Daily Archives: November 6, 2018

Cukup Satu Perih

Sekitar sebulan sekian yang lalu, Biyan jatuh dan kemudian bagian lututnya perlu dijahit sekitar 9 jahitan. Lumayan panik waktu itu karena darahnya ke mana-mana banget, dan kejadiannya di tempat ngopi di Lembang, yang mana pas long weekend macetnya lagi gila-gilaan. Sempat khawatir nggak bisa cepat sampai rumah sakit atau klinik, untungnya berjarak 7 menitan saja ada klinik dengan IGD jadi bisa langsung tindakan saat itu juga.

IMG_1928

(ini ilustrasi waktu dia jatuh, katanya digambar karena bosan menjelaskan sama orang “gimana jatuhnya, Biyan?”)

Sebetulnya Biyan itu anaknya emang agak (terlalu) sering jatuh karena pada dasarnya nggak bisa diem dan agak clumsy. Jatuh, nabrak orang, nabrak meja, kesenggol segala macam sih udah biasa. Yang kemarin itu bikin panik karena baru sekali ini sampai harus dijahit (semoga ini terakhir kali!), dan liat sendiri kulitnya lepas dan udah mulai keliatan bagian di balik kulitnya. Hadeh.

Pendek cerita, setelah dijahit (pake sedikit drama teriak histeris pas disuntik), pulang ke rumah dengan kaki berbalut perban. Nah berhubung lukanya di bawah lutut, si dokter udah pesan duluan, katanya kering atau sembuhnya akan agak lebih lama dibanding luka di tempat lain karena persis di bagian yang sering bergerak. Ya sudahlah pasrah mesti ganti-ganti perban setiap hari selama lebih dari dua minggu. Ditambah lagi saat itu kita udah ada rencana mau pergi ke Toraja. Mengingat areanya kayaknya ga mudah cari klinik, maka sebelum pergi saya kursus singkat pada si dokter bagaimana membersihkan luka dan memasang perban dengan baik. Untungnya saat itu udah bawa-bawa Hansaplast Spray Antiseptik, produk baru dari Hansaplast yang penggunaannya mudah banget cuma tinggal srat sret semprot pada luka lalu tutup pake perban (waktu itu masih pakai perban karena lukanya masih cukup lebar). Praktis banget ya pergi traveling bawa Hansaplast Spray Antiseptik ini, kemasannya nggak terlalu besar, dan yang penting nggak suka bocor-bocor dalam tas sampe mengotori barang lain.

PHOTO-2018-11-01-21-16-57_1.jpg

Tiga hari setelas lepas jahitan, dokter menyarankan untuk laser bekas lukanya. Beres laser, tadaaa luka pun kering mama pun senang.

Tapi seharusnya mama jangan senang dulu.

Karena tiga hari setelah laser, anaknya jatuh lagi karena main bola. Baiklahhhh, kembali ke rutinitas membersihkan luka dengan Hansaplast Spray Antiseptik. Kali ini karena lukanya sudah lebih kecil dari sebelumnya, maka tak perlu pake perban lagi, tinggal tutup aja pake Hansaplast Jumbo. Kalau waktu kecil kita diajarin untuk tidak menutup luka agar cepat kering, ternyata itu juga mitos Bun. Karena menurut Dr. Adisaputra Ramadhinara, Certified Wound Specialist Physician, seorang dokter spesialis luka bersertifikasi satu-satunya di Indonesia, penyembuhan luka justru terjadi secara optimal dalam keadaan lembab, dengan catatan harus rajin membersihkan luka sebelum mengganti plester yes.

PHOTO-2018-11-01-21-16-57

Sudah selesai?

Belummmm. Sejak jatuh sehabis laser itu masih ada 3 kali jatuh lagi sampai hari ini. Ada yang karena kesenggol teman jatuh di sekolah, ada yang keserimpet kaki sendiri kemudian jatuh, ada juga yang “aneh deh kenapa sih aku bisa jatuh padahal lagi jalan biasa aja loh nggak lari-lari”.

Untungnya (masih aja untung mam), ngobatin luka kali ini udah ga pakai drama. Udah nggak ada tuh teriak-teriak sakit karena lukanya sakit pas kena obat. Jadi saya pun nggak usah berdalih lagi “kalau sakit artinya obatnya lagi bekerja”, karena ternyata ini cuma mitos saja sodara-sodara. Lalu kok bisa sih obat antiseptik nggak bikin perih? Karena kandungan Hansaplast Spray Antiseptik ini adalah Polyhexamethylene Biguanide, zat antiseptik yang banyak digunakan oleh para dokter di rumah sakit karena efektif dalam mengatasi infeksi, tidak perih, tidak meninggalkan noda dan tidak berbau. Drama cukup sekali saat disuntik untuk mati rasa sebelum dijahit yang mana yaiyalah pasti sakit banget ya.

PHOTO-2018-11-01-21-16-57_4

Drama juga minim karena Hansaplast Spray Antiseptik ini tidak berwarna macam obat merah dan tidak juga berbau. Jadi nggak repot lagi bersihin bekas-bekasnya dan nggak khawatir lagi tumpah-tumpah mengenai barang-barang di tas. Plus ga usah nahan bau tak enak khas obat antiseptik jaman dulu itu. Triple happy karena Biyan bilang obat yang ini #GakPakePerih.

Satu lagi, kebiasaan saya setiap anak luka adalah mengamati lukanya karena khawatir ada nanah atau apa. Sejak pakai Hansaplast Spray Antiseptik, saya nggak sulit lagi membedakan mana nanah dan mana bekas obat, ya karena Hansaplast Spray Antiseptik ini transparan nggak berwarna. Dokter juga jadi lebih mudah mengamati kondisi kulit pasca luka.

Jadi buibuk, mulai sekarang sedialah Hansaplast Spray Antiseptik di rumah, di mobil, kalau perlu di dalam tas! Karena namanya anak-anak, ada aja jatuh-jatuhnya di saat-saat nggak terduga. Kali ini kan nggak perlu khawatir botolnya bocor dan mengotori barang di tas toh? ☺

PHOTO-2018-11-01-21-16-57_2

8 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya