Monthly Archives: March 2016

Desa Penglipuran di Bangli, Kintamani (katanya sih desa terbersih di dunia)

Nggak tau juga siapa yang pertama kali bilang bahwa desa ini adalah salah satu desa yang terbersih di dunia, tapi begitulah cerita yang saya baca-baca sebelum akhirnya beneran pergi ke sana.

Continue reading

1 Comment

Filed under jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya, traveling

TIJILI : Hotel Manis di Tengah Ramainya Seminyak

Pertimbangan saya memilih hotel di Bali selalu berdasarkan lokasi, lokasi dan lokasi. Kalau ingin tempat yang agak sepi tapi gampang cari makan dan kalau tiba-tiba rindu Seminyak tapi nggak mau nginep di Seminyak, saya biasanya akan memilih daerah Canggu. Kalau sudah diniatkan mau beneran ke tempat sepi, saya kemudian memilih Gianyar dengan Barn and Bunk nya yang homey itu.

Continue reading

11 Comments

Filed under jalan-jalan, kerjaan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Menyepi Bareng Sepi Saat Nyepi di Bali

Ya iya namanya Nyepi ya pasti sepi. Tapi taukah kamu betapa riuhnya sehari sebelum nyepi di Bali? Semua tempat makan penuh, supermarket dipenuhi turis-turis yang tau bahwa keesokan harinya mereka nggak bisa lagi belanja dan makan-makan di luar.

Tahun ini saya memutuskan ingin coba yang namanya Nyepi di Bali bersama beberapa orang teman meskipun rencana liburan kali ini lumayan dapat banyak tanggapan serupa “hah? ke Bali pas Nyepi? Ngapain? Kan nggak bisa ngapa-ngapain?”

“hah? yang di Bali aja biasanya Nyepi-escape kok ya lu malah terbang ke Bali”

dan ratusan (mulai lebay) pertanyaan lainnya yang kami tanggapi dengan senyum-senyum simpul seperti abg baru dapat salam dari gebetannya.

Continue reading

13 Comments

Filed under Cinta, jalan-jalan, life, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

City Tour Singapore : Naik Motor!, IKUT YUK!

Setiap jalan-jalan ke Singapore, saya selalu memilih MRT dan bis sebagai pilihan transportasi selama di sana. Taxi terlalu mahal untuk kantong saya (terutama kalau lagi jalan sendirian). Paling enak memang naik MRT, kemungkinan salah ambil rutenya sedikit karena semua sudah terpampang jelas di petanya. Naik bis banyak juga membantu menjangkau daerah-daerah yang mggak ada MRT nya, tapi mesti jeli banget baca nomer bis dan rutenya ya, kalau salah alamat repot.

Jadi, dengan segala kemudahan dan kemurahan tarifnya, MRT memang selalu jadi pilihan utama saya kalau lagi jalan-jalan ke Singapore. Mungkin buat kamu juga kali ya?

Sayangnya, jalan-jalan mengandalkan MRT artinya kita akan banyak melewatkan spot menarik di Singapore. Palingan hanya liat tempat di mana kita pergi dan tempat ke mana kita akan pergi. Banyak hal menarik yang akan terlewatkan, padahal mungkin di antara kedua tempat itu ada juga tempat menarik yang mungkin pengen kamu datengin.

Nah, gimana kalau sekarang saya kasi tau bahwa ada pilihan baru yang menarik untuk jalan-jalan keliling Singapore?

How?

Continue reading

21 Comments

Filed under jalan-jalan, life, Makan Minum, Saya, Saya, Saya, dan Saya, traveling

Naik Motor dari Singapore ke Genting Highland

Katanya, usahakan pergi ke tempat baru atau melakukan hal baru setiap tahun biar hidup lebih berwarna. Urusan tempat baru sudah checked karena awal tahun kemarin saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Myanmar.

Trus gimana dengan hal baru?

Continue reading

2 Comments

Filed under jalan-jalan, life, Saya, Saya, dan Saya

Asik-asik Menebar Kebencian 


(foto nyolong paksa dari Google) 

Tadinya tentu saja saya nggak mau ikut-ikutan membahas soal LGBT dan ini itunya. Kan udah banyak yang bahas di tv, udah ngeblog, udah kultwit, udah twitwar segala macem. 

Trus kenapa dong akhirnya gatel juga ikut nulis? 

Continue reading

11 Comments

Filed under Family, Just a Thought, life, Saya, Saya, Saya, dan Saya