Monthly Archives: October 2010

Lelaki Tanpa Pacar

Hey, pernah merhatiin nggak diantara temen-temen lelaki kita ada tuh beberapa orang yang nggak pernah keliatan punya pacar. Apakah memang nggak mau, atau kebetulan belum laku, atau saking terlalu sibuk sampai nggak punya waktu buat pacaran. Lelaki tipe ini, biasanya kemana-mana sendiri, atau jelek-jeleknya sama teman lelakinya, jaraaaaaang banget keliatan bareng sama perempuan, bahkan yang sekedar teman sekalipun.

Temen saya ada beberapa yang kayak begini. Dan mau nggak mau, saya jadi membandingkan. Sumpeh deh, perbandingan ini muncul tanpa sengaja dan bukan maksud hati kepingin membandingkan.

Tapi untuk saya, pergi jalan, atau main, atau makan dengan teman yang biasa punya pacar itu jauh lebih nyaman dibandingkan dengan mereka yang sudah lama nggak punya pacar, atau lebih parah, yang belum pernah punya pacar, tipe jomblo yang juga jarang bergaul dengan teman perempuannya. Kebanyakan sendirian, atau kalaupun pergi berduaan ya sama teman lelaki. Terus kenapa jadi nggak nyaman ? Ya simply karena teman-teman saya yang nggak terbiasa sama perempuan itu kebanyakan kaku-kaku nggak jelas, dan ga treat kita sebaik mereka yang biasa punya pacar.

Gini ya. Yang namanya emansipasi sih emansipasi. Tapi yang namanya ngasih jalan duluan, nawarin makan duluan, itu namanya sopan. This is one thing why a girl could fall for you. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya berani bilang bahwa hal-hal beginian jarang sekali saya dapatkan di tipe lelaki yang nggak pernah pacaran itu tadi.

Itu satu hal. Hal lain yang mudah terasa perbedaannya adalah kala mengobrol. Lelaki yang biasa menghadapi perempuan, biasanya lebih banyak perhatiannya terhadap apa yang kita bicarakan, matanya banyak bergerak mengikuti omongan kita, dia juga biasanya punya pendapat atau opini yang membuat obrolan menjadi lebih menyenangkan. Dengan lelaki tipe kedua, yang kamu dapat adalah rasa nggak sabar dia menunggu cerita kita cepat selesai supaya dia kemudian bisa cerita soal dia yang baru abis-abisan mendandani motor trail kepunyaannya. Atau soal laptop nya yang baru ganti, atau soal apa aja yang berhubungan dengan dirinya sendiri.

Self Centered. Mau ga mau, akuilah.

Memang sih bukan salah mereka kok jadi self centered, bukan maunya mereka pula. Tapi apa yang mereka alami sehari-hari memang membuat mereka jadi begitu. Ga terbiasa mikirin orang lain di luar dirinya. Kalau lelaki berpacar kan mau ga mau harus dengerin pacarnya cerita, mau nggak mau sedikit mengikuti mode dan ngikutin gosip yang sering diobrolin perempuan sampe dower itu. Secara nggak sadar, lelaki berpacar membagi hati dan perhatiannya pada orang lain. Lelaki tak berpacar? ya gitu deh 🙂

Balik lagi ke perihal sopan santun tadi ya. Jadi perempuan kan maunya dihargai (lebih) ya. Ada yang bukain pintu, tentu senang, ada yang nawarin pesen makan duluan, maunya tersipu-sipu seneng. Ada yang mau bawain barang berat, ih seneng banget. Nah, lelaki yang (kelamaan) tak berpacar itu kan jaraaaang sekali melakukan beginian. Mungkin ini yang bikin mereka nggak laku-laku! Ha! Belum lagi kurangnya perhatian saat ngobrol itu tadi. Perempuan mana yang mau nggak diperhatiin sih? Nggak ada.

Nah, kalo abis nulis beginian nanti ada yang protes deh, dibilang generalisasi. Eh beneran ya ini bukan generalisasi, memang sih nggak semua lelaki tak berpacar itu nyebelin. Dan nggak semua juga lelaki berpacar itu nggak nyebelin. 😛

23 Comments

Filed under Saya, Saya, dan Saya