sepeda motor. Saya udah tegang megang Biyan sambil pegangan ke bagian belakang sepeda motor, licin cin!

Akhirnya sampai di penangkaran rusa dan langsung kasian liat rusa yang kuruskurus ini. Kayaknya sih kurang dikasih makan. Tapi pas diliat-liat, banyak kok tumpukan tanaman yang bisa jadi makanan rusa, emang kurus dari sananya aja kali ya.

Tujuan selanjutnya, Goa Belanda. Perjalanan terhenti sejenak karena ujan semakin gede. Saya dan Biyan berteduh di warung yang udah tutup, dan mamang tukang ojeg berbaik hati membuatkan kami api unggun kecil. Dingin banget gila waktu itu.

Setelah hujan mengecil, kita nerusin perjalanan ke Goa Belanda. Masuk bentar, keluar Goa udah di Dago aja, canggih. Berhubung saya bukan penggemar wisata horror, maka kunjungan ke Goa Belanda dicukupkan satu kali saja seumur hidup.

Masih sambil menunggu hujan, sebelum jalan pulang dari Goa Belanda kita makan Jagung Bakar dulu. Di setiap tempat wisata alam, selalu ada Jagung Bakar, bikin happy aja karena saya memang penyuka Jagung. Dari nongkrong di Sumedang, Subang, Ciwidey, sampai ke Pulau Samosir di Sumatera Utara, nggak pernah absen makan Jagung Bakar :).

Sebelum mulai gelap, kita akhirnya pulang, menuju balik ke arah Maribaya. Kirain si ojeg bisa nyampe ke tempat parkir, mimpi. Berhubung jalannya banyak tangga jadi seperempat perjalanan kita habiskan dengan jalan kaki. Hujan, jalanan licin, kedinginan dan pakai sendal jepit. Seru amat ๐Ÿ™‚

 

Yang Punya Blog Lagi Mikir-Mikir Beli Gadget Baru

Di sela-sela kegiatan neneng yang menggila minggu lalu, di tengah minggu lalu, tepatnya 14 Januari 2014 kemarin saya menyempatkan diri bertandang ke Kota Kasablanka, Jakarta. Ngapain? Itu lho, kan ada launching BlackBerry Z3. Ga cuma launching, tapi juga bagi-bagi door prize yang bikin acara siang itu tambah meriah.

Bundling bersama Indosat, pembeli BlackBerry Z3 bisa langsung mendapatkan keuntungan berupa Gratis Internet kuota 96GB yang bisa dipakai selama satu tahun. Selain itu, pengguna Indosat BlackBerry Z3 juga dapat menggunakan layanan superwifi unlimited. Oh juga BBM-an gratis. Asik amat sih. *beli 3*

Di event launching tersebut, Chief Marketing Indosat, Loong Tuck Weng menyampaikan bahwa Indosat mewujudkan keinginan pelanggan untuk menjadi pemilik pertama BlackBerry Z3 yang tampilannya cakep banget itu. Menurutnya juga, paket bundling yang disediakan adalah wujud komitmen Indosat untuk memenuhi trend kebutuhan masyarakan terhadap smartphone terbaru yang disertai dengan pengalaman terbaik layanan Indosat.

Layanan bundling ini tersedia baik untuk layanan pasca bayar matrix maupun pelanggan yang menggunakan pake prabayar mentari. Indosat memungkinkan pelanggan untuk menggunakan smartphonenya secara optimal baik untuk mengakses social media, streaming, download music dan video, browsing , email, games dan keperluan apapun yang mereka bisa dapatkan melalui internet.

Btw, masih ingetkah kamu si penyanyi cilik yang dulu nyanyi โ€œLibur Tlah Tiba? Iya, Tasya itu. Nah kemaren dese ada juga tuh di launchingnya Indosat BlackBerry Z3, udah gede ya, tambah cakep pun, udah ga chubby chubby kayak dulu. Tasya termasuk pengguna BlackBerry Z3 pertama, katanya sih yang paling penting dari BlackBerry ya emang Black Berry Messengernya, menyusul di belakangnya tentu saja berbagai aplikasi social media semacam Twitter, Facebook dan Path. Ketika ditanya akan digunakan buat apa bonus kuota sebesar 96 GB dari Indosat, Tasya tersenyum lebar, perlu buat upload foto, streaming video, dan lain-lain, katanya.

Ini video lengkapnya kalau mau liat juga (sekalian ngintip Tasya makin cantik sekarang!)

Oya, kamu masih suka ngomel kalo dapet email dan bbm-an di BlackBerry lelet ga sih? Kalau iya, coba kamu beralih ke layanan Indosat dengan BlackBerry Z3 nya. Menerima dan mengirim email di Indosat BlackBerry Z3 bisa lebih cepet daripada di android dan iOS lho.

Design BlackBerry Z3 dibuat dengan design modern dengan layar 5โ€, baterainya tahan lama, ga bikin kamu harus cari colokan listrik dimana-mana. Designnya yang ciamik memberikan pengalaman ngetik yang menyenangkan baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, semua ini bisa didapat dengan harga terjangkau.

Jadi kapan kamu ganti pake Indosat BlackBerry Z3 ?

 

 

Trus Ngapain Kita ke Sumedang?

Ouch, postingan yang terlambat sebulanan. Udah biasa. Penulis amatir memang banyak tergantung mood nulisnya. Belum lagi load kerjaan yang selalu bisa dijadikan alasan menunda postingan.

Masih dalam rangka ogah main ke mall dan hayuk-kita-pergi-kemana-ya-weekend-ini, sekitar sebulan lalu saya nemu tempat ini di Sumedang. Namanya Kampung Toga. Kalau liat websitenya, katanya di tempat menginap ini ada waterboom, trus ada juga track buat sepedaan plus sewa sepedanya, gantole dan lain-lain. Begitu denger ada sepeda aja saya langsung pengen packing rasanya. Saya doyan banget sepedaan soalnya, seperti waktu saya dan Biyan kencan ke Penang berdua.

Seperti biasa, saya pergi kesorean dari Bandung karena ngurus ini dan itu dulu. Jalan jam 18.30 dari Bandung, berhenti makan malam di Tanjung Sari, maka kita nyampe kota Sumedang kira-kira jam 21.00. Kampung Toga ini gampang carinya, jadi kalau udah sampe kotanya, tinggal cari Polres yang yang berdekatan sama BRI, ada jalan belok kanan, lalu tinggal ngikutin aja, lalu terlihat ini deh

IMG_4587

Ini fotonya besokan paginya ya, bukan malem pas sampe. Lega dong liat sign segede gini dan langsung semobil “yay! we’re here!”. Problem kemudian muncul ketika kata orang sekitar “deket kok” tapi kok ga sampe-sampe. Jalanan gelap memperburuk keadaan. Setelah nyetir selama kira2 20 menit, kami mulai merasa ada yang salah. Nanya orang lagi, katanya “oh Kampung Toga? teras we dugi ka luhur, dugi ka tonggoh”. Terjemahan bebasnya sih gini “Oh Kampung Toga? naik aja terus sampe puncak”. Merasa jalannya bener, kami terus nerusin jalan ke atas sampe ternyata mentok, buntu alias ga ada jalan lagi. Dan tentu saja ga ada tanda tanda ada villa dengan waterboom seperti yang kami bayangkan sebelumnya. Turun lagi dan nanya ke warung yang masih buka.

JADI TERNYATA……

Sekampung itu namanya memang Kampung Toga. Sementara Waterboom ada di bawah, ga naik2 amat, jadi bener yang orang2 bilang, ‘ga jauh jauh amat kok’. Sementara kita kira Kampung Toga itu nama villa + waterboomnya.

Jadi turun lagi nih. Ga lama kemudian nemu deh tempat yang kita cari, dari arah atas, villa nya ada di sebelah kanan, sementara waterboom alias kolam renangnya ada di sebelah kiri. Oh jadi harus nyebrang ni ya, tapi ok kok, karena jalannya kan ga gede.

Masuk ke wilayah villa, ga nampak semacam resepsionis atau apapun. Tapi pas mobil berenti, ada bapak-bapak nyamperin, dan pas kita bilang udah booking, dengan ramah dia bawain kunci dan bukain pintu villa yang kita sewa.

Villa di Kampung Toga

Villa di Kampung Toga

Harganya ? 400 ribu aja untuk villa kecil 1 kamar, kamar mandi, ruang keluarga, dan pantry kecil. Bonus udara pagi yang nggak kebeli di kota dan pemandangan dari belakang villa yang (harusnya) cantik banget. Iya sayang ada beberapa bagian yang tanamannya ga keurus sehingga mengurangi cakepnya pemandangan disitu.

Jam 8 pagi kita kemudian nyebrang ke waterboom atau kolam renangnya. Impresive, di kota sekecil Sumedang ada arena kolam renang yang punya lebih dari 5 kolam, seru pula buat main anak2. Waterboom mainanlah, tapi lumayan aja buat anak segede Biyan. Kalau mau berenang serius, ada juga kok. Pemandangan dari kolam renang menyenangkan sekali! Jadi kayak berenang di lembah gitu.

IMG_4598Dan Biyan, tentu saja menikmati Sumedang dengan caranya sendiri :

IMG_4583

Tempat yang nyenengin buat weekend singkat. Sayang kayaknya karena ga terlalu laku, jadinya beberapa tempat keliatan banget kurang perawatannya. Villanya asik, tapi perawatannya kurang banget, karena bahannya kayu, jadi terasa bau apeknya. Kamar mandinya juga lack of maintenance banget.

Perihal gantole dan sepedaan? ternyata udah ga ada, hahahaha…. Jadi kayaknya karena kurang pengunjung jadi aja ditiadakan. Sayang banget.

Pulang dari sana menjelang jam makan siang dengan cita2 berburu Tahu Sumedang di kota. Ya masa iya ke Sumedang nggak makan tahu kan?

IMG_4581

Demikianlah weekend singkat kemaren ditutup dengan Tahu Sumedang plus sambel kecap pedes dan Lontong yang kurus-kurus tapi enaknya bikin nagih.

Kemana lagi kita minggu depan?

Minggu Asik di Capolaga Adventure

Ok harusnya sih emang posting cerita jalan-jalan ke Sumedang dan Maribaya dulu. Tapi jalan-jalan kemaren ke sekitaran Subang ini masih hangat dan bikin pengen cepet-cepet cerita, gapapa ya. (yagapapalah gimana yang nulis aja)

Jadi ya, hari minggu kemarin kita pergi ke Subang. Tempatnya sih sebenernya sebelum Subang, bahkan posisinya sebelum Ciater. Namanya Capolaga Adventure. Dimana saya dapet info soal tempat ini? Browsing lah tentunya ya.

Dari rumah kta jalan jam 9.30an pagi, pake beberapa kali mampir beli bensin, ke atm, sarapan Jagung Bakar di pinggir jalan, akhirnya nyampe Capolaga Adventure kira-kira jam 12-an sekian gitu. Cari tempatnya nggak susah-susah amat. Jadi kalau dari Lembang menuju Ciater, sebelum belok kanan ke arah Ciater, ada jalan lurus yang nggak terlalu besar, nah masuklah kesitu. Sebagai tanda, kalau kamu udah lewat Gracia Spa di sebelah kanan, kamu udah mesti pelan-pelan karena jalan masuknya udah dekat. Di depan jalan itu ada sign menuju Tea Garden Resort juga, sayang sign dari Capolaga sendiri malah ga terlalu keliatan.

Setelah masuk jalan lurus itu, kamu akan nemuin kebun teh yang cakep cakep nian. Saya tentu saja gatel pengen foto2, parkir dan turun dari mobil sebentar untuk numpang foto di kebun teh punya orang.

Image

dan langit hari itu cantik secantik-cantiknya cantik.

Image

Dari situ kita nerusin perjalanan dikit lagi. Kalau sampe pertigaan, ingatlah kamu mesti belok ke kiri. Sekali lagi, ikutin sign menuju Tea Garden Resort karena posisi Capolaga Adventure sama Tea Garden Resort ga jauh-jauh. Pas udah belok kiri, jangan ngebut-ngebut karena posisi Capolaga ada di sebelah kiri dengan sign yang lagi-lagi ga gede-gede amat (tapi keliatan sih).

Tiket masuk per orang dihargai Rp. 9.000, parkir mobil Rp. 3000. Kerasa murah banget pas kita udah masuk ke dalem karena tempatnya BAGUS BANGET.

Capolaga Adventure ini dugaan saya sih dikelola swasta, tanpa mengubah hutan alam yang memang udah ada dari sananya. Jadi sesuai yang saya baca di website nya, disana ada 3 (apa 5 ya, lupa) curug alias air terjun kecil. Biasanya di bawahnya ada sungainya, bisa deh buat kita main-main air.

Pas nyampe tempat parkir, ada satu kolam renang. Biyan udah gatel aja pengen nyebur, saya iming-imingi bahwa di bawah sana masih ada tempat main air yang lebih asik daripada sekedar kolam renang biasa. Untung anaknya nurut walau sempet cemberut sesaat. Menuju curug, kita jalan ke bawah sekitar 15 menitan. Jalannya turun, asik ga pake cape. Biyan lari-lari ga sabar sampe kita panik takut dia jatuh ngusruk gitu kan repot.

Image

Image

Akhirnya sampe curug! dan anak kota yang baru sekali liat curug ini pun terpesona.

Image

Image

Padahal baru segitu doang pemandangannya, tunggu sampe kita sampe bawah beneran ๐Ÿ™‚

Image

Sedap ya. Ga tau sih kalo kamu kamu, saya sih (dan Biyan juga) seneng banget liat ijo ijo beginian, ketambahan boleh nyebur pula kan, sedap. Airnya bersih ga kayak air sungai yang biasa kita liat. Dan dingin banget karena kan air gunung ceritanya. Dan kalo udah nemu pemandangan yang enak begini, anak ini suka gatel minta fotoin

ImageIni bajunya masih normal ya sebelum akhirnya dia nyebur ;

ImageBiasanya mandi bola di mall atau paling banter berenang di kolam renang, sekarang beginian. Bayangkan betapa senengnya dia. Tanpa batas waktu pula, saya laper banget aja ditahan saking dia enjoy banget celup-celupan air kolam. Akhirnya sih berenti sendiri karena cape (entah cape entah kedinginan).

Dan jangan khawatir, walaupun Capolaga ini bentuknya hutan ya, tapi ada kamar mandi buat bersih-bersih dan ganti baju. Plus kamar mandinya bersih. Ralat, bersih banget buat ukuran di tempat kayak gini yang biasanya you know lah ya.

Abis mandi dan ganti baju, kita nongkrong-nongkrong bentar disitu, kita trus jalan balik ke atas dan ternyata CAPE YA MALIH NANJAKNYA! Untung jalannya santai aja walaupun udah ga bisa pake ngobrol karena mau napas aja rasanya SUSYE : ))) (ketauan olah raganya banyakan bolongnya daripada benernya).

Yang juga asik dari Capolaga Adventure adalah tempatnya ga terlalu komersil. Ada yang jualan makanan, sebatas mie instan, dan minuman minuman anget. Kalau anakmu kayak Biyan yang nggak pernah makan mie instan (cuma kecolongan sekali seumur hidup waktu di kampung di Tarutung dimana sore itu beneran ga ada makanan apa-apa), maka bawalah bekal buat makan disana. Kalau niat piknik sekalian, maka bawalah tikar dan makanan kesukaanmu. Ada lapangan cukup besar yang bisa dipakai buat piknik bareng keluarga, posisinya dekat Curug Goa Badak dimana kalau kamu duduk situ akan ada sungai kecil dengan airnya yang bersih.

Yang perlu dikasih tepuk tangan meriah buat Capolaga Adventure adalah tempatnya yang bersih banget. Dengan orang bisa bawa makanan kesitu, kan probabilitas sampah berserakan cukup besar. Ketambahan biaya masuk yang murah tentunya kita nggak bisa ngarep ada petugas kebersihan yang stand by terus-terusan. Tapi ternyata kalau dari awal dipelihara baik, ya gampang nerusinnya. Kamar mandinya aja bersih banget, dan airnya mengalir terus-terusan, ga ada cerita kamar mandi bau seperti kamar mandi pada umumnya.

Selain buat main-main iseng seperti yang baru saya lakukan kemarin, di Capolaga juga kamu bisa arrange outbond kantor, kapasitasnya kan besar banget. Bisa juga kalau mau camping-camping an rame-rame. Kontak aja pengelolanya di website nya

Image

Saya sih bakal balik lagi ke Capolaga Adventure dengan rencana mau ngajak keluarga besar piknik disana bawa Nasi Liwet segala macem. Yuk?

 

Bukan Sekedar Sentosa Island, Tapi Kesana Bareng @pergidulu !

Ok ini mungkin pengakuan yang agak malu-maluin, tapi berhubung ini blog pribadi ya gapapalah ya diceritain disini, mumpung masih nulis sendiri belum ada yang ngajak merger. Siapa juga yang mau

Kalau ditanya, sudah pernahkah saya ke Singapore? Jawabnya tentu saja udah. Pertama kali 18 taun yang lalu waktu ulang taun sweet seventeen-an sebagai hadiah ulang taun dari alm Papa.

Kedua, ketiga, keempat, kelima dan seterusnya berganti-ganti agenda, ada yang sekedar main, ada yang urusan kerjaan, ada yang weekend getaway yang manis. Ada yang sendirian, ada yang sama rekan kantor, ada yang rame-rame sama temen-temen dan tentu saja ada yang bareng keluarga.

Di kunjungan pertama, saya samar-samar ingat kayaknya saya pergi ke Pulau Sentosa. Satu hal yang saya ingat cuma naik cable car untuk pertama kali dan harus naik lift yang tinggi sekali dan di dalamnya ada operator lift yang cantik banget. Saya dulu mikir, ih begitu canggihnya Singapore sampe lift aja ada yang jagain, cantik plus sexy pula. Sementara 18 taun lalu, lift disini rasanya masih ndet-ndetan, ga kayak sekarang.

Kemudian tentu saja saya pernah ke yang namanya Universal Studio atas nama “ngajak anak jalan-jalan”. Sukses berat karena Biyan, anak saya yang umurnya waktu itu 5 taun itu happy setengah mati disana walau pertamanya sempet ngomel panas. Bukan cuma anaknya, mamanya juga happy berat. Banyak sudut asik buat foto-foto! Yay! Padahal kalo mau foto-foto sih di Jalan Braga aja juga bagus Non.

Universal Studio, Mei 2013

Universal Studio, Mei 2013

Sempet mampir ke Siloso Beach tanpa sempat ngapa ngapain sepulang dari Universal Studio itu. Bukan apa-apa, kita semua udah kecapean dan muka udah kusut berat rasanya.

Sepulang dari sana saya baru sadar pas browsing-browsing, ternyata Sentosa menyimpan begitu banyak atraksi dan tempat asik selain sebagian kecil yang saya datangi! Norak? Iya. Biarin.

Yang pertama menarik perhatian saya adalah Dolphin Interaction. Ya ampun mak, ini seriusan bisa liat langsung dolphin dari dalem air?? Seriuslah! Liat di Ancol aja udah happy trus ini bisa liat langsung dalem air plus main-main bareng? Anak saya mungkin akan loncat-loncat ga brenti kalau dapet kesempatan ini.

Screen Shot 2014-04-26 at 12.50.23 AMpsst, ini gambarnya ambil dari www.rwsentosa.co.id

Nggak cuma perihal lumba-lumba aja, perlu dicatat bahwa saya hobby main basah-basahan, maka saya beneran kepengen nyoba yang namanya Adventure Cove Waterpark.ย Kamu tau kan, kalo di Adventure Cove Waterpark kita bisa nyobain naik yang namanya roller coaster hidro-magnetik pertama di Asia Tenggara. Nggak nolak juga bisa santai-santai bareng Susan dan Adam dari www.pergidulu.comย  di kolam ombak Bluwater Bay, nanti saya bakal mainan ban luncur menyusuri Adventure River yang penuh dengan kehidupan laut. Semoga Adam dan Susan juga mau nemenin snorkeling bareng 20.000 ikan warna-warni. Pasti mau lah, mereka kan anaknya fun fun gitu :D.

Ini belom ngomong soal Crane Dance dan Lake of Dreams ya. Saya pasti mangap-mangap bahagia nonton beginian. Bayangin aja atraksi air, dicampur permainan lampu, diiringi musik, gimana ga kurang sedap! Nongkrongin websitenya www.rwsentosa.co.id barusan bikin makin pengen kesana deh.

Jadi kalo baru ke Universal Studio doang, emang harus nih ke Resort World Sentosa lagi. Mana pilihan hotelnya banyak banget, bisa-bisa ke Singapore entar ngabisin waktu di Sentosa aja ga usah kemana-mana. Dan kenapa saya tiba-tiba kepengen ke Singapore lagi? Gara-gara dua sejoli, @pergidulu nih. Denger cerita jalan-jalan mereka yang selalu seru, pengen juga sesekali ngerasain pergi bareng Adam dan Susan. Yang baru denger soal mereka, mampir deh di blognya, www.pergidulu.com. Kamu mungkin jadi pengen juga pergi bareng mereka kayak saya ๐Ÿ™‚

 

Situ Patenggang – Ciwidey

Ini postingan susulan yang harusnya justru diposting sebelum yang satu ini tapi biasalah yang anget emang selalu lebih asik buat diceritain duluan. Iya kan? Iya in aja biar sepakat kita.

Jadi kira2 3 mingguan lalu, saya ngangkut Biyan ke Situ Patenggang. Kenapa kesana, kisahnya agak lucu. Pertamanya mau ke Garut, tapi ga boleh nyetir sendiri karena kejauhan plus ke Garut banyak titik macetnya. Mau ke Curug Cimahi, eh katanya baru longsor. Mau ke Curug Penganten, eh ternyata posisinya terlalu deket sama rumah. Browsing sana sini, akhirnya ke Situ Patenggang deh. Pergi dengan komplenan orang-orang, katanya kesana bakalan macet. Yaelah, di Bandung aja juga macet, trus masa ga kemana-mana.

Akhirnya pergi deh, nggak menemui terlalu banyak titik macet kecuali di sekitar Pasar Ciwidey. Lumayan motong jalan lewat Pameuntasan (belakang jalan Kopo), dan akhirnya bisa liat yang namanya Stadion Jalak Harupat setelah selama ini cuma denger namanya.

Melewati Pasar Ciwidey, pemandangan mulai asik. Kebun teh dimana-mana. Selain kebun teh, bertebaran juga tempat makan yang jualan Nasi Liwet. Udah tau kan saya doyan makan ya, makanya liat Nasi Liwet bertebaran ini ya penasaran lah pengen coba. Mendekati area Kawah Putih, mulai macet lagi deh. Tapi ga keberatan, matiin AC, buka kaca jendela, mayan seger anginnya dan pemandangan ijo-ijonya.

Sampe di Situ Patenggang, jujur aja saya kaget. Kaget in a good way, karena bentukannya masih seperti waktu saya kesana 25 taunan lalu. Masih bersih, masih asri, cuma sekarang lebih banyak orang aja, sisanya, masih kayak dulu. Kagum juga sih ama Pemda atau Dinas Pariwisata yang ngurus. Dengan sekian banyaknya orang yang berjualan, area danaunya bersih banget dan kayaknya cukup tegas untuk nggak membiarkan pedagang asongan masuk ke dalam area sisi danau. Jadi yang jualan makanan dan souvenir udah dikasih tempat sendiri di luar pagar. Rapi dan bersih, suka.

Image

Yups, bisa naik perahu ke sebrang, namanya Batu Cinta. Katanya sih kalau masih dalam proses pencarian jodoh, akan dimudahkan kalo mampir-mampir dan pegang batunya. Mitos tentunya, tapi bolehlah dicoba daripada penasaran. Harga naik perahu adalah Rp. 25rb per orang, dan 150rb kalau dicarter perahunya buat sendiri. Lumayan mahal ih buat ngiter2 danau segitu, dan lebih asik naik rakit di Situ Cangkuang, walaupun pelan pelan karena nggak modal mesin kayak perahu boat.

Image

Kelar naik perahu kita sempet mikir mau kesitu sekali lagi karena rasanya pengen ikutan piknik di pinggir danau, sewa tikar, bawa bekel dari rumah, wah sedap. Hari minggu itu banyak juga yang piknik, dan sekali lagi, segitu banyak orang piknik dan makan di tepi danau, tapi areanya tetep bersih ๐Ÿ™‚

Image

Oh pulang dari sana Situ Patenggang kami sempat mampir di yang namanya Taman Kelinci. Biyan memang hobby banget ngasih makan kelinci. Udah dicoba di Little Farmer Lembang, di Floating Market, juga di area bermain Tahu Susu. Tamannya lumayan luas karena areanya memang besar. Bayar 15.000 udah puas ngejar-ngejar kelinci untuk kasih makan.

photo(1)

 

Seru juga hari mingguan di Situ Patenggang. Kemana lagi kita minggu depan, Nak ?

 

 

 

 

Seru-seruan di Garut

Untuk itungan postingan blog, yang satu ini nggak terlalu terlambat diposting kok. Baru kejadian 2 minggu lalu. Mengingat ada beberapa cerita yang masih mengendap di draft selama itungan bulan, bahkan ada yang belum ditulis sama sekali, yang satu ini mendinganlaaaah.

Jadi, masih dalam rangka cari tempat main yang nggak bosen, misalnya kayak di mall, 2 minggu lalu saya membawa Biyan ke Garut. Iya, Garut, kota kecil yang bisa ditempuh dalam waktu 1 jam dari Bandung dengan catatan tidak macet. Karena itu hari Sabtu dan lumayan macet, kami tiba di Garut setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam-an.

Karena pergi kesorean berakibat nyampe kemaleman, maka kami harus melepaskan kepengen berendam di Cipanas dan langsung menuju hotel yang namanya Mulih Ka Desa. Terletak di Jalan Raya Samarang, Mulih Ka Desa ini seperti bagian Lembangnya Garut. Posisinya agak tinggi, berakibat dingin tentunya. Begitu sampe disana, kami disuguhi makanan ringan berupa Sampe alias Singkong Goreng. Sebenernya ditawarin makan malem sih, tapi berhubung di jalan udah mampir makan di rumah makan Asep Stroberi, maka kami nawar supaya dikasih snack aja. Di saung yang ada di atas kolam penuh teratai, kami makan Singkong Goreng, Bandrek, Teh, dan lain-lain sambil menahan dingin.

Image

Besok paginya Biyan semangat bangun pagi karena udah dikasih tau bahwa agenda seru hari itu adalah mandiin kerbau. Yes, mandiin kerbau. Random dan ngarang tapi kok seru aja. Sebelum kerbaunya datang, kita sempat main ayun-ayunan, jungkat jungkit dan lari lari di kebon.

Image

Oh dan akhirnya acara sakral mandiin kerbau itu tiba juga, Biyan udah melonjak-lonjak kesenengan. Dan ternyata emang seru banget! Kerbaunya masukin ke kolam, kita mandiin di kolam itu juga, untuk menggosok badannya, dibuatin rumput yang diikat-ikat. Ujungnya rumput itu dimakan juga sih sama kerbaunya. Setelah kelar mandiin kerbau, Biyan masuk ke kolam satu lagi untuk nyari ikan buat makan siang! Ini seru banget, karena nangkep ikan kan ga gampang, dan kolamnya udah kotor banget sebenernya, tapi kita biarin aja. Akhirnya Biyan lebih banyak dapet kerang hijau daripada ikan sih. Kerang kan diem aja di dasar kolam, ya terang lebih gampang. Udah menjelang siang dan perut mulai krucuk-krucuk, akhirnya Biyan dapet beberapa ikan mas, mujaer dan nila yang langsung dia request minta dibakar. Jadilah kita makan siang hasil tangkepan dia. Sayang sekali Kerangnya dimasak pedas sehingga anak tembem ini ga bisa ikutan makan. Seru banget makan tangkepan sendiri, di saung sepoi-sepoi kena angin, plus pemandangan sawah (dan kerbau yang lagi berjemur kelar mandi).

Image

Beres check out, kita memutuskan pergi ke Kawah Kamojang. Tadinya sih sempet pengen ke Darajat Pass, itu lho kolam renang semacam water boom, tapi kebayang penuhnya, langsung males. Akhirnya naik kira-kira 40 menit bermobil ke Kawah Kamojang. Dan nggak nyesel. Kawah ini bagus banget pemandangannya, jalan ke arah sana juga bagus, mungkin karena dikelola dengan baik oleh Pertamina ya.

Image

Tentu saja dingin, di bagian atas ada seperti sungai/kolam kecil buat kita ngerendem kaki di air panas. Cuma bisa kaki tentunya karena tempatnya sempit dan cukup banyak orang.

Turun dari Kamojang, kami berniat mampir di Candi Cangkuang. Candu Cangkuang ini adanya di daerah Kadungora, sebelum masuk Garut. Kalau dari arah Garut jadinya ada sebelah kanan. Untuk mencapai candi, kita harus naik rakit dulu. Nah ini seru banget nih, pernah nyebrang pake perahu di Situ Patenggang dan menyebrangi Chao Phraya, tapi kalo naik rakit belom pernah. Bayarnya? 4 ribu aja per orang. Kalau mau carter rakitnya untuk sendiri, 80 ribu harganya. Ini harga resmi kok, bukan ngasal tukang rakitnya, soalnya terpampang jelas gitu di temboknya.

Candi Cangkuang sendiri sebenernya cuma terdiri dari satu candi aja. Udah, cuma itu. Tapi sebelum sampe ke candi, ada kompleks rumah adat yang nampak masih tertata rapi. Berhubung ini rumah adat Jawa Barat, ya jelas ga jauh-jauh sama rumah-rumah yang kita liat di sekitar kita. Tapi areanya bersih, ada juga yang jualan makanan dan souvenir-souvenir. Saya tentu saja jajan jagung bakar.

Image

Perjalanan yang cuma semalem, tapi seru. Bikin pengen nyari tempat kayak gini lagi. Efektif pula, bisa mampir ke tiga tempat yang masing-masing punya keseruan sendiri. Abis uangnya, hampir sama kalo weekend jalan-jalan ke mall. Dan yang asik, mama nggak usah dandan, hehehehe…..

Oya, Mulih Ka Desa ini sangat menyenangkan tempatnya, selain bungalow nya bersih, makanannya juga enak, dan ga terlalu mahal. Untuk nginep 1 malam di bungalow yang ukurannya cukup, harganya 700 ribuan, kamar mandinya bersih walaupun untuk ukuran resort berbau alam, kamar mandinya masih terlalu bernuansa “kota”.

Image

Gimana rasanya bangun tidur dengan pemandangan begini? Asik banget!

ย 

Ada beberapa cerita serupa ginian lagi di draft postingan, nanti ya saya posting lagi.

Cerita Seru Jadi Ibu-ibu. Salah Satunya.

Salah satu hal seru yang baru saya alami setelah jadi ibu adalah ketika Biyan, anak saya satu-satunya pertama kali bisa jalan. Di umur 9 bulan, Biyan udah mulai bisa berdiri sendiri tanpa dipegang atau pegangan ke boxnya. Di umur kurang lebih 11 bulan, Biyan mulai jalan tertatih-tatih dan tanpa halangan atau bonyok-bonyok karena jatuh, di ulang taunnya yang pertama, Biyan udah jalan dengan lancar aja dan makin seru kalau diajak jalan-jalan ke luar rumah.

Di umur tiga, saya mulai terbiasa meninggalkan Biyan di tempat main di mall, mandi bola. Dia seneng banget main mandi bola. Kadang-kadang saya tinggal sebentar sambil jalan-jalan, tapi kadang-kadang saya mengamati juga dari luar. Yang lucu, di umur segitu Biyan nampak mulai belajar bersosialisasi sama anak-anak yang juga lagi main di playground. Sebagai anak tunggal, saya jarang sekali melihat Biyan bareng-bareng anak lain. Seingat saya, saya jarang โ€˜ngajarinโ€™ Biyan gimana cara bersosialisasi. Tapi ternyata โ€˜skillโ€™ untuk bersosialisasi itu alami, tanpa kita banyak ngajar, anak-anak akan bisa belajar sendiri. Saya cuma perlu mengingatkan Biyan untuk nggak kasar sama anak lain dan jalan/lari pelan-pelan. Ini karena badannya Biyan cukup besar dibanding anak-anak lain. Saya khawatir dia nabrak trus anak orang jatoh kan kita yang ga enak jadinya yaaaaโ€ฆ.

Masih banyak momen #4TheFirstTime nya Biyan yang kalo saya tulis disini kayaknya bisa nulis ga kelar sampe besok. Pertama kali dia panggil โ€˜mamaโ€™, pertama kali dia makan setelah sebelumnya minum susu doang, pertama kali dia pergi sekolah, pertama kali dia tampil main biola walaupun masih ngek ngok ga jelas.

Anak di usia 3-5 tahun memang akan mengalami banyak kali pertama untuk segala macam hal. Kalau kamu ibu-ibu juga, amatilah bagaimana dia pertama kali berteman, amati juga bagaimana reaksinya ketika dia pertama kali pergi sekolah. Yang namanya happy jadi ibu itu rasanya berlipat-lipat kali ketika nemu #4TheFirstTime nya anak sendiri.

ImageBiyan, waktu pertama kali pergi sekolah

ย 

Mendukung aktivitasnya yang mulai banyak di usia 3-5 tahun, Biyan perlu mendapatkan dukungan berupa asupan nutrisi yang tepat. Untungnya, sekarang ada LACTOGEN 4 ActiveGro dilengkapi dengan Probiotik Lactobacillus Reuter dengan kandungan inovasi baru ActivGro yang akan membantu fungsi saluran cerna dengan seksama, (soalnya kan, kalau pencernaannya tidak enak, nutrisi tidak terserap dengan baik, sayang juga yaa). ada Nutrisi dalam LACTOGEN 4 ActivGro juga lengkap, dengan kalsium yang akan mendukung pembentukan serta kepadatan tulang dan gigi, ada juga zat besi sebagai komponen hemoglobin dalam sel darah merah dan juga 11 vitamin plus 8 mineral yang akan membantu tumbuh kembang optimal. Komplit cins.

Kalau kamu mau sharing cerita soal #4TheFirstTime nya si kecil, sini deh: http://rumahnutrisinestle.com/4TheFirstTime/. Selain seru-seruan berbagi cerita dengan ibu-ibu lain, kamu juga bisa liburan gratis ke Bali atau ke Singapore dengan keluarga. Si kecil bahkan bisa jadi bintang iklannya LACTOGEN 4 lho. Selain itu ada banyak hadiah dari LACTOGEN 4 yang akan dibagikan untuk cerita-cerita yang unik dan seru, Yuk ikutan, saya udah duluan dong ๐Ÿ™‚