Monthly Archives: May 2019

Menengok Gili (dan Lombok) Setelah Gempa 7SR

Gempa berkekuatan 5-7 SR yang menimpa Lombok akhir Juli dan Agustus 2018 lalu memang meluluhlantakkan kehidupan pariwisata Lombok. Termasuk juga area Gili Trawangan, Meno dan Air yang biasanya ramai dikunjungi turis. Ya gimana engga, mau berlibur ke pulau kan jadi ekstra khawatir, ngeri gempa, ngeri tsunami, dan ngeri kalau keduanya terjadi, evakuasinya gimana?

Continue reading

Leave a comment

Filed under jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Terbang ke Yogyakarta Lewat Yogyakarta International Airport di Kulon Progo

Dibukanya bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo rasanya seperti mendapatkan ‘jawaban’ atas keluhan-keluhan yang sering saya dengar (bahkan saya alami sendiri) mengenai Bandara Adi Sucipto yang rasanya semakin tidak memadai. Landasan mendarat yang terlalu pendek jaraknya, ruang tunggu bandara yang kurang besar, sampai cukup seringnya delay terbang atau delay mendarat karena satu dan dua dan tiga dan masih banyak alasan lainnya.

Saya kemudian berkesempatan mencoba terbang dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Kulon Progo. Maskapai yang pertama kali terbang dari dan ke Yogyakarta International Airport tentunya adalah Citilink. Sama seperti waktu bandara Kertajati di Majalengka baru dibuka dulu. Kalau kamu beruntung, kamu bisa mendapatkan pesawat dengan fasilitas wifi onboard gratis dari Citilink. Bisa terbang tanpa ketinggalan update gosip!

Ada 1x penerbangan dari Halim ke Kulon Progo yaitu jam 11.00 dan kemudian jam 13.10 dari Kulon Progo ke Halim. Silakan dicatat mana tau lain kali perlu terbang ke sana. Pembelian tiket Citilink melalui aplikasi mobile-nya lebih mudah dan suka ada diskon untuk pembelian makanan dan bagasi tambahan.

Reaksi pertama yang saya dapatkan ketika ‘bercerita’ soal bandara baru ini adalah “berapa jauh Kulon Progo ke tengah kota Yogyakarta?”. Ya memang nggak dekat, diperkirakan 1.5 jam waktu yang diperlukan. Tapi kalau beruntung seperti saya kemarin, 1 jam 20 menit saya udah nyampe Kabupaten Sleman. Wah jauh ya, iya karena untuk membangun bandara internasional yang memadai kan tentunya diperlukan lahan yang cukup besar, dan lahan seperti ini tentu adanya di pinggiran kota. Selain itu, saya rasa pembangunan bandara di pinggir kota juga akan membantu meningkatkan nilai jual di area tersebut. Pemerataan pendapatan kan jadinya. Iyain aja biar cepet 🙂

Lalu bagaimana dengan transportasi publik yang tersedia? Karena waktu itu saya menggunakan mobil milik Citilink jadi tak berkesempatan menggunakan transportasi umum. Tapi dari artikel Kumparan berikut ini kabarnya kereta bandara sudah beroperasional sejak Senin, 6 Mei 2019 lalu, artinya bertepatan dengan inaugural flight Citilink dari Halim.

Kereta bandara ini melayani rute PP dari Maguwo menuju Wojo dan akan berhenti di 4 stasiun yaitu Maguwo, Yogyakarta, Wates dan Wojo. Total perjalanan dari stasiun Maguwo sampai Wojo adalah sekitar 50 menit. Saat ini penumpang memang belum bisa langsung turun di bandara tapi bisa melanjutkan perjalanan ke YIA (Yogyakarta International Airport) dengan Bis Damri. Dari Stasiun Wojo ke YIA jaraknya 10 menitan dengan harga 10ribu per penumpang. Sementara harga tiket keretanya sendiri adalah berkisar 30-40ribu tergantung naik dari stasiun mana. Cukup ekonomis lah ya?

Kabarnya, Citilink juga akan menyediakan shuttle khusus dari YIA ke tengah kota Yogyakarta bagi penumpangnya. Baguslah, semakin banyak pilihan semakin oke kan?

Lalu bagaimana kesiapan YIA sendiri? Sepenglihatan saya kemarin, bandaranya sudah ready, check in counter, tempat pengambilan bagasi, x-ray checking, ruang tunggu penumpang semua sudah tertata dengan baik. Bangunannya tidak mewah tapi cukup memadai.

Yang belum terlihat hanya penjual makanan, ya maklumlah hari itu adalah hari pertama puasa dan baru satu hari bandara beroperasional. Kesian juga kan kalau ada yang jualan makanan tapi ga ada yang beli? Tapi waktu saya akan terbang kembali ke Halim, di ruang tunggu sudah ada kedai yang berjualan pastry sih. Pssst! Sudah ada kedai bertuliskan Gudeg Yu Djum lho di area bandara, pasti akan segera buka, semoga 🙂

Kabarnya, semua penerbangan dari dan ke Adi Sucipto akan dipindahkan ke YIA di akhir tahun 2019 ini. Semoga saat itu pilihan transportasi publiknya sudah semakin baik ya. Oiya kemarin iseng-iseng cek harga dari tengah kota Yogyakarta ke YIA kalau kita menggunakan moda taxi online, sekitar 200-250rb. Jadi kalau terbangnya berempat, taxi online ini bisalah jadi pilihan ya, kan 50-60rb aja seorangnya

Jadi yang berencana mudik Lebaran ke area Jawa Tengah tahun ini, bolehlah melirik rute #BetterFlyCitilink dari Halim menuju YIA Kulon Progo, karena baru Citilink yang punya #RuteBaruKulonProgo dengan #TerbangKeBandaraBaruYIA.

Eh sebelum mulai browsing tiket, bolehlah nonton video pendek ini dulu. Disclaimer : maaf lipstick sudah pudar

2 Comments

Filed under jalan-jalan, Saya, Saya, dan Saya, traveling